1002073381.jpg

Rabu, 13 Mei 2026 08:21:00 WIB

0

Pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN Perkuat Kolaborasi Nasional, Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Terpilih Jadi Ketua

Langkah strategis penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) resmi dimulai melalui pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN. Forum nasional yang mempertemukan para pengelola admisi dari seluruh Indonesia tersebut digelar di The Grand Platinum, Selasa (12/5/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Handini, secara aklamasi dipercaya menjadi ketua pertama Asosiasi Admisi PTKIN. Penunjukan ini menandai kepercayaan nasional terhadap kapasitas UIN Sunan Kalijaga dalam pengembangan sistem admisi yang adaptif dan modern.

Sebagai praktisi komunikasi sekaligus pengelola admisi, Handini menegaskan bahwa asosiasi tersebut akan difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas kampus, transformasi digital, serta strategi branding institusi yang lebih relevan dengan karakter generasi muda saat ini.

“Ini adalah amanah besar untuk menyatukan visi para pengelola admisi. Fokus awal kami adalah memperkuat kolaborasi lintas kampus, berbagi best practice dalam pengelolaan pendaftaran, serta melakukan transformasi strategi komunikasi agar PTKIN menjadi pilihan utama bagi generasi Z dan Alpha,” ujarnya.

Pembentukan asosiasi ini diproyeksikan menjadi wadah koordinasi nasional dalam standarisasi layanan admisi, integrasi sistem, serta pengembangan strategi rekrutmen mahasiswa baru di bawah naungan Kementerian Agama RI. Kehadiran asosiasi juga diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas dan daya saing PTKIN di tingkat nasional.

Ketua Panitia PMB PTKIN Nasional, Prof. Dr. Abd. Aziz, menilai deklarasi asosiasi tersebut merupakan respons konkret atas tantangan pengelolaan admisi yang semakin kompleks, terutama terkait integrasi data dan keamanan sistem.

“Evaluasi tahun ini menunjukkan tren positif, namun tantangan ke depan menuntut kita untuk bergerak lebih solid. Asosiasi ini hadir untuk memastikan bahwa setiap gerbang masuk ke PTKIN memiliki standar layanan dan sistem keamanan data yang seragam dan tangguh,” katanya.

Hal senada disampaikan Koordinator Penjamin Mutu PMB PTKIN, Prof. Zulfahmi Alwi. Menurutnya, kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas proses seleksi mahasiswa baru yang kredibel dan objektif.

“Tugas kami di Penjamin Mutu adalah memastikan instrumen seleksi tetap relevan dan objektif. Dengan adanya asosiasi, kontrol kualitas terhadap proses admisi di seluruh satker PTKIN akan lebih terukur dan memiliki payung hukum yang jelas,” jelasnya.

Keterpilihan Handini sekaligus mempertegas kontribusi aktif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Islam nasional. Selama kurang lebih enam tahun terlibat dalam pengelolaan admisi, Handini dinilai konsisten mendorong inovasi layanan, penguatan komunikasi publik, serta digitalisasi sistem penerimaan mahasiswa baru.

Melalui momentum pembentukan Asosiasi Admisi PTKIN ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya menjadi garda depan dalam menghadirkan ekosistem admisi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas calon mahasiswa sejak gerbang pertama pendidikan tinggi.(humassk)