Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rika Lusri Virga, meluncurkan platform situs web bernama "GenHi" (Generasi Hijau) di Kelurahan Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Jumat (14/8/2026). Inovasi ini bukan hanya solusi atas keterbatasan literasi digital pengelola, tetapi juga menjadi wadah integrasi jejaring bank sampah di tingkat lokal.
Sistem informasi dan komunikasi digital yang dikembangkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 120 ini dirancang untuk memperkuat pertukaran informasi antar-bank sampah, memfasilitasi pendaftaran nasabah secara daring, dan membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular masyarakat.
Rika, yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa platform GenHi lahir dari riset mendalam sejak akhir tahun lalu, dan telah melalui masa uji coba selama dua bulan terakhir.
"KKN tahun ini kita punya konsep baru dari LP2M UIN Sunan Kalijaga, yaitu KKN yang berkelanjutan. Mahasiswa akan ditempatkan di lokasi yang sama selama tiga tahun berturut-turut tanpa pergantian DPL maupun program kerja utama," ujar Rika usai acara sosialisasi, Jumat (14/8/2026).
Rika menambahkan, Kelurahan Purwokinanti dipilih karena menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri oleh Pemkot Yogyakarta dengan bank sampah aktif di setiap RW. Namun, hasil observasi menunjukkan jejaring dan alur komunikasi antar-unit belum terhubung secara optimal.
"Selama ini penimbangan sudah berjalan, tetapi inovasi tiap unit belum tersebar. Ada yang unggul mengolah minyak jelantah, ada yang mahir membuat kerajinan kemasan. Melalui GenHi, pengelola bisa saling berbagi informasi dan studi tiru dalam satu platform," jelas Rika.
Situs web GenHi tidak hanya menghubungkan antar-pengelola, tetapi juga memungkinkan masyarakat luas mendaftar sebagai nasabah secara digital tanpa dibatasi wilayah RW. Sebagai tahap awal, proyek percontohan ini melibatkan 15 bank sampah yang memiliki operasional rutin di wilayah tersebut.
Literasi Digital Kader Lokal
Kehadiran platform ini disambut positif oleh pengelola di tingkat akar rumput yang selama ini menghadapi kendala penguasaan teknologi. Ketua Forum Bank Sampah Kelurahan Purwokinanti, Wiwik Nur Yuni, mengakui bahwa kapasitas IT masih menjadi tantangan utama bagi para kader.
"Kebanyakan pengelolanya ibu-ibu yang kurang melek IT. Tapi semoga dengan adanya dukungan dari Mbak-mbak KKN ini kita semua bisa belajar bersama meningkatkan kapasitas pengelolaan," ungkap Wiwik.
Dukungan senada disampaikan Ketua Forum Bank Sampah Kecamatan Pakualaman, Eni Sulistiyawati. Menurutnya, pemanfaatan teknologi sejalan dengan target Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
"Sosialisasi teknologi ini sangat berguna, karena tidak setiap bank sampah kami bisa IT-nya. Kami berharap unit-unit bank sampah di Purwokinanti dapat berkembang bersama melalui pemanfaatan teknologi ini," pungkas Eni.
Melalui integrasi jejaring di platform GenHi dan pendampingan intensif dari mahasiswa KKN, penguatan komunikasi digital ini diharapkan dapat meringankan beban operasional pengelola sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi sirkular bagi masyarakat Yogyakarta.