WhatsApp Image 2026-10-27 at 15.35.33(1).jpeg

Selasa, 27 Oktober 2026 16:05:00 WIB

0

Kejuaraan Pencak Silat Nasional Sunan Kalijaga Cup V 2026: Pengembangan Prestasi Olahraga dan Pelestarian Budaya Bangsa

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga bela diri tingkat nasional melalui Kejuaraan Pencak Silat Nasional Sunan Kalijaga Cup V Tahun 2026 yang resmi digelar pada 27-29 Oktober 2026 di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UKM Pencak Silat PPS CEPEDI sebagai bagian dari upaya pengembangan prestasi olahraga sekaligus pelestarian warisan budaya bangsa.

Kejuaraan ini mempertemukan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari jenjang usia dini (SD), pra remaja (SMP), remaja (SMA), hingga kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Nomor pertandingan meliputi kategori tanding semua kelas, jurus tunggal, jurus ganda, jurus beregu, serta tunggal bebas/solo kreatif.


Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kalijaga Cup 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding.

Sementara itu, Pembina UKM Cepedi, Pamuji, S.Ag., M.IP., mengingatkan para atlet agar menjaga stamina selama mengikuti kejuaraan. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan.


Adapun Ketua Pelaksana Sunan Kalijaga Cup V, Agung Dwi Pradana, menjelaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pembinaan bagi generasi muda pencak silat dari seluruh Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan di lingkungan kampus diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pengembangan prestasi olahraga.

“Sunan Kalijaga Cup V bertujuan menjadi ajang silaturahmi keluarga pencak silat Indonesia, wadah penjaringan mahasiswa baru jalur prestasi, sarana penyaluran minat dan bakat, penguatan sinergi keluarga besar pencak silat UIN Sunan Kalijaga, serta media pengembangan soft skills bagi pengurus dan anggota UKM PPS CEPEDI,” terangnya.


Penyelenggaraan Sunan Kalijaga Cup V memperoleh dukungan dan rekomendasi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), baik tingkat kabupaten maupun daerah, sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan olahraga pencak silat yang menjunjung sportivitas, prestasi, dan nilai-nilai kebudayaan bangsa.

“Kejuaraan tingkat nasional ini diikuti 860 peserta. Berdasarkan surat balasan yang kami terima, peserta berasal dari sedikitnya 11 provinsi, mewakili perguruan tinggi maupun IPSI daerah. Sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, dengan peserta terbanyak dari Banten, yakni 130 orang. Sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta turut berpartisipasi, sementara peserta dari luar Jawa antara lain berasal dari Lampung, Bengkulu, dan Bali,” tambahnya.


Nada yang sama disampaikan oleh Ketua UKM PPS Cepedi yang menyampaikan bahwa Sunan Kalijaga Cup V tetap mendapat sambutan positif di tengah padatnya agenda kejuaraan pencak silat. Antusiasme tersebut membuat panitia membatasi jumlah peserta. Menurutnya, peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap kebersihan gedung, ketersediaan area parkir yang luas, dan kelengkapan fasilitas.


Untuk mendukung keselamatan peserta, lanjutnya, panitia bekerja sama dengan RS Hermina yang menyiagakan tiga dokter dan sembilan tenaga pendamping. Seluruh peserta juga mendapat perlindungan asuransi BPJS.

Selain menghadirkan kompetisi yang kompetitif dan profesional, kejuaraan ini juga memberikan nilai tambah berupa rekognisi akademik. Prestasi yang diraih peserta dapat menjadi bagian dari portofolio jalur prestasi di UIN Sunan Kalijaga melalui skema Golden Ticket sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kejuaraan ini, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi generasi muda dalam bidang olahraga dan pelestarian budaya. Diharapkan, Sunan Kalijaga Cup V menjadi momentum lahirnya atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di tingkat yang lebih tinggi.(humassk)