100_20180530_Picture8.png
Prof. Dr. Martha C. Beck dari Lion College, Arkansas, USA menyampaikan orasi ilmiah di gedung Amin Abdullah

Selasa, 26 September 2017 05:28:32 WIB

0

Pada Miladnya Yang ke-66 Tahun, UIN Sunan Kalijaga Beri Penghargaan Anugerah Mutu, Dan Jalin Kerjasama dengan The University of Newcastle, Australia

Usia 66 tahun bagi UIN Sunan Kalijaga dapat dijadikan momemtum untuk bersyukur dan berefleksi. Bersyukur karena Allah SWT menuntun para founding father Republik ini medirikan lembaga pendidikan Islam untuk umat Islam di Indonesia, sehingga bisa dengan leluasa menggembangkan ilmu-ilmu ke-Islaman, memelihara tradisi ke-Islaman dan melahirkan banyak ulama yang bisa menjaga semakin baiknya peradaban di negeri ini. Berefleksi untuk memahami apa yang masih kurang dan perlu dibenahi agar semakin baik. Sesuai dengan diskripsi yang dibacakan Mohammad Hatta dalam memorandum di Ndalem Pangulon Kraton Yogyakarta, (10/4/46) lalu. Intinya adalah pengembangan pendidikan tinggi Islam adalah untuk mempertemukan Agama dengan Ilmu dalam suasana kerjasama, agar bisa membimbing masyarakat ke dalam kesejahteraan. Agama dengan Filsafat memperluas kepercayaan dan memperhalus perasaan agama. Agama dengan sejarah memperluas pandangan Agama. Agama dengan Sosiologi mempertajam pandangan Agama ke dalam masyarakat yang hendak dipimpin.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Administrasi, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Phil Sahiron, pada sambutan mewakili Rektor dalam rangka Mensyukuri Kelahiran UIN Sunan Kalijaga yang ke 66 tahun, di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah, kampus UIN Sunan Kalijaga, Selasa (26/9/17). Lebih lanjut disampaikan pula bahwa, dengan basic philosophy ini pula yang dijadikan dasar transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga tahun 2004, agar kampus UIN Sunan Kalijaga lebih leluasa dalam memadukan ilmu-ilmu ke-Islaman, ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta ilmu-ilmu kealaman demi memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi kemajuan dan kejayaan peradaban manusia. Atas kemajuan UIN Sunan Kalijaga saat ini, kiranya patut disampaikan penghormatan dan penghargaan para pendahulu, tokoh perintis, pendiri, dan pengembang institusi ini, kata Sahiron.

Saat ini UIN Sunan Kalijaga sudah berada pada gelombang dan frekwensi yang sama untuk mencapai World Class University (WCU) dalam Islamic Studies, dengan modal akademik diantaranya; 1. peringkat akreditasi A dan BAN-PT. 2. 25 Prodi telah terakreditasi A, 21 Prodi terakreditasi B, 1 Prodi proses akreditasi, dan dalam proses peningkatan akreditasi ke B dan A. 3. Sertifikat ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Jerman sejak tahun 2009 berhasil dipertahankan (sebagai lembaga yang memenuhi standar pelayanan jasa berbasis Internasional). 4. Infrastruktur Teknologi Informasi yang representatif dan tercatat sebagai Top Nasional Winner Program Telkom Smart Campus. 5. UIN Sunan Kalijaga berhasil di posisi ke 3 nasional dan ke 6 Asia Tenggara dalam rangking webomentric. 6. SDM Dosen dan Peneliti yang memiliki reputasi nasional dan internasional, dengan jumlah Profesor 35 orang dan lebih dari 100 Doktor. 7. Sejak Juli 2016 resmi menjadi anggota Lembaga Akreditasi tingkat Internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). 8. Memacu reputasi Internasional melalui program riset pasca Doktor. 9. Membuka dua Program Doktor klas Internasional pada tahun akademik 2015/2016 (saat ini sudah 2 angkatan), dan melibatkan empat universitas dari negara lain untuk mensukseskan Program Doktor klas internasional ini, yakni; Georg August University, Jerman, Zaitunah University Tunisia, Redboad University Belanda, dan Suez Canal University Mesir. 10. Sudah memiliki jurnal Internasional bidang Islamic Studies dan sedang dirintis jurnal Internasional bidang Eksakta. 11. Mendirikan Sunan Kalijaga International Comparative Research Canter, asosiasi keilmuan semua Prodi, mendirikan pesatren mahasiswa sebagai tempat pembinaan agama, pembentukan akhlak karimah dan penguatan ketrampilan berbahasa Arab dan Inggris.

Dengan modal itu semua, pihaknya yakin cita-cita menjadi World Class University (WCU) dalam Islamic Studies segera terwujud. Pada Rapat Senat Terbuka Mensyukuri UIN Sunan Kalijaga kali ini juga dilakukan penandatangan MoU dengan University of Newcastle Australia. MoU ditandatangani oleh: Prof. Alan Hayes, AM., FAPS., Ph.D. dan Dr. Deboras Hartman dari Faculty of Health and Medicine, University of Newcastle, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., dan Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag., dari UIN Sunan Kalijaga. Melalui MoU ini kedua belah pihak sepakat untuk saling memperkuat, mempromosikan pengembangan akademik, penelitian, dan kebudayaan kedua negara (Indonesia dan Australia). Mendorong dan mendukung program-program penelitian bersama. Membuat program-program dual degree Indonesia-Austalia. Seminar, Studi tour dan pertemuan akademik. Pertukaran bahan ajar, pelatihan dan informasi pengembangan akademik. Penelitian bersama, pelatihan dan pengembangan profesi. Visiting Professor dan Adjunct Professorship. Diseminasi karya akademik melalui jurnal ilmiah internasional. Pada Rapat senat Terbuka ini juga di Launching Website Sunan Kalijaga International Journal of Islamic Civilization.

UIN Sunan Kalijaga juga memberikan penghargaan anugerah mutu kepada sejumlah mahasiswa yang berprestasi di bidang non-akademik di tingkat regional, nasional, dan internasional. Ada sejumlah tujuhbelas orang mahasiswa dari berbagai fakultas yang menerima anugerah ini. Dan Penghargaan anugerah mutu bidang akademik kepada lima orang mahasiswa. Pernghargaan anugerah mutu kepada lima orang Dosen teladan, limabelas orang Tenaga Kependidikan teladan, lima orang Mahasiswa teladan, dua Fakultas Teladan, serta dua Prodi teladan.

Pada puncak acara disampaikan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Martha C. Beck dari Lion College, Arkansas, USA (sebagai pemenang kontes menulis internasional yang diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga). Prof. Martha menyampaikan karya ilmiahnya tentang sebuah visi untuk menyatukan pandangan universal agama-agama (Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain) dalam rangka membangun peradaban global dan memelihara keadilan, serta perdamain dalam bingkai Institusi PTKIN seluruh Indonesia (Weni Hidayati- Foto: Doni TW-Humas UIN Suka)