Kebutuhan akan pengembangan keilmuan pendidikan anak usia dini dan manajemen pendidikan Islam menjadi perhatian Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam menyiapkan dua program studi doktor. Kesiapan penyelenggaraan kedua program tersebut ditelaah melalui asesmen lapangan izin penyelenggaraan program studi baru rumpun ilmu agama, Jumat (2/10/2026), di Ruang Pertemuan lantai 1 FITK.
Dua program studi yang diajukan ialah Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada Program Doktor. Asesmen menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi kesiapan fakultas dalam menyelenggarakan pendidikan pada jenjang tertinggi, sekaligus memperoleh masukan bagi penguatan mutu akademik.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Mochamad Sodik, menekankan bahwa penyiapan program doktor memerlukan kesungguhan dan tanggung jawab akademik yang besar. Ia menyampaikan keyakinannya terhadap persiapan yang dilakukan dekan beserta tim, sekaligus berharap proses evaluasi dapat membantu memastikan kualitas kedua program studi sejak awal penyelenggaraannya.
“Jenjang doktor merupakan jenjang pendidikan tertinggi. Kami berharap proses ini dapat dikawal agar mutu dan reputasi kedua program studi sesuai dengan harapan,” ujar Prof. Sodik.
Menurutnya, perguruan tinggi dan evaluator memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kualitas pendidikan. Karena itu, masukan selama asesmen perlu ditempatkan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Ia juga menekankan semangat kebersamaan antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Asesmen dihadiri pula oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdur Rozaki; Dekan FITK, Prof. Sigit Purnama; para wakil dekan; serta tim asesmen kedua program studi
Sementara itu, Tim evaluator terdiri atas Prof. Fauzi dari UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Abdul Rohman dan Prof. Fahrurrozi dari UIN Walisongo Semarang, serta Prof. Syamsun Ni’am dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam arahannya, Prof. Syamsun Ni’am menyoroti kesiapan sumber daya dosen sebagai salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana. Ia menyampaikan bahwa program magister dan doktor perlu didukung sekurang-kurangnya dua guru besar dengan bidang keilmuan yang linier sebagai dosen homebase. Perhatian terhadap kesesuaian keilmuan tersebut menjadi bagian dari penelaahan kesiapan akademik program studi yang diajukan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi lapangan oleh tim evaluator bersama tim dari kedua calon program studi. Proses ini memberikan ruang bagi fakultas untuk menunjukkan kesiapan yang telah dibangun serta menindaklanjuti masukan yang diperoleh.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, penyiapan program doktor PIAUD dan MPI di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan membawa tanggung jawab untuk menjamin mutu pendidikan pada jenjang tertinggi. Asesmen ini menjadi tahapan penting untuk menelaah kesiapan dosen, kapasitas pembimbingan, dan lingkungan riset sebagai fondasi penyelenggaraan kedua program studi.
Di atas fondasi tersebut, rencana pembukaan kedua program diarahkan untuk menyiapkan akademisi, peneliti, dan konsultan yang mampu mengembangkan pengetahuan serta menawarkan solusi berbasis riset. Peran mereka kelak diharapkan mendorong pendidikan Islam yang inklusif dan transformatif, melalui pembelajaran yang peka terhadap kebutuhan anak serta tata kelola lembaga yang responsif terhadap perubahan masyarakat.(humassk)