Di tengah tuntutan mutu riset yang semakin ketat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya melahirkan lulusan. Ia harus menjadi pusat produksi pengetahuan yang hidup, teruji, dan berdampak bagi masyarakat. Dari ruang-ruang jurnal ilmiah inilah reputasi akademik sebuah kampus dibangun secara perlahan namun berkelanjutan.
Komitmen itu kembali ditegaskan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui keberhasilan tujuh jurnal ilmiahnya meraih reakreditasi SINTA periode 2025. Capaian tersebut ditetapkan dalam Surat Keputusan Nomor 295/C/C3/KPT/2026 tertanggal 2 Januari 2026.
Keberhasilan reakreditasi tersebut mencakup tujuh jurnal ilmiah lintas disiplin, yakni Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin (SINTA 1), Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum (SINTA 2), IJID – International Journal on Informatics for Development (SINTA 2), Impulse: Journal of Research and Innovation in Physics Education (SINTA 3), JISKa – Jurnal Informatika UIN Sunan Kalijaga (SINTA 3), Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam (SINTA 4), serta Journal of Tropical Chemistry Research and Education (SINTA 4).
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa capaian reakreditasi jurnal merupakan bagian dari strategi penguatan ekosistem riset kampus yang dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, universitas secara konsisten melakukan pendampingan, penguatan tata kelola jurnal, serta asistensi teknis agar publikasi ilmiah memenuhi standar mutu.
Pasalnya, jurnal bereputasi nasional menyediakan ruang publikasi yang kredibel bagi dosen untuk menyebarluaskan hasil riset, memperkuat rekam jejak keilmuan, serta meningkatkan produktivitas akademik yang menjadi indikator utama mutu perguruan tinggi. Melalui jurnal terakreditasi, karya dosen tidak hanya terdokumentasi secara ilmiah, tetapi juga berkontribusi dalam diskursus keilmuan nasional, memperluas jejaring riset, serta mendukung pengembangan karier akademik secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, keberadaan jurnal terakreditasi menjadi ruang belajar yang nyata. Mereka tidak hanya mengonsumsi pengetahuan, tetapi mulai dilatih meneliti, menulis, dan menyumbangkan ide secara ilmiah. Sementara bagi masyarakat, publikasi riset menghadirkan solusi berbasis ilmu terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Keberhasilan ini juga memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu PTKIN yang aktif membangun ekosistem riset produktif dan berkelanjutan. Di tengah kompetisi global pendidikan tinggi, produktivitas publikasi ilmiah menjadi indikator penting kualitas institusi.
Dengan semakin banyaknya jurnal bereputasi, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya menjaga standar akademik, tetapi juga memperluas kontribusi keilmuan bagi bangsa.(humassk)