Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron, menegaskan pentingnya integrasi keilmuan dan kekhasan kurikulum Fakultas Kedokteran (FK) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Gathering Calon Dosen Fakultas Kedokteran hari kedua yang berfokus pada pembahasan kurikulum, Sabtu (17/1/2026), di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta.
Prof. Sahiron menjelaskan bahwa proses pendirian Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga telah melalui tahapan panjang, dan keterlibatan para dokter sebagai calon dosen menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan akademik dan pengembangan mutu Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga di bawah koordinasi Diktis Kementerian Agama.
Menurutnya, integrasi keilmuan menjadi fondasi penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran di lingkungan PTKIN. Fakultas Kedokteran PTKIN dirancang dengan karakter keilmuan yang khas melalui penguatan integrasi antara ilmu kedokteran modern dan khazanah keilmuan Islam. Di samping pemenuhan mata kuliah wajib pendidikan kedokteran, mahasiswa juga dibekali perspektif keilmuan yang lebih komprehensif melalui kajian karya-karya Ibnu Sina serta pemikir kedokteran klasik lainnya.
Relevansi khazanah kedokteran klasik tersebut, lanjutnya, tidak hanya bersifat historis, tetapi juga tetap diakui dalam perkembangan ilmu kedokteran kontemporer di tingkat global. Hal ini tercermin dari pemanfaatan karya-karya kedokteran klasik Islam yang hingga kini masih dipelajari dan diterjemahkan di berbagai negara, termasuk di Jerman, sebagai rujukan akademik dalam pengembangan keilmuan kedokteran modern.
Integrasi tersebut, lanjutnya, perlu dilakukan agar perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan secara berkelanjutan. Pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritualitas. Dalam konteks tersebut, dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran ke depan juga akan dibekali kemampuan bahasa Arab sebagai bagian dari penguatan akademik.
Berkaitan dengan hal tersebut, figur yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan keuangan UIN Jogja ini, juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Kementerian Agama akan melakukan penguatan kemampuan akademik dan bahasa asing bagi dosen. Langkah ini diharapkan dapat mendorong dosen untuk terus berkembang, baik dari sisi kualitas akademik maupun penguasaan bahasa asing.(humassk)