WhatsApp Image 2026-11-07 at 00.23.52.jpeg

Sabtu, 07 November 2026 13:44:00 WIB

0

Dari Tuan Rumah Menjadi Juara Umum, UIN Sunan Kalijaga Bersinar di OASE III PTKI 2026

Malam penutupan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2026 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat malam (6/11/2026), menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar kampus tuan rumah. Di antara pengumuman para pemenang dari 54 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berkompetisi, nama UIN Sunan Kalijaga akhirnya diumumkan sebagai juara umum.

Sorak kebanggaan menyertai capaian yang diraih setelah tiga hari kompetisi berlangsung. Bukan sekadar berhasil menyelenggarakan perhelatan nasional, UIN Sunan Kalijaga juga membuktikan diri mampu bersaing dan meraih prestasi di kandang sendiri. Sembilan gelar juara pertama, dua juara kedua, dan satu juara ketiga berhasil dikumpulkan dari berbagai cabang perlombaan.

Kemenangan ini menjadi penanda bahwa semangat menjadi tuan rumah OASE III PTKI 2026 tidak berhenti pada kesuksesan penyelenggaraan. Di balik panggung kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh Indonesia, ada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang turut berjuang membawa nama almamater melalui gagasan, pengetahuan, kreativitas, dan inovasi.

Dari 18 cabang perlombaan yang dipertandingkan, capaian mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tersebar dalam bidang agama, sosial kemasyarakatan, sains, teknologi, serta riset dan inovasi. Keberhasilan ini memperlihatkan wajah keunggulan akademik yang tidak bertumpu pada satu disiplin ilmu, melainkan tumbuh melalui keberagaman bidang keilmuan.

Di bidang agama dan sosial, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) dan Bidang Sosial Kemasyarakatan. Sementara pada Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ), kontingen UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih Juara 2.

Dari bidang sains dan teknologi, dua gelar juara pertama berhasil diperoleh melalui cabang Sains Kimia dan Sains Desain Arsitektur Islam. Sementara pada Sains Robotik, UIN Sunan Kalijaga menempati posisi Juara 2.


Namun, panggung riset dan inovasi menjadi salah satu ruang paling produktif bagi kontingen UIN Sunan Kalijaga. Lima gelar juara pertama berhasil diraih melalui Riset Literasi Inovasi dan Teknologi, Riset Nanoteknologi dan Kesehatan, Riset Teknologi Produk Halal dan Ketahanan Pangan Halal, Riset Teknologi Konservasi Energi untuk Kampus Hijau, serta Riset Virtual Trading. Satu prestasi lainnya datang dari Riset Ekoteologi (Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup) dengan raihan Juara 3.

Lima gelar juara pertama di bidang riset dan inovasi tersebut bukan sekadar deretan kemenangan. Tema-tema yang diangkat para mahasiswa memperlihatkan bagaimana pengetahuan dikembangkan untuk menjawab persoalan nyata. Teknologi, kesehatan, pangan halal, konservasi energi, hingga pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar akademik untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di sinilah semangat integrasi keilmuan UIN Sunan Kalijaga menemukan relevansinya. Keilmuan agama, sains, dan sosial tidak ditempatkan dalam sekat-sekat yang terpisah, tetapi saling berdialog untuk melahirkan gagasan dan solusi yang lebih komprehensif.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, menyampaikan selamat kepada UIN Sunan Kalijaga atas keberhasilannya meraih predikat juara umum OASE III PTKI 2026. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa PTKIN yang berhasil meraih berbagai kategori juara dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk terus maju dan mengembangkan potensi diri. Mahasiswa berprestasi dari UIN Sunan Kalijaga maupun PTKIN lainnya diharapkan dapat terus bertumbuh dan mengambil peran dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Apresiasi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kompetisi akademik bukanlah garis akhir perjalanan seorang mahasiswa. Gelar juara merupakan salah satu capaian, tetapi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama proses kompetisi menjadi bekal yang lebih panjang untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sembilan gelar juara pertama yang berhasil dibawa pulang UIN Sunan Kalijaga tentu tidak hadir begitu saja. Ada ketekunan mahasiswa dalam mempersiapkan karya dan gagasan, pendampingan dosen dan mentor, serta lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan daya saing. Seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.

OASE III PTKI 2026 sendiri telah menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa dari 54 PTKIN untuk menguji kemampuan, bertukar gagasan, sekaligus membangun jejaring antarkampus. Melalui 18 cabang perlombaan, kompetisi ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki potensi besar dalam mengembangkan prestasi, baik pada bidang keagamaan maupun sains dan riset.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, menjadi juara umum di tengah keberhasilan menjadi tuan rumah menghadirkan makna lebih dari sekadar membawa pulang piala. Capaian ini menjadi refleksi atas komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keilmuan keislaman, sains, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Malam penutupan OASE III PTKI 2026 mungkin menjadi akhir dari rangkaian kompetisi selama tiga hari. Namun, bagi para mahasiswa, perjalanan sesungguhnya justru berlanjut setelah podium kemenangan. Sebab, prestasi terbaik bukan hanya tentang menjadi juara hari ini, melainkan tentang bagaimana ilmu, kreativitas, dan inovasi yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

Dari Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga menutup OASE III PTKI 2026 dengan sebuah kebanggaan: menjadi tuan rumah yang berprestasi, sekaligus bagian dari ikhtiar melahirkan generasi unggul untuk Indonesia.