WhatsApp Image 2026-06-22 at 19.34.58.jpeg

Senin, 22 Juni 2026 22:33:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Raih Pengakuan Global atas Komitmen Keberlanjutan dan Ecotheology

Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan global memperoleh pengakuan internasional. Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026, UIN Sunan Kalijaga berhasil masuk kelompok 601–800 universitas terbaik dunia dari 1.603 perguruan tinggi global yang dinilai.

Capaian tersebut menandai semakin kuatnya posisi UIN Sunan Kalijaga dalam peta perguruan tinggi dunia yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berbeda dengan pemeringkatan akademik yang berfokus pada reputasi dan publikasi ilmiah, THE Sustainability Impact Ratings menilai sejauh mana perguruan tinggi memberikan dampak nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dunia. Penilaian dilakukan melalui empat area utama, yaitu penelitian, tata kelola dan pengelolaan institusi, kontribusi kepada masyarakat, serta pendidikan yang mendukung agenda keberlanjutan global.

Menanggapi capaian tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyebut keberhasilan masuk kelompok 601–800 dunia sebagai tonggak penting bagi kampus.

“Alhamdulillah, ini adalah kali pertama UIN Sunan Kalijaga masuk dalam THE Sustainability Impact Ratings dan langsung berada pada kelompok 601–800 dunia. Capaian ini penting karena menjadi bagian dari indikator kinerja institusi sekaligus menunjukkan bahwa ikhtiar kami membangun kampus yang berkelanjutan, berbasis nilai-nilai keislaman dan ecotheology, mendapatkan pengakuan di tingkat global,” ujarnya.

Menurut Prof. Noorhaidi, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Ia menyampaikan apresiasi kepada Senat Universitas, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, fakultas, Pascasarjana, LPPM, serta tim Pemeringkatan dan SDGs yang telah berkontribusi dalam mendorong agenda keberlanjutan kampus.

“Pengakuan ini bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus memperkuat kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, pengabdian, dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim dan krisis lingkungan, UIN Sunan Kalijaga memilih pendekatan yang khas melalui pengembangan ecotheology, yaitu pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual dan keagamaan. Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menjadikan ecotheology sebagai salah satu program prioritas nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program keberlanjutan yang dikembangkan kampus. Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Sunan Kalijaga secara konsisten mengembangkan konsep Green Campus yang menekankan efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, konservasi air, pengurangan limbah, serta penguatan budaya ramah lingkungan di lingkungan akademik.

Komitmen tersebut juga diperluas melalui gagasan Forest Campus yang menjadi bagian dari pengembangan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Pajangan, Bantul. Konsep ini menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan kampus dengan mengedepankan keharmonisan antara fasilitas pendidikan, konservasi alam, perlindungan sumber air, dan pelestarian warisan budaya setempat.

Pengakuan melalui THE Sustainability Impact Ratings 2026 bukanlah capaian yang hadir secara tiba-tiba. Pada tahun 2025, UIN Sunan Kalijaga meraih 3,5 Trees Rating dari UI GreenMetric World University Rankings, sebuah sistem audit dan pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang diakui secara internasional. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yakni infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, konservasi air, transportasi berkelanjutan, serta pendidikan dan penelitian. Capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat UIN Sunan Kalijaga dalam membangun tata kelola kampus yang berkelanjutan.

Pada tahun yang sama, UIN Sunan Kalijaga juga memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Peserta Baru Terbaik Indonesia dalam ajang UI GreenMetric 2025. Penghargaan tersebut menunjukkan kesiapan kelembagaan, konsistensi kebijakan, serta praktik nyata kampus dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi.

Bagi lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), capaian ini memiliki arti strategis. Masuknya UIN Sunan Kalijaga dalam THE Sustainability Impact Ratings menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga kemitraan internasional.

Masuknya UIN Sunan Kalijaga dalam Sustainability Impact Ratings memperlihatkan bahwa kampus Islam dapat menjadi bagian penting dari solusi global tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Justru nilai-nilai keislaman yang dikembangkan menjadi sumber inspirasi dalam membangun model keberlanjutan yang berakar pada etika, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih dari sekadar posisi dalam tabel pemeringkatan, capaian ini menjadi indikator bahwa transformasi UIN Sunan Kalijaga menuju kampus yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat mulai memperoleh pengakuan dunia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, UIN Sunan Kalijaga terus berupaya menghadirkan model perguruan tinggi Islam yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik.(humassk)