WhatsApp Image 2026-08-06 at 11.11.44(1).jpeg

Kamis, 06 Agustus 2026 11:22:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Jadi Rujukan, Terima Benchmarking UIN dan IAKN Palangka Raya

Reputasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) terkemuka kembali mendapat pengakuan. Kamis (6/8/2026), UIN Sunan Kalijaga menerima kunjungan benchmarking dari UIN Palangka Raya dan IAKN Palangka Raya dalam rangka penguatan tata kelola keuangan serta studi tiru pengelolaan kearsipan modern.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2 Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri UIN Sunan Kalijaga tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Moch. Sodik, Kepala Biro AUK Dr. Ali Sodiq, jajaran pengelola keuangan, arsiparis, serta Kabag dan kepala tim di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

Delegasi IAKN Palangka Raya dipimpin Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) Dr. Seska Vonny Langitan bersama tim kepegawaian, keuangan, dan arsiparis. Sementara itu, delegasi UIN Palangka Raya dipimpin oleh Kepala Tim Keuangan Rahmawati, S.E., M.E., bersama tim keuangan dan arsiparis.


Dalam sambutannya, Prof. Moch. Sodik menyampaikan bahwa tata kelola perguruan tinggi yang baik tidak hanya ditentukan oleh kebijakan akademik, tetapi juga oleh sistem pendukung yang bekerja secara profesional di balik layar, termasuk pengelolaan keuangan dan kearsipan.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh tim keuangan UIN Sunan Kalijaga yang selama ini bekerja secara senyap namun memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan program-program universitas.

“Tim keuangan ibarat jantung organisasi. Mungkin tidak selalu terlihat, tetapi seluruh aktivitas universitas bergantung pada bagaimana tata kelola keuangan dijalankan secara baik, akuntabel, dan penuh integritas,” ungkapnya.


Prof. Sodik juga menegaskan bahwa setiap kebijakan di lingkungan universitas harus berorientasi pada kemaslahatan bersama. Ia mengutip kaidah fikih tasharruf al-imam 'ala al-ra'iyyah manuthun bi al-mashlahah, bahwa setiap keputusan pemimpin harus membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Menurutnya, prinsip tersebut diwujudkan melalui pengelolaan anggaran yang efisien, penguatan integritas, serta upaya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan universitas agar mampu mendukung seluruh program secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu ia turut memperkenalkan berbagai perkembangan strategis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai dari berdirinya Fakultas Kedokteran hingga pembangunan infrastruktur Kampus 2 yang kini memasuki tahap pengerasan jalan sebagai bagian dari pengembangan kawasan pendidikan terpadu.


Sementara itu, Kepala Biro AUAK IAKN Palangka Raya Dr. Seska Vonny Langitan menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik terbaik pengelolaan arsip di UIN Sunan Kalijaga yang dinilai telah berhasil mengembangkan sistem kearsipan modern.

Menurutnya, arsip merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, efektif, dan sesuai dengan regulasi.

“Kami berharap memperoleh wawasan, pengetahuan, dan inovasi yang dapat diimplementasikan di institusi kami. Kami juga percaya kolaborasi antarperguruan tinggi akan memperkuat kualitas layanan administrasi sekaligus mendorong transformasi tata kelola yang makin profesional,” ujarnya.


Senada dengan itu, Kepala Tim Keuangan UIN Palangka Raya Rahmawati, S.E., M.E., menyampaikan bahwa perubahan status institusinya dari IAIN menjadi UIN pada tahun 2024 membawa tantangan baru, khususnya dalam peningkatan kualitas tata kelola keuangan.

Ia mengungkapkan bahwa UIN Palangka Raya tengah mempersiapkan transformasi menuju Badan Layanan Umum (BLU) sehingga membutuhkan referensi dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang dalam pengelolaan keuangan.


“Kami ingin belajar mengenai pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan keuangan. Selain itu, kami juga berharap memperoleh pengalaman UIN Sunan Kalijaga dalam mengelola institusi menuju tata kelola keuangan yang makin efektif dan profesional,” katanya.

Dalam sesi paparan, Arsiparis Ahli Muda UIN Sunan Kalijaga Wahyu Setianingsih, S.H., M.M., memaparkan perjalanan transformasi digital kearsipan yang telah dibangun secara bertahap selama hampir dua dekade.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi dimulai sejak 2007 melalui kartu kendali elektronik untuk surat masuk, dilanjutkan dengan pemindaian dokumen pada 2012, pengembangan sistem persuratan berbasis web pada 2013–2015, implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) sejak 2017, penerapan penuh tanda tangan elektronik pada 2018, hingga integrasi dengan aplikasi SRIKANDI di lingkungan Kementerian Agama pada 2024.


Transformasi tersebut didukung oleh penyusunan tata naskah dinas, klasifikasi arsip, Jadwal Retensi Arsip (JRA), pengaturan hak akses, serta integrasi dengan berbagai sistem informasi internal seperti Sistem Informasi Akademik (SIA), SIMPEK, BKD Remun, dan aplikasi HABIR.

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menghadirkan layanan Auto Surat Mahasiswa yang memungkinkan mahasiswa mengajukan sedikitnya 12 jenis surat secara mandiri melalui sistem yang terhubung dengan data akademik dan pembayaran.

Selain membahas aspek teknis, Aning juga menjelaskan berbagai tantangan transformasi digital, mulai dari perubahan budaya kerja, kebutuhan investasi infrastruktur, hingga mitigasi risiko keamanan data. Namun, digitalisasi terbukti memberikan manfaat besar berupa perlindungan arsip dari kerusakan fisik, efisiensi ruang penyimpanan, percepatan temu balik arsip, serta peningkatan akuntabilitas tata kelola institusi.

Sebagai bagian dari penguatan budaya arsip, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga akan menyelenggarakan pameran kearsipan pertama di lingkungan PTKIN pada September 2026 yang menampilkan arsip-arsip rintisan perguruan tinggi sejak tahun 1951.

Kunjungan benchmarking ini menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu pusat rujukan pengembangan tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya dalam aspek akademik, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga terus memperkuat reputasinya melalui inovasi di bidang administrasi, pengelolaan keuangan, dan transformasi kearsipan digital yang mendukung terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. (humassk)