IMG-20260707-WA0165.jpg

Selasa, 07 Juli 2026 14:18:00 WIB

0

Menggerakkan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Pengabdian untuk Pembangunan Berkelanjutan, UIN Sunan Kalijaga Lepas 3.725 Mahasiswa KKN

Pengabdian kepada masyarakat merupakan titik temu dari seluruh proses pendidikan tinggi. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah diperdalam melalui penelitian, kemudian dipertemukan dengan realitas kehidupan melalui pengabdian. Dalam proses itulah mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari, tetapi juga belajar memahami masyarakat, mengenali persoalan di lapangan, serta membangun solusi bersama. Berangkat dari semangat tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberangkatkan 3.725 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120, Selasa (7/7/2026) dengan mengusung tema "Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Pengabdian untuk Pembangunan Berkelanjutan".


Dalam seremoni pelepasan yang berlangsung di halaman Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menjelaskan bahwa KKN Angkatan 120 membuka ruang belajar dan pengabdian yang semakin luas. Selain tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa juga menjalankan pengabdian di Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan sebagai bagian dari upaya universitas memperluas pengalaman lintas budaya sekaligus memperkuat jejaring pengabdian pada tingkat global.


Luasnya cakupan pengabdian tersebut, menurut Dr. Qoyum, menghadirkan pengalaman belajar yang semakin beragam sekaligus menuntut kesiapan setiap peserta. Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengutamakan keselamatan selama proses pengabdian yang akan berlang 45 hari ke depan.

Sementara itu di dalam negeri, lanjutnya, sebanyak 1.972 mahasiswa yang tergabung dalam 91 kelompok melaksanakan KKN di 20 kabupaten di luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun 1.634 mahasiswa lainnya yang terbagi dalam 158 kelompok menjalankan pengabdian di 27 kalurahan di DIY.

Tidak hanya itu, Cakupan program juga menjangkau sejumlah wilayah luar Jawa, di antaranya Sumba Barat Daya (Nusa Tenggara Timur), Bireuen (Aceh), Karangasem (Bali), Morotai (Maluku Utara), dan Sintang (Kalimantan Barat). Sebaran tersebut menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami beragam karakter masyarakat, mengenali potensi lokal, serta belajar merespons persoalan pembangunan sesuai konteks setiap daerah.

Ketua LPPM juga menyampaikan, jangkauan yang luar biasa ini, selain dukungan dari pimpinan UIN Sunan Kalijaga  juga tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank Syariah Indonesia, serta berbagai mitra lainnya turut memperkuat penyelenggaraan program pengabdian tersebut.


Nada yang sama disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki. Menurutnya, KKN merupakan laboratorium kehidupan yang mempertemukan mahasiswa dengan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Di tengah masyarakat, mahasiswa belajar memahami kehidupan sosial, melatih kepemimpinan dan kesabaran, serta membangun semangat gotong royong.

"KKN bukan sekadar Anda datang ke desa, tetapi kesempatan untuk mengenal Indonesia. Jangan menjadi beban bagi masyarakat, tetapi kenali kehidupan mereka dan ikut membangun masyarakat sesuai dengan aset yang mereka miliki," ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, yang secara simbolis melepas mahasiswa KKN melalui pemukulan gong, menegaskan bahwa semangat “Pengabdian Nyata, Inovasi Berkelanjutan," mengajak mahasiswa menghadirkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat sekaligus menumbuhkan berbagai gagasan yang mampu memberikan manfaat secara berkesinambungan.

Lebih lanjut, Prof. Noorhaidi menjelaskan bahwa semangat keberlanjutan yang diusung dalam KKN sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi salah satu pijakan pengembangan UIN Sunan Kalijaga melalui Pusat SDGs. Berbagai isu seperti pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, energi bersih, kesetaraan, hingga keadilan sosial merupakan tantangan bersama yang memerlukan kontribusi nyata dari perguruan tinggi.


"Karena itu, pahami nilai-nilai SDGs dan terjemahkan dalam berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang untuk menghadirkan aksi nyata,” ujarnya.

Mengakhiri arahannya, Rektor mengingatkan seluruh peserta KKN agar senantiasa menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi moralitas, integritas, dan etika di tengah masyarakat. Setiap sikap, ucapan, dan karya yang ditunjukkan selama KKN menjadi cerminan nilai-nilai UIN Sunan Kalijaga sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdampak, dan bereputasi global.


Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro', mewakili pemerintah daerah untuk menerima secara simbolis mahasiswa KKN, menilai kehadiran mereka menjadi titik temu antara ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dengan agenda pembangunan daerah. 

“Saya berharap mahasiswa tidak sekadar datang dan menyelesaikan program, tetapi mampu membangun kolaborasi bersama masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang telah dimiliki setiap desa,” ujarnya.

Figur yang juga merupakan alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jogja ini, juga mendorong mahasiswa untuk aktif berinteraksi dengan pemerintah desa dan berbagai elemen masyarakat lainnya sebagai mitra dalam menjalankan program pemberdayaan.

Komitmen UIN Jogja dalam mendukung pelaksanaan KKN juga diwujudkan melalui perlindungan bagi seluruh peserta. Pada kesempatan tersebut, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta menyerahkan kepesertaan jaminan kesehatan secara simbolis kepada mahasiswa KKN. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya universitas memastikan mahasiswa dapat menjalankan proses belajar dan pengabdian secara aman sehingga dapat lebih fokus mengembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.


Istighasah dan doa bersama turut mengiringi keberangkatan mahasiswa. Dipimpin Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Dr. Adib Sofia, bersama Katib Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, KH Eddy Mushoffa, momen tersebut merefleksikan karakter pendidikan UIN Sunan Kalijaga yang memadukan ikhtiar akademik dan spiritual sebagai bekal bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu, nilai, dan kepedulian saat mengabdi di tengah masyarakat.

Ketika ilmu pengetahuan dipertemukan dengan pengalaman hidup masyarakat, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan mengimplementasikan kompetensinya, tetapi juga belajar mendengarkan, memahami, dan bertumbuh bersama masyarakat. 

Dari proses itulah diharapkan lahir lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan masyarakat global.(humassk)