UIN SUKA

Senin, 13 Juli 2026 08:28:00 WIB

0

Sajak-Sajak INKLUSIF di Medan KKN 120 UIN Sunan Kalijaga : Dr. Asep Jahidin Koordinator Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga

Tadarus Difabel Minggu ke-92

Berangkatlah...

Berangkatlah… Bukan untuk mengajari desa. Tetapi untuk belajar menjadi manusia.

Karena desa telah memiliki kebijaksanaan, jauh sebelum kita datang.

Yang perlu kita bawa bukan rasa paling tahu,...kita membawa kerendahan hati, untuk mendengarkan dengan hormat semua orang, di desa maupun di kota.

Jangan Bertanya Siapa yang Lemah

Jangan bertanya, "Di mana ada difabel di lokasi KKN kalian?"

Tetapi bertanyalah, "Di mana mereka belum dilibatkan?"

Karena sering kali yang menciptakan ketidakberdayaan itu

bukan kondisi tubuh manusia, tetapi cara masyarakat, cara kita memperlakukan sesama.

Setiap Rumah Menyimpan Cahaya

Di setiap rumah, ada cerita... Dengarkan… dan jangan berbicara.

Ada ibu

yang diam-diam menyimpan air mata.

Ada ayah

yang menutupi lelah dengan senyuman.

Ada anak

yang ingin sekolah.

Ada lansia

yang hanya ingin ditemani.

Ada difabel yang tidak meminta dikasihani.

Mereka hanya ingin dianggap manusia.

Program akan selesai. Laporan akan dikumpulkan. Spanduk KKN 120 akan diturunkan... Tetapi jejak kemanusiaan kalian, akan tinggal lebih lama.

Kalian harus ingat, bahwa masyarakat tidak akan selalu ingat apa yang kita kerjakan… Namun mereka pasti akan selalu mengingat pada bagaimana cara kita memperlakukan mereka.

Belajarlah Mendengar

nanti kalian akan tahu... bahwa seringkali solusi terbaik

lahir bukan dari berbicara.

Solusi terbaik datang dari mendengarkan.

Sebab telinga sering lebih bijaksana daripada mulut.

Inklusi Dimulai dari Sapaan

Senyum. Salam…

Duduk bersama. Minum teh bersama. Mendengar cerita bersama… ngopiiiii

Inklusi tidak selalu dimulai dengan anggaran. Kadang ia hanya lahir dari sapaan sederhana… nyun sewu mbah Dharmo… punteun teteh

Jangan Meninggalkan Siapa Pun

Ketika membuat kegiatan, ingatlah mereka yang tidak bersuara…

Yang tidak datang saat rapat.

Yang tidak mampu berjalan jauh.

Yang tidak mendengar pengeras suara.

Yang tidak mampu membaca tulisan kalian…

jangan tinggalkan mereka... Karena ukuran keberhasilan KKN kalian bukan banyaknya peserta. Tetapi pada sedikitnya orang yang tertinggal.

Jadilah Cahaya

Jangan menjadi orang yang ingin dikenang.

Jadilah orang yang membuat orang di dusun terjauh jadi berani punya harapan…

Karena cahaya tidak pernah meminta tepuk tangan. Ia hanya menerangi. Lalu melanjutkan perjalanan…

KKN adalah latihan menjadi manusia yang mampu melihat manusia lain dengan utuh

Ketika kita memandang setiap warga desa sebagai pribadi yang memiliki martabat, tanpa membedakan kondisi fisik, intelektual, sosial, ekonomi, maupun budaya, saat itulah inklusi benar-benar hidup di atmosfer KKN kalian

Ingatlah… Masyarakat yang inklusif, di manapun, tidak dibangun oleh orang-orang yang paling hebat.

Ia dibangun oleh orang-orang yang bersedia berjalan bersama, mendengar lebih banyak, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang…

Pada suatu ketika, DPL KKN 120, Balong Girisubo

Gunung Kidul, Juni 2026