Kampus yang berkelanjutan tidak dibangun hanya dengan menambah ruang hijau atau menghemat penggunaan energi. Ia tumbuh dari cara sebuah perguruan tinggi mengelola sumber daya, membangun budaya akademik, hingga menanamkan kesadaran ekologis dalam kehidupan sivitas akademika. Di titik inilah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta terus meneguhkan langkahnya.
Komitmen
tersebut kembali mendapat pengakuan nasional. Dalam ajang UI GreenMetric Sustainable University
Rankings Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga meraih penghargaan “Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif
Terbaik di Indonesia.”
Capaian
itu hadir bersama lompatan 26 peringkat
dibandingkan tahun 2025, sekaligus menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam 3.5 Trees Ranking. UIN Sunan Kalijaga
juga memperoleh apresiasi atas kepatuhan
(compliance) terhadap berbagai
indikator keberlanjutan yang ditetapkan dalam pemeringkatan UI GreenMetric.
Bagi
UIN Sunan Kalijaga, capaian tersebut bukan semata-mata tentang posisi dalam
sebuah pemeringkatan. Lebih jauh, penghargaan ini menjadi refleksi atas upaya
kampus dalam membangun tata kelola yang semakin responsif terhadap persoalan
ekologis dan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.
Saat
menerima penghargaan, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan
Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr.
Mochamad Sodiq, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada tim UI
GreenMetric dan seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam
pencapaian tersebut.
“Kami
ucapkan terima kasih atas kerja samanya yang sangat luar biasa. Kita ingin menjadi
yang terbaik dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan untuk Indonesia yang
bermartabat dan dunia yang semakin berkemajuan.”
Lompatan
peringkat UIN Sunan Kalijaga mencerminkan perubahan yang tidak berhenti pada
pemenuhan aspek administratif. Berbagai indikator keberlanjutan terus didorong
menjadi bagian dari praktik pengelolaan kampus, mulai dari efisiensi energi,
pengelolaan limbah, pemanfaatan air, hingga penguatan edukasi dan riset yang
berkaitan dengan lingkungan hidup.
Pendekatan
tersebut sejalan dengan karakter UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi
Islam yang mengembangkan keilmuan sekaligus merespons persoalan sosial dan
ekologis yang dihadapi masyarakat.
Kesadaran
terhadap lingkungan, dengan demikian, tidak ditempatkan sebagai isu yang
berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan
tinggi yang bertanggung jawab, tempat pengetahuan, tata kelola, dan praktik
kehidupan kampus saling terhubung.
Semangat
ini juga memperkuat identitas UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kampus
hijau yang tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang nilai, perilaku, pendidikan, dan kontribusi
akademik terhadap keberlanjutan.
Penghargaan
UI GreenMetric 2026 menjadi salah satu penanda perjalanan UIN Sunan Kalijaga
dalam memperkuat agenda keberlanjutan. Predikat 3.5 Trees dan penghargaan atas peningkatan kinerja substantif
menunjukkan bahwa upaya menuju kampus berkelanjutan terus bergerak dan
memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Bagi
UIN Suka, keberlanjutan bukan sekadar target pemeringkatan. Ia merupakan bagian
dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi yang memiliki
pengetahuan sekaligus kesadaran untuk menjaga kehidupan.
Dengan
memadukan tradisi keilmuan Islam, nilai keindonesiaan, riset, pendidikan, dan
praktik tata kelola yang semakin ramah lingkungan, UIN Sunan Kalijaga terus
memperkuat perannya sebagai Green Campus yang berorientasi pada keberlanjutan.
Langkah
itu menjadi bagian dari ikhtiar UIN Sunan Kalijaga untuk menghadirkan
pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi
kontribusi nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
(humassk)