WhatsApp Image 2026-03-11 at 17.05.09.jpeg

Rabu, 11 Maret 2026 20:18:00 WIB

0

Menjawab Tingginya Populasi Lansia di Yogyakarta dan Kebutuhan Dokter Nasional, UIN Sunan Kalijaga Upayakan Pendirian Fakultas Kedokteran

Yogyakarta merupakan daerah dengan proporsi penduduk lanjut usia tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa persentase lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar 16 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 12 persen. Kondisi demografis ini membawa konsekuensi terhadap meningkatnya berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit degeneratif, termasuk gangguan muskuloskeletal seperti masalah tulang, sendi, dan mobilitas yang banyak dialami kelompok lanjut usia.

Pada saat yang sama, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga medis. Rasio dokter terhadap jumlah penduduk masih berada di bawah standar ideal, sementara distribusinya juga belum merata di berbagai wilayah. Pemerintah pun mendorong berbagai kebijakan strategis untuk menambah jumlah dokter sekaligus memperluas akses pendidikan kedokteran.


Dalam konteks itulah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengusulkan pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Sebagai bagian dari proses tersebut, dilakukan evaluasi lapangan oleh tim evaluator pada Rabu (11/3/2026) di Teatrikal Lt 4 Gedung Fakultas Kedokteran kampus setempat.

Dalam pidatonya, Rektor menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga terus berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.

“Pendirian Fakultas Kedokteran ini menjadi tonggak penting dalam transformasi akademik UIN Sunan Kalijaga menuju universitas riset berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” ujarnya.


Fakultas Kedokteran ini, lanjut Rektor, dirancang sebagai ruang pengembangan ilmu kedokteran yang berlandaskan pada keunggulan akademik, integritas keilmuan, serta inovasi riset. Kurikulumnya disusun adaptif dan berbasis sains mutakhir, didukung oleh riset interdisipliner serta jejaring kolaborasi nasional maupun internasional. Melalui pendekatan tersebut, fakultas ini diharapkan dapat memperkuat posisi akademik UIN Sunan Kalijaga baik di tingkat nasional maupun global.

Lebih dari sekadar mencetak tenaga medis yang kompeten, Rektor berharap pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga dmampu melahirkan dokter dan ilmuwan kesehatan yang memiliki kepekaan sosial dalam melayani masyarakat, memiliki kapasitas kepemimpinan, empati, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam merespons berbagai tantangan kesehatan global, ketimpangan akses layanan, dan dinamika masyarakat multikultural.

“Integrasi antara ilmu kedokteran, nilai keislaman, spiritualitas, dan kemanusiaan menjadi ciri khas yang membedakan dan memperkaya pendekatan pendidkan kedokteran UIN Sunan Kalijaga yang memilih keunggulan keilmuan pada pendekatan prevensi promosi moskuluskeletal, khususnya pada kelompok lansia,” ungkapnya.

Nada yang sama disampaikan Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Deny Kurniawan, M.T., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas akses pendidikan kedokteran di Indonesia..

Menurutnya, kehadiran program studi kedokteran ini  tidak hanya menambah pilihan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang medis, tetapi juga dapat menghadirkan pendekatan keilmuan yang berbeda dari program serupa yang telah ada.

Ia juga berharap ke depan Fakultas Kedokteran ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa dari keluarga ekonomi terbatas serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga dapat membantu mengatasi ketimpangan distribusi tenaga dokter di Indonesia.

Pelaksanaan evaluasi lapangan ini menandai bahwa proses panjang pengusulan pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga telah sampai pada tahap yang sangat penting. Capaian hingga tahap ini menjadi bukti kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak di lingkungan kampus dan stakeholders dalam mewujudkan rencana pendirian Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari penguatan pengembangan akademik dan kontribusi bagi masyarakat.(humassk)