WhatsApp Image 2026-09-30 at 06.34.37.jpeg

Rabu, 30 September 2026 09:14:00 WIB

0

Raih Posisi Kedua Nasional UIN Sunan Kalijaga Ukir Sejarah di THE WUR 2027

Pengakuan internasional terhadap perguruan tinggi bertumpu pada kerja akademik yang Panjang, antara lain mutu pendidikan, produktivitas penelitian, dan sumbangan pengetahuan yang diperhitungkan oleh komunitas ilmiah. Bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kerja tersebut memperoleh momentum baru melalui capaian dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa universitas yang dipimpinnya menempati kelompok peringkat 801–1000 dunia. Menurut keterangannya, capaian tersebut menempatkan UIN Sunan Kalijaga pada posisi kedua nasional setelah Universitas Indonesia.

“Saya kira ini sejarah bagi UIN Yogya, bagi PTKIN!” ujarnya, menanggapi capaian yang disebutnya sebagai prestasi membanggakan bagi universitas dan lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Perlu diketahui, THE WUR merupakan pemeringkatan global yang diselenggarakan Times Higher Education untuk menilai kinerja universitas dengan orientasi riset. Pada edisi 2027, penilaian menggunakan 17 indikator dalam lima bidang utama, yakni pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, keterbukaan internasional, serta hubungan dengan industri. Kelima bidang tersebut memiliki bobot masing-masing.

Pengajaran dinilai melalui sejumlah ukuran, termasuk reputasi akademik, rasio dosen dan mahasiswa, serta pendidikan doktoral. Lingkungan riset mencakup reputasi, pendanaan, dan produktivitas penelitian. Adapun kualitas riset menelaah pengaruh publikasi ilmiah, termasuk bagaimana penelitian dirujuk dan dikembangkan oleh sarjana lain. Keterbukaan internasional dilihat dari mahasiswa, staf, serta kolaborasi penelitian lintas negara, sementara hubungan dengan industri diukur melalui pendapatan riset dari industri dan paten yang merujuk penelitian universitas.

Dengan kerangka tersebut, posisi UIN Sunan Kalijaga dapat dibaca sebagai capaian kinerja akademik secara keseluruhan dalam ukuran THE. Pemeringkatan ini mempertemukan berbagai unsur kehidupan universitas, dari proses pendidikan dan pengembangan peneliti hingga penyebaran pengetahuan melalui publikasi dan kerja sama.

Kelompok peringkat 801–1000 sendiri merupakan rentang posisi, bukan satu nomor urut tertentu. THE menggunakan kelompok peringkat ketika perbedaan skor antaruniversitas tidak cukup signifikan secara statistik untuk disajikan sebagai urutan yang presisi.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian tersebut memberi makna penting pada perjalanan pengembangan universitas. Kampus dengan tradisi keilmuan Islam dan paradigma Integrasi–Interkoneksi ini menempatkan kinerja akademiknya dalam kerangka perbandingan internasional yang mencakup pendidikan, riset, dan pertukaran pengetahuan. Identitas keilmuan yang dibangun di kampus memperoleh ruang untuk berhadapan dengan ukuran dan percakapan akademik yang lebih luas.

Prof. Noorhaidi menempatkan keberhasilan tersebut sebagai hasil ikhtiar bersama. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, senat, para wakil rektor, kepala biro, dekan, Direktur Pascasarjana, serta para ketua lembaga. Apresiasi khusus diberikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), yang disebutnya sebagai “panglima ikhtiar pemeringkatan”.

Penghargaan itu menggarisbawahi hubungan antara capaian institusi dan pekerjaan sehari-hari di lingkungan kampus. Penelitian yang dikerjakan dosen, pendidikan yang dijalankan bersama mahasiswa, dukungan tenaga kependidikan, serta koordinasi lintas unit menjadi bagian dari fondasi yang memungkinkan universitas hadir dalam pemeringkatan global.

Pada akhirnya, pengakuan internasional memperoleh arti paling kuat ketika kembali memperkaya kehidupan akademik, yakni mahasiswa belajar dalam lingkungan yang semakin bermutu, peneliti menghasilkan karya yang diperhitungkan, dan pengetahuan dari kampus menjangkau persoalan masyarakat. Di situlah capaian UIN Sunan Kalijaga menemukan arah berikutnya, mengubah reputasi akademik menjadi kepercayaan dan manfaat yang semakin luas.(humassk)