1002073454.jpg

Kamis, 14 Mei 2026 16:41:00 WIB

0

Izin Prodi Kedokteran Terbit, UIN Sunan Kalijaga Buka Babak Baru Integrasi Sains dan Keislaman

Penantian panjang Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga untuk menghadirkan pendidikan kedokteran akhirnya terwujud. Kampus Islam negeri tertua di Indonesia itu resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 490/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 5 Mei 2026.

Terbitnya izin tersebut menandai babak baru perjalanan kelembagaan UIN Sunan Kalijaga, sekaligus menjadi pencapaian strategis dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam di bidang kesehatan nasional.

Rektor UIN Sunan Kalijaga menyebut kehadiran Program Studi Kedokteran bukan sekadar penambahan program akademik, melainkan langkah besar untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang unggul, integratif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah pengembangan kelembagaan UIN Sunan Kalijaga. Kami ingin melahirkan dokter-dokter yang tidak hanya kuat secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta perspektif integrasi-interkoneksi keilmuan yang menjadi ciri khas UIN Sunan Kalijaga,” ujarnya.

Rektor juga menekankan, bahwa lahirnya Prodi Kedokteran merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, rumah sakit mitra pendidikan, para pakar, hingga seluruh sivitas akademika. Kehadiran fakultas ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia yang terus berkembang.

“Kami percaya Prodi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga akan menjadi ruang lahirnya tenaga kesehatan masa depan yang adaptif, humanis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa proses pendirian Prodi Kedokteran berlangsung panjang dan penuh tantangan. Pendidikan kedokteran, kata dia, memiliki standar sangat ketat, baik dari aspek akademik, tata kelola, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga jejaring rumah sakit pendidikan.

Karena itu, keluarnya izin tersebut menjadi bukti bahwa UIN Sunan Kalijaga dinilai siap secara institusional untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran.

“Sejak awal kami merancang Prodi Kedokteran bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan formal pembukaan program studi, tetapi sebagai fondasi jangka panjang pengembangan 

Pasca-terbitnya izin, lanjut Prof Isti, UIN Sunan Kalijaga mulai menata struktur organisasi, menyiapkan sistem penerimaan mahasiswa baru, serta membangun sistem akademik tersendiri yang disesuaikan dengan pola pembelajaran blok dalam pendidikan kedokteran.

“Dalam proses pengembangan itu, UIN Sunan Kalijaga juga akan terus didampingi Universitas Diponegoro sebagai universitas pendamping hingga program studi memperoleh akreditasi minimum,” pungkasnya.

Kehadiran Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dinilai menjadi momentum penting dalam transformasi perguruan tinggi Islam di Indonesia. Terlebih, UIN Sunan Kalijaga mengusung kekhasan pengembangan keilmuan di bidang kesehatan geriatri dan muskuloskeletal sebagai fokus unggulan pendidikan kedokterannya.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga sebagai kampus yang terus memperluas kontribusi keilmuan, dari basis pendidikan keislaman menuju integrasi multidisiplin yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kehadiran Program Studi Kedokteran juga menambah deretan program studi umum di UIN Sunan Kalijaga sejak bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi universitas pada 2004.

Prodi Kedokteran melengkapi 19 program studi umum jenjang sarjana yang telah lebih dahulu berkembang di UIN Sunan Kalijaga, berdampingan dengan 25 program keislaman program sarjana lainnya. Kehadiran fakultas ini menjadi penanda semakin kuatnya transformasi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan sains dan keislaman dalam menjawab tantangan masa depan.(humassk)