download (37).jpg

Selasa, 15 September 2026 17:00:00 WIB

0

Melompat 26 Peringkat, UIN Sunan Kalijaga Teguhkan Langkah sebagai Green Campus Berbasis Nilai Keislaman

Kampus yang berkelanjutan tidak dibangun hanya dengan menambah ruang hijau atau menghemat penggunaan energi. Ia tumbuh dari cara sebuah perguruan tinggi mengelola sumber daya, membangun budaya akademik, hingga menanamkan kesadaran ekologis dalam kehidupan sivitas akademika. Di titik inilah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta terus meneguhkan langkahnya.

Komitmen tersebut kembali mendapat pengakuan nasional. Dalam ajang UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga meraih penghargaan “Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik di Indonesia.”


Capaian itu hadir bersama lompatan 26 peringkat dibandingkan tahun 2025, sekaligus menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam 3.5 Trees Ranking. UIN Sunan Kalijaga juga memperoleh apresiasi atas kepatuhan (compliance) terhadap berbagai indikator keberlanjutan yang ditetapkan dalam pemeringkatan UI GreenMetric.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian tersebut bukan semata-mata tentang posisi dalam sebuah pemeringkatan. Lebih jauh, penghargaan ini menjadi refleksi atas upaya kampus dalam membangun tata kelola yang semakin responsif terhadap persoalan ekologis dan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.

Saat menerima penghargaan, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Mochamad Sodiq, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada tim UI GreenMetric dan seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.


“Kami ucapkan terima kasih atas kerja samanya yang sangat luar biasa. Kita ingin menjadi yang terbaik dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan untuk Indonesia yang bermartabat dan dunia yang semakin berkemajuan.”

Lompatan peringkat UIN Sunan Kalijaga mencerminkan perubahan yang tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif. Berbagai indikator keberlanjutan terus didorong menjadi bagian dari praktik pengelolaan kampus, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, pemanfaatan air, hingga penguatan edukasi dan riset yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam yang mengembangkan keilmuan sekaligus merespons persoalan sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat.

Kesadaran terhadap lingkungan, dengan demikian, tidak ditempatkan sebagai isu yang berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan tinggi yang bertanggung jawab, tempat pengetahuan, tata kelola, dan praktik kehidupan kampus saling terhubung.

Semangat ini juga memperkuat identitas UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kampus hijau yang tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang nilai, perilaku, pendidikan, dan kontribusi akademik terhadap keberlanjutan.

Penghargaan UI GreenMetric 2026 menjadi salah satu penanda perjalanan UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat agenda keberlanjutan. Predikat 3.5 Trees dan penghargaan atas peningkatan kinerja substantif menunjukkan bahwa upaya menuju kampus berkelanjutan terus bergerak dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Bagi UIN Suka, keberlanjutan bukan sekadar target pemeringkatan. Ia merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus kesadaran untuk menjaga kehidupan.

Dengan memadukan tradisi keilmuan Islam, nilai keindonesiaan, riset, pendidikan, dan praktik tata kelola yang semakin ramah lingkungan, UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat perannya sebagai Green Campus yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah itu menjadi bagian dari ikhtiar UIN Sunan Kalijaga untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (humassk)