Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang baru memperoleh izin pembukaan pada Mei 2026 dan diresmikan oleh Menteri Agama pada 4 Juni 2026 langsung mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar pada Mandiri Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 menjadi penanda besarnya kepercayaan publik terhadap Prodi Kedokteran UIN Jogja yang memiliki kekhasan berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan (preventif-promotif) penyakit muskuloskeletal, khususnya pada kelompok lansia.
Merespons antusiasme tersebut, UIN Sunan Kalijaga menggelar seleksi calon mahasiswa secara ketat, profesional, dan berstandar. Tahapan Tes Potesnsi Akademik Computer Based Test (CBT) dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) hingga Kamis (2/7/2026) di Ruang Training 1 Rektorat Lama dan Laboratorium Komputer Lantai 4 Gedung Fakultas
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa sejak awal UIN Sunan Kalijaga berkomitmen membangun pendidikan kedokteran yang mengedepankan mutu. Karena itu, proses penerimaan mahasiswa dilaksanakan mengikuti seluruh standar yang dipersyaratkan oleh lembaga yang berwenang agar mampu menjaring calon mahasiswa terbaik.
"Kami akan memastikan seluruh proses berjalan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku untuk mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar memenuhi kualifikasi," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Noorhaidi juga menuturkan, bahwa menjadi mahasiswa kedokteran tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Pendidikan kedokteran membutuhkan ketangguhan psikologis, sehingga proses seleksi juga dirancang untuk mengukur berbagai aspek yang menentukan keberhasilan mahasiswa selama menjalani pendidikan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga siap mengawal seluruh proses sesuai regulasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus mencetak tenaga kesehatan profesional yang memiliki kepekaan keislaman dan kemanusiaan untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi peradaban," ujarnya.
Nada yang sama disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istiningsih, yang sejak awal mengawal proses pendirian Prodi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga.
"Ini adalah hari yang sangat monumental bagi UIN Sunan Kalijaga, khususnya Program Studi Kedokteran. Untuk pertama kalinya kami melaksanakan seleksi calon mahasiswa baru setelah terbitnya izin pembukaan program studi pada bulan Mei," ujarnya.
Prof. Istiningsih menjelaskan, proses seleksi dirancang secara komprehensif untuk memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan psikologis, kondisi kesehatan yang memadai, serta komitmen untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran.
"Tingginya jumlah pendaftar pada gelombang pertama menjadi indikator besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga. Karena itu, proses seleksi kami laksanakan secara profesional dengan berpedoman pada prinsip adil, objektif, dan transparan sesuai arahan Rektor. Kami berkomitmen memberikan kesempatan kepada seluruh calon mahasiswa, tetapi keputusan akhir tetap didasarkan pada capaian skor dan pemenuhan seluruh standar seleksi yang telah ditetapkan," ujarnya.
Pendaftar yang lulus tes CBT ini, lanjut Prof. Istiningsih, akan menjalani tes psikologi, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, wawancara calon mahasiswa dan orang tua bersama calon dosen pembimbing akademik, serta wawancara bersama pimpinan universitas. Rangkaian tersebut menjadi dasar dalam menilai kesiapan calon mahasiswa mengikuti pendidikan kedokteran secara utuh.
Menurutnya, tahapan wawancara tidak hanya bertujuan menggali potensi akademik calon mahasiswa, tetapi juga memahami kekuatan, tantangan, motivasi belajar, serta komitmen keluarga dalam mendukung keberhasilan studi selama menempuh pendidikan kedokteran.
Ia menambahkan, komitmen menjaga kualitas seleksi juga sejalan dengan pesan dari Rumah Sakit Pendidikan Utama UIN Sunan Kalijaga, RSST dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, yang menekankan pentingnya memilih calon mahasiswa terbaik dengan potensi menyelesaikan pendidikan kedokteran secara utuh hingga menjadi dokter.
"Pesannya jelas, proses seleksi harus dilakukan secara profesional agar menghasilkan calon mahasiswa yang mampu mengikuti seluruh tahapan pendidikan sampai nantinya diambil sumpah sebagai dokter," ungkapnya.
Pelaksanaan seleksi perdana ini menjadi langkah awal UIN Sunan Kalijaga dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berorientasi pada mutu. Tingginya kepercayaan masyarakat dijawab melalui proses seleksi yang akuntabel, objektif, dan berstandar sebagai fondasi untuk melahirkan dokter-dokter profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi medis, tetapi juga tangguh, memiliki integritas, nilai-nilai keislaman, serta kepedulian terhadap kemanusiaan.(humassk)