100_20221124_IMG_5024.JPG

Kamis, 24 November 2022 09:27:49 WIB

0

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Memupuk Passion Bersama Gus Miftah

Pimpinan dan  Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga menyambut kehadiran Gus Miftah di kampus UIN Sunan Kalijaga, 23/11/2022.  Kehadiran alumni UIN Sunan Kalijaga yang terbilang sukses berdakwah dan mengajak manusia untuk selalu berbuat baik ini disambut hangat di gedung Prof.H.M. Amin Abdullah (Multipurpose) oleh Wakil Rektor 2, bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof.Sahiron, Rektor UIN Sunan Kalijaga yang memberikan sambutan secara virtual, dan segenap Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga.

Dalam forum Talkshow Kebangsaan  bertajuk Trendsetter vs Follower ini, Gus Miftah menceritakan liku-liku proses hidupnya yang penuh tantangan hingga dapat meraih kesuksesan menjadi Pendakwah yang dipercaya berbagai kalangan dan berhasil mengIslamkan ribuan orang. Di hadapan para Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Gus Miftah mengaku tidak bisa move on dari kampusnya (UIN Sunan Kalijaga). Begitu banyak kenangan manis di kampus UIN  Sunan Kalijaga yang tak bisa ia lupakan, katanya. “Uang bisa dicari, tetapi kenangan manis di kampus ini tak terganti,” ungkap Gus Miftah. Gus Miftah-pun mengajak seluruh Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk gigih belajar, gigih menyuarakan Islam yang Rahmat,mencintai tanah air, mencintai para pemimpin negeri ini, selalu berbuat baik pada semua orang, dan melatih kesabaran. Agar hidup penuh berkah, dan diberi rejeki yang cukup dari Allah SWT.

Prof.  Sahiron dalam sambutannya mengajak Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk mencontoh perjuangan  Gus Miftah untuk menjadi  Eksis. Menjadi  orang yang dipercaya karena mencontohkan kebaikan.  Menurut  Prof. Sahiron, Gus Miftah menyampaikan ajaran secara implisit,  mudah diterima anak anak muda.  Dakwahnya persuasif, dengan kalimat-kalimat yang sederhana, namun penuh makna.  Ada tiga intisari yang ditekankan  Gus Miftah untuk diikuti.  Bahwa inti Manusia secara keseluruhan  adalah berproses.  Generasi muda harus gigih melalui proses itu.

Karena hidup manusia itu terus berproses,  maka pantangan menjadi  sombong.  Yang belum berhasil harus terus optimis. Yang sudah berhasil tak boleh sombong dan menghina.  Jadi suatu saat menjadi orang yang berhasil tetaplah rendah hati. Gus  Miftah tak pernah menghina /merendahkan.  Karena setiap hidup manusia pastilah memiliki makna. Gus Miftah  mengajarkan etika/ akhlak yg baik.  Gus Miftah juga ahli sodaqoh, demikian jelas Prof.Sahiron.

Dalam setiap dakwahnya Gus Miftah selalu mengasah jiwa  kemanusiaan,  mengajak berbuat baik kepada siapapun. Mencontoh dakwah Gus Miftah,  Prof. Sahiron mengajak seluruh Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk  memahami  betul ajaran Islam yang Rahmat,  menyampaikan ajaran Islam  dengan baik, dan menggiring orang sedikit-demi sedikit ke jalan yang lurus.  Prof.  Sahiron juga  mengajak Mahasiswa mencintai tanah tumpah darah, mencintai  para pemimpin, dan  mencintai guru, seperti yang dicontohkan Gus Miftah.

Sementara itu,  dalam sambutannya  Prof.  Al  Makin  menyampaikan rasa salutnya kepada  Gus Miftah sebagai alumni UIN  Sunan  Kalijaga yang dapat menghadirkan dakwah yang  atraktif, menarik, mengena,  dan dikenal di semua kalangan.  Gus Miftah adalah representasi alumni UIN yang nasehatnya dilaksanakan banyak orang.   Dialog kebangsaan ini sangat berarti untuk menguatkan karakter kengsaan  Sivitas Akademika UIN Sunan Kalijaga, demikian ungkap Prof.Al Makin. (Tim Humas)