Kontingen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menutup perjalanannya dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah PORSI JAWARA II di UIN Gus Dur Pekalongan dengan torehan 18 medali. Capaian itu terdiri atas tiga medali emas, lima medali perak, dan sepuluh medali perunggu yang diraih dari beragam cabang olahraga, seni, keagamaan, bahasa, hukum, dan karya ilmiah.
Rangkaian kompetisi yang mempertemukan talenta mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura tersebut berakhir pada Sabtu malam (12/9/2026). Penutupan berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lantai III UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan mengusung tema “Energi Juara, Harmoni Nusantara”.
Tiga medali emas UIN Sunan Kalijaga datang dari cabang Panjat Dinding Lead Putra, Musabaqah Syarh Al-Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ). Hasil tersebut memperlihatkan kekuatan kontingen pada dua ranah berbeda: ketangguhan fisik di arena olahraga dan kedalaman pemahaman keislaman dalam kompetisi Al-Qur’an.
Lima medali perak diraih dari Pencak Silat Seni Ganda Putri, Debat Bahasa Inggris, Peradilan Semu (Moot Court), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putri, serta Futsal Putra.
Sementara itu, sepuluh medali perunggu dipersembahkan melalui cabang Pop Solo Islami, Pencak Silat Seni Tunggal Putra, Tenis Meja Tunggal Putra, Tenis Meja Tunggal Putri, Debat Bahasa Arab, Debat Konstitusi, Inovasi Media Pembelajaran, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Karate Kata Perorangan Putra, dan Kaligrafi Naskah.
Hasil kompetisi secara resmi diumumkan oleh Ketua Panitia PORSI JAWARA II, Dr. Wahid Arbana melalui Keputusan Panitia Pelaksana PORSI JAWARA II UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Nomor 1183 Tahun 2026 tentang Hasil Lomba, Rekapitulasi Perolehan Medali, dan Penetapan Juara Umum PORSI JAWARA II Tahun 2026.
Ketua PORSI JAWARA II, Dr. Miftahul Huda, mengatakan ajang tersebut menjadi ruang perjumpaan yang telah lama dinantikan mahasiswa PTKIN wilayah Jawa – Madura, setelah hampir tiga tahun tidak bertemu dalam satu arena, para peserta kembali dapat berkompetisi sekaligus membangun jejaring antarkampus.
“Dalam kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Namun, di balik itu terdapat substansi yang lebih utama, yaitu bercengkerama, bersilaturahmi, dan berkompetisi sebagai saudara, sekaligus terus meningkatkan kapasitas kita sebagai PTKIN,” ujarnya.
Menurutnya, PORSI JAWARA merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menemukan sekaligus mengembangkan mahasiswa berprestasi. Kesuksesan mahasiswa, lanjutnya, dapat tumbuh melalui beragam jalur, termasuk potensi di luar bidang akademik.
“Kita berharap mahasiswa memiliki banyak talenta. Kita tidak pernah tahu, salah satu bidang yang ditekuni hari ini dapat menjadi jalan mereka menuju kesuksesan,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Zaenal Mustakim. Ia mengingatkan bahwa medali perlu disertai kematangan karakter. Para pemenang diminta tidak larut dalam kebanggaan, sedangkan peserta yang belum memperoleh hasil terbaik diharapkan tidak kehilangan semangat.
“Hakikat kemenangan yang sebenarnya terlihat pada karakter. Mereka yang menang jangan jumawa, sedangkan yang kalah tidak perlu bersedih. Jangan sampai keinginan menjadi juara umum membuat kita menghalalkan segala cara,” tuturnya.
PORSI JAWARA berikutnya dijadwalkan berlangsung di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dua tahun mendatang. Pergantian peserta dan wajah-wajah baru dipandang sebagai bagian dari regenerasi, sementara kesinambungan kompetisi perlu terus dijaga sebagai ruang pembinaan mahasiswa PTKIN.
UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi seluruh dedikasi, kerja keras, dan semangat yang ditunjukkan para delegasi selama kompetisi. Raihan 18 medali dari beragam cabang menjadi buah dari proses panjang pembinaan sekaligus pijakan untuk terus menumbuhkan talenta mahasiswa agar semakin percaya diri, tangguh, dan berprestasi pada kesempatan berikutnya.(humassk)