UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memperkuat komitmennya dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Kerja sama yang berlaku selama lima tahun (2026–2031) ini membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga inovasi pembangunan daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2 Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (PAU), Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, hadir pula dalam kegiatan ini para Wakil Rektor, para dekan, kepala biro, direktur pascasarjana, ketua lembaga, ketua unit, guru besar, dan dosen perwakilan dari berbagai fakultas. Sedangkan dari pihak Pemerintah Kabupaten Blora hadir Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Dasiran, S.Ag., M.Si., serta jajaran kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi langkah awal untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah melalui kekuatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan panjang yang sebelumnya diperkuat melalui inisiasi Prof. Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A., Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan. Ia juga mengapresiasi Kabupaten Blora sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam, sejarah, dan budaya yang menjadi perhatian kalangan akademisi.
Menurut Rektor, Blora bukan wilayah yang asing bagi sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Selama ini, berbagai penelitian mahasiswa, khususnya tesis dan disertasi, telah banyak mengangkat Gerakan Samin sebagai objek kajian ilmiah. Karena itu, kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperluas implementasi hasil-hasil akademik bagi pembangunan daerah.
“Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat dan keberkahan bagi kedua belah pihak, sekaligus memperkuat kontribusi UIN Sunan Kalijaga bagi pembangunan Kabupaten Blora dan membuka lebih banyak peluang bagi putra-putri Blora yang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga,” ungkap Rektor.
Rektor menambahkan, setelah penandatanganan MoU akan segera disusun berbagai program tindak lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS), di antaranya penelitian bersama mengenai kebijakan daerah, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), pendampingan masyarakat, hingga pengembangan berbagai program pendidikan dan peningkatan kapasitas aparatur maupun masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan berbagai keunggulan akademik yang dimiliki UIN Sunan Kalijaga sebagai modal kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, misalnya, siap mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan inovasi metode pembelajaran. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Humaniora memiliki Applied Psychology Center yang berpengalaman melaksanakan asesmen kepemimpinan bagi berbagai instansi pemerintah hingga tingkat nasional.
Di bidang sains dan teknologi, UIN Sunan Kalijaga memiliki berbagai hasil riset terapan dan prototipe inovasi yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian maupun industri daerah. Sementara itu, Fakultas Syariah dan Hukum dapat berkontribusi melalui pelatihan hak asasi manusia (HAM), kesadaran hukum, dan mediasi, sedangkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki keahlian dalam pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan sosial.
Kontribusi juga datang dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya melalui kajian manuskrip, sejarah, dan pelestarian budaya, serta Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang menawarkan penguatan moderasi beragama dan kajian keislaman yang relevan dengan karakter masyarakat Blora. Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang telah meluluskan lebih dari 1.500 doktor turut menjadi kekuatan akademik dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset.
Selain kekuatan fakultas, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menawarkan berbagai pusat unggulan yang telah memiliki rekam jejak nasional maupun internasional. Pusat Kajian Gender siap mendukung implementasi prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), sementara Pusat Layanan Difabel menjadi rujukan nasional dalam pengembangan layanan publik yang inklusif.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga memiliki Halal Center dan Lembaga Pemeriksa Halal yang aktif mendampingi UMKM memperoleh sertifikasi halal serta telah dipercaya dalam kerja sama internasional. Di bidang peningkatan kompetensi masyarakat tersedia Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sedangkan pengembangan transformasi digital dapat didukung oleh keahlian dosen dan peneliti Program Studi Teknik Informatika.
Rektor menegaskan bahwa pada dasarnya seluruh fakultas dan unit di lingkungan UIN Sunan Kalijaga memiliki potensi untuk dikolaborasikan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Blora. Karena itu, setelah MoU ditandatangani, setiap peluang kerja sama akan dipetakan dan ditindaklanjuti melalui program-program yang lebih spesifik.
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi dengan perguruan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa Blora memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari sektor minyak dan gas, industri kayu jati, pertanian, hingga peternakan. Namun, tantangan seperti kemiskinan dan stunting masih memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Bupati berharap hasil-hasil penelitian UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Blora juga mengundang UIN Sunan Kalijaga untuk bergabung dalam program Satu Desa Satu Perguruan Tinggi (Desa Dampingan) yang selama ini telah melibatkan 22 perguruan tinggi. Selain itu, Pemkab berharap mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dapat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Blora sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, lima ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Blora; pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; pengembangan potensi sumber daya daerah; penguatan kewirausahaan dan keprofesian mahasiswa; serta dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Melalui kemitraan ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dan riset berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi akademik yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (humassk)