Persiapan menuju Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa-Madura (PORSI JAWARA) II 2026 memasuki fase krusial. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuntaskan rapat penetapan hasil akhir seleksi terbuka calon kontingen pada Selasa (21/7/2026), sebagai bagian dari strategi menghadirkan delegasi terbaik yang siap bersaing di tingkat regional.
Seleksi dilakukan secara terbuka pada 14 cabang lomba dengan melibatkan unit kegiatan mahasiswa, pembina, dan tim juri sesuai bidang kompetensinya. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan melalui surat resmi pada 22 Juli 2026, sebelum para peserta memasuki tahap pembinaan intensif.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, menegaskan bahwa PORSI JAWARA bukan sekadar agenda kompetisi antarmahasiswa, tetapi ruang untuk mengukur kualitas pembinaan talenta sekaligus memperkuat reputasi institusi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ia menilai UIN Sunan Kalijaga memiliki rekam jejak yang kuat dalam ajang tersebut. Pada IPPBMM VIII tahun 2021 yang diselenggarakan di Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih predikat juara umum. Prestasi itu menjadi motivasi untuk kembali menunjukkan daya saing pada PORSI JAWARA II yang akan berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, September 2026.
"Kita ingin melihat kiprah Kalijaga Muda generasi 2025–2026 sekaligus berupaya mengembalikan prestasi terbaik yang pernah diraih UIN Sunan Kalijaga," ujarnya,
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia seleksi, pembina, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menyelenggarakan proses penjaringan peserta secara serius, objektif, dan penuh dedikasi sehingga mampu menghasilkan wakil-wakil terbaik pada setiap cabang lomba.
Berbeda dari sekadar seleksi administratif, setiap cabang menerapkan mekanisme penilaian yang dirancang untuk memotret kompetensi peserta secara komprehensif.
Pada cabang Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ), misalnya, enam tim mengikuti tiga tahapan seleksi yang terdiri atas Computer Based Test (CBT), uji kompetensi lisan, dan babak tanding. Rangkaian penilaian tersebut menghasilkan satu tim yang secara konsisten menempati peringkat teratas pada seluruh tahapan.
Panitia seleksi MFQ, Raden Faris Muntashir, menjelaskan bahwa konsistensi hasil pada tiga model pengujian menjadi indikator kuat terhadap kemampuan tim yang terpilih.
"Ketiga tahapan tes saling menguatkan. Tim yang terpilih menunjukkan performa paling stabil, sehingga hasil seleksi benar-benar merepresentasikan kemampuan mereka sekaligus mengonfirmasi rekam prestasi yang telah disampaikan melalui portofolio," jelasnya.
Sementara itu, pada cabang Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), panitia bahkan memutuskan membuka seleksi lanjutan setelah dewan juri menilai hasil pada hari pertama belum sepenuhnya menggambarkan kualitas peserta yang diharapkan.
Herwin, panitia seleksi MHQ, mengatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan hafalan terbaik sesuai kategori perlombaan.
"Seleksi lanjutan memberikan kesempatan memperoleh peserta dengan kualitas hafalan yang lebih baik, minim kesalahan, dan sesuai dengan kategori yang akan diikuti," ujarnya.
Usai penetapan kontingen, fokus berikutnya bergeser pada pembinaan. Seluruh cabang lomba diminta segera menyusun jadwal latihan selama 3–28 Agustus 2026 sekaligus melengkapi seluruh persyaratan administrasi peserta.
Ketua Tim Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Mahyudin, menegaskan bahwa universitas akan memfasilitasi kebutuhan latihan maupun perlengkapan yang diperlukan selama masa persiapan. Karena itu, setiap kebutuhan diminta segera dipetakan agar proses pembinaan dapat berjalan optimal.
Persiapan juga dilakukan lebih awal untuk cabang-cabang berbasis karya. Lima kategori lomba, yakni business plan, cipta puisi, film pendek, peradilan semu, dan video inovasi media pembelajaran, memiliki batas akhir pengiriman karya pada 10 Agustus 2026.
Panitia penyiapan kontingen, Nuraini Ahmad, mengingatkan bahwa cabang-cabang tersebut pada hakikatnya telah memasuki fase perlombaan sehingga proses kreatif harus segera dimulai. Berbagai kendala, termasuk peserta yang masih menjalani KKN, mengikuti kursus di luar daerah, maupun masih berada dalam masa libur akademik, akan dipetakan agar seluruh anggota kontingen tetap dapat mengikuti pembinaan secara optimal.
Melalui proses seleksi yang berbasis kompetensi, pembinaan yang terstruktur, dan dukungan kelembagaan yang menyeluruh, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk berkompetisi, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan. PORSI JAWARA II 2026 menjadi momentum bagi Kalijaga Muda untuk menunjukkan bahwa prestasi lahir dari proses seleksi yang kredibel, latihan yang disiplin, dan komitmen institusi dalam mengembangkan potensi terbaik mahasiswanya.(humassk)