Hari pertama pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah PORSI JAWARA II di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Kamis (10/9/2026), menjadi awal perjalanan kontingen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam sejumlah arena kompetisi. Dari bidang olahraga, seni, hingga ilmiah, para mahasiswa mulai menunjukkan kemampuan sekaligus daya juang yang telah mereka persiapkan dari Yogyakarta. Sebagian pertandingan telah mencapai babak akhir dan menetapkan pemenang, sementara sejumlah cabang lainnya masih berlanjut dan menunggu hasil pertandingan berikutnya.
Pada hari pertama, kontingen UIN Sunan Kalijaga berhasil membawa pulang empat medali. Satu medali emas diraih melalui cabang panjat tebing, satu medali perak melalui pencak silat ganda putri, serta dua medali perunggu masing-masing dari cabang Pop Solo Islami dan pencak silat tunggal putra.
Perolehan tersebut menjadi langkah awal dari rangkaian pertandingan PORSI JAWARA II yang masih akan berlangsung dalam 2 hari ke depan. Para delegasi UIN Sunan Kalijaga tentu akan berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) wilayah Jawa dan Madura dalam suasana kompetisi yang mempertemukan beragam talenta mahasiswa.
Pada hari pertama ini, PORSI JAWARA II mempertandingkan berbagai cabang. Di bidang seni, mahasiswa berkompetisi antara lain dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Pop Solo Islami, dan kaligrafi. Sementara di bidang olahraga, terdapat cabang bola voli, futsal, catur, bulu tangkis, tenis meja, panjat tebing, dan pencak silat.
Kompetisi juga berlangsung dalam bidang ilmiah, di antaranya debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, peradilan semu, dan debat konstitusi. Ragam cabang tersebut membuat PORSI JAWARA tidak berhenti pada ukuran kemampuan fisik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kontingen yang telah membawa nama UIN Sunan Kalijaga dalam ajang tersebut.
“Selamat kepada seluruh anggota kontingen UIN Sunan Kalijaga yang bertarung dalam ajang PORSI JAWARA II. Selamat bertanding, lakukan yang terbaik,” ujarnya.
Prof Noorhaidi menekankan, prestasi tetap penting dalam sebuah kompetisi. Namun, capaian tersebut perlu diraih dengan menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki setiap peserta.
“Menangi berbagai kejuaraan, tetapi dengan semangat dan jiwa sportivitas. Insyaallah kita akan menampilkan yang terbaik dan memberikan seluruh yang kita punya untuk mengharumkan dan memajukan UIN Sunan Kalijaga,” katanya.
Pesan tersebut menemukan konteksnya dalam pertandingan yang diikuti para mahasiswa. Setiap cabang menghadirkan tantangan yang berbeda, tetapi seluruhnya menuntut kesiapan, ketekunan, dan keberanian untuk tampil di hadapan peserta dari berbagai kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Abdur Rozaki, melihat PORSI JAWARA sebagai ruang pembelajaran mahasiswa yang melampaui capaian di papan hasil pertandingan.
“Dari olahraga, mahasiswa kita belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, dan daya juang Sementara melalui seni, mahasiswa belajar mengembangkan kepekaan dan kreativitas, sekaligus melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Adapun kompetisi ilmiah, menurutnya, melatih mahasiswa untuk berpikir rasional dan kritis serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” paparnya.
Karena itu, menurut figur yang juga merupakan ketua Forum Wakil Rektor III PTKIN ini, PORSI JAWARA yang kedua akan membentuk para mahasiswa yang sehat raganya, kuat jiwanya, dan tajam pikirannya.
Bagi kontingen UIN Sunan Kalijaga, empat medali pada hari pertama menjadi pijakan awal untuk melanjutkan perjuangan pada pertandingan berikutnya.
Di balik hasil tersebut, masih ada sejumlah pertandingan yang akan dijalani kontingen UIN Sunan Kalijaga. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk menguji persiapan, belajar dari lawan, dan membawa pengalaman baru pulang ke Yogyakarta.
“Untuk kontingen UIN Sunan Kalijaga, semangat bertanding dengan daya juang yang tinggi. Semoga juara!” kata Prof. Rozaki penuh semangat.
PORSI JAWARA II pun menjadi lebih dari sekadar arena untuk mengumpulkan medali. Di dalamnya, mahasiswa belajar bertanding sekaligus belajar menghadapi kemenangan dan kekalahan, mengelola tekanan, menghargai lawan, serta menunjukkan kemampuan terbaik atas nama almamater.
Hari pertama telah dilalui dengan empat medali. Perjalanan kontingen UIN Sunan Kalijaga masih berlanjut.(humassk)