Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam
mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keberlanjutan lingkungan, dan
pembangunan global memperoleh pengakuan internasional. Dalam pemeringkatan
Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026, UIN Sunan
Kalijaga berhasil masuk kelompok 601–800 universitas terbaik dunia dari 1.603
perguruan tinggi global yang dinilai.
Capaian
tersebut menandai semakin kuatnya posisi UIN Sunan Kalijaga dalam peta
perguruan tinggi dunia yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Berbeda
dengan pemeringkatan akademik yang berfokus pada reputasi dan publikasi ilmiah,
THE Sustainability Impact Ratings menilai sejauh mana perguruan tinggi
memberikan dampak nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan
dunia. Penilaian dilakukan melalui empat area utama, yaitu penelitian, tata
kelola dan pengelolaan institusi, kontribusi kepada masyarakat, serta
pendidikan yang mendukung agenda keberlanjutan global.
Menanggapi
capaian tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyebut
keberhasilan masuk kelompok 601–800 dunia sebagai tonggak penting bagi kampus.
“Alhamdulillah,
ini adalah kali pertama UIN Sunan Kalijaga masuk dalam THE Sustainability
Impact Ratings dan langsung berada pada kelompok 601–800 dunia. Capaian ini
penting karena menjadi bagian dari indikator kinerja institusi sekaligus
menunjukkan bahwa ikhtiar kami membangun kampus yang berkelanjutan, berbasis
nilai-nilai keislaman dan ecotheology, mendapatkan pengakuan di tingkat
global,” ujarnya.
Menurut Prof. Noorhaidi, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas
akademika. Ia menyampaikan apresiasi kepada Senat Universitas, dosen, tenaga
kependidikan, pimpinan universitas, fakultas, Pascasarjana, LPPM, serta tim
Pemeringkatan dan SDGs yang telah berkontribusi dalam mendorong agenda
keberlanjutan kampus.
“Pengakuan
ini bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus memperkuat kontribusi
UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui
pendidikan, riset, pengabdian, dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Di
tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim dan krisis
lingkungan, UIN Sunan Kalijaga memilih pendekatan yang khas melalui
pengembangan ecotheology, yaitu pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan
bagian dari tanggung jawab spiritual dan keagamaan. Pendekatan ini sejalan
dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menjadikan ecotheology sebagai
salah satu program prioritas nasional.
Komitmen
tersebut diwujudkan melalui berbagai program keberlanjutan yang dikembangkan
kampus. Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Sunan Kalijaga secara konsisten
mengembangkan konsep Green Campus yang menekankan efisiensi energi, pengelolaan
lingkungan, konservasi air, pengurangan limbah, serta penguatan budaya ramah
lingkungan di lingkungan akademik.
Komitmen
tersebut juga diperluas melalui gagasan Forest Campus yang menjadi bagian dari
pengembangan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Pajangan, Bantul. Konsep ini
menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan
kampus dengan mengedepankan keharmonisan antara fasilitas pendidikan,
konservasi alam, perlindungan sumber air, dan pelestarian warisan budaya
setempat.
Pengakuan
melalui THE Sustainability Impact Ratings 2026 bukanlah capaian yang hadir
secara tiba-tiba. Pada tahun 2025, UIN Sunan Kalijaga meraih 3,5 Trees Rating
dari UI GreenMetric World University Rankings, sebuah sistem audit dan
pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang diakui secara internasional.
Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yakni
infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, konservasi air,
transportasi berkelanjutan, serta pendidikan dan penelitian. Capaian tersebut
menunjukkan komitmen kuat UIN Sunan Kalijaga dalam membangun tata kelola kampus
yang berkelanjutan.
Pada
tahun yang sama, UIN Sunan Kalijaga juga memperoleh penghargaan sebagai
Perguruan Tinggi Peserta Baru Terbaik Indonesia dalam ajang UI GreenMetric
2025. Penghargaan tersebut menunjukkan kesiapan kelembagaan, konsistensi
kebijakan, serta praktik nyata kampus dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip
keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat,
dan tata kelola institusi.
Bagi
lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), capaian ini
memiliki arti strategis. Masuknya UIN Sunan Kalijaga dalam THE Sustainability
Impact Ratings menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam tidak hanya
berkontribusi dalam pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga mampu menghadirkan
solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, pembangunan
berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga kemitraan internasional.
Masuknya
UIN Sunan Kalijaga dalam Sustainability Impact Ratings memperlihatkan bahwa
kampus Islam dapat menjadi bagian penting dari solusi global tanpa kehilangan
identitas keagamaannya. Justru nilai-nilai keislaman yang dikembangkan menjadi
sumber inspirasi dalam membangun model keberlanjutan yang berakar pada etika,
tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih
dari sekadar posisi dalam tabel pemeringkatan, capaian ini menjadi indikator
bahwa transformasi UIN Sunan Kalijaga menuju kampus yang berkelanjutan,
inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat mulai memperoleh
pengakuan dunia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, UIN Sunan
Kalijaga terus berupaya menghadirkan model perguruan tinggi Islam yang
memadukan ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan keberlanjutan untuk masa depan
yang lebih baik.(humassk)