Assalamu’alaikum Wr. Wb
Yang saya hormati
1. Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik UIN Sunan Kalijaga
2. Rektor dan para Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga
3. Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga
4. Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
5. Para Kepala Biro, Kabag, para Ketua Lembaga dan UPT di lingkungan UIN Sunan Kalijaga
6. Para ketua dan sekretaris Prodi, para dosen dan tendik di lingkungan UIN Sunan Kalijaga
7. Para tamu undangan, keluarga, kiai, guru, dosen, mahasiswa, sahabat, alumni, dan seluruh hadirin yang saya hormati.
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan banyak nikmat, anugerah, dan rahmat-Nya, sehingga kita dapat hadir pada kegiatan sidang senat terbuka pengukuhan guru besar di Gedung Prof. Amin Abdullah ini. Salawat serta salam, semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang setia pada sunah-sunahnya.
Bapak/Ibu hadirin yang saya hormati
Pada sidang senat yang mulia ini, izinkan saya menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar bidang keahlian “Kepemimpinan Pendidikan Islam” yang berjudul: “Ihsan sebagai Puncak Motivasi Pemimpin Spiritual pada Lembaga Pendidikan Islam”.
Konsep Spiritual
Salah satu masalah serius orang yang tinggal di pusat-pusat urbanisasi dunia Barat dan bahkan dialami oleh orang-orang beragama adalah kehilangan makna spiritual.(Seyyed Hossein Nasr, 1990). Margaret mendefinisikan spiritual berkaitan dengan proses seseorang dalam memperoleh atau membangun makna, tujuan, serta arah hidupnya.”(Margaret Jablonski, 2005) atau keinginan untuk menemukan tujuan hidup yang paling hakiki dan menjalani kehidupan sesuai dengan tujuan tersebut.(Luk Bouckaert & Laszlo Zsolnai (Eds.), 2007) Sedangkan Wilson (2008) mengartikan spiritual merupakan hubungan seorang individu dengan yang “transenden” (Charles L. Wilson, 2008) atau kesadaran pribadi terhadap suatu kekuatan batin yang tidak berwujud yang menghubungkan seluruh kehidupan.(Lean & Ganster, 2017)
Istilah spiritual dalam Islam berkaitan dengan kata ruh artinya roh/jiwa atau ma’na yang berarti makna.(Seyyed Hossein Nasr, 1987) Menurut Robert Frager, spiritualisme Islam bersumber pada intuisi (hati), sedangkan spiritualisme Barat bersumber pada otak (akal).(Robert Frager, 1999) Hal ini diperkuat dalam teori “Spiritual Quotient (SQ)” Danah Zohar dan Ian Marshal bahwa “God Spot” berada pada otak manusia. Bahkan, Zohar dan Marshal menegaskan bahwa SQ tidak selalu berhubungan dengan Tuhan. Orang humanis dan Ateis bisa mempunyai SQ lebih tinggi daripada orang yang aktif beragama. SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai. (Danah Zohar & Ian Marshall, 2001)(Fuad Nashori, 2010)
Abdul Munir Mulkhan mengkritik teori SQ Zohar dan Marshall dengan menawarkan teori kecerdasan makrifat (Makrifat Quotient/MaQ) sebagai evolusi lanjut rasio modernitas. Jika IQ bekerja dengan logika formal, EQ dengan logika material, SQ dengan hermeneutik, maka MaQ bekerja pada intuisi kasyf sehingga memperoleh pencerahan (mukasyafah) dan mencapai musyahadah yang membuka batas-batas pengetahuan material modernitas.(Abdul Munir Mulkhan, 2004) Senada dengan pendapat Toto Tasmara tentang SQ versi Barat yang lebih memaknai spiritual sebagai potensi yang tidak berkaitan dengan Tuhan. Pusat SQ adalah otak manusia. Toto menawarkan kecerdasan ruhaniyah, yaitu kecerdasan manusia yang bermuara pada cinta kepada Allah.(Toto Tasmara, 2006)
Kepemimpinan Spiritual
Ferguson dan Milliman menjelaskan kepemimpinan spiritual sebagai bentuk kepemimpinan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip spiritual.(Ferguson & Milliman, 2008)Pemimpin spiritual diasumsikan menganut keyakinan dan nilai-nilai yang berorientasi pada spiritualitas.(Fairholm, 1997) Prinsip esensial dari kepemimpinan spiritual adalah fokusnya pada kekuatan batin yang tidak berwujud yang ada dalam diri karyawan maupun pemimpinnya.(Lean & Ganster, 2017). Reave menyimpulkan bahwa terdapat konsistensi yang jelas antara nilai-nilai dan praktik spiritual dengan kepemimpinan yang efektif. Seperti nilai integritas, kejujuran, dan rendah hati, terbukti memiliki pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Reave juga menemukan karakter pemimpin spiritual adalah rasa hormat kepada orang lain, bersikap adil, peduli, perhatian, responsif, mengakui kontribusi orang lain dan melakukan refleksi diri.(Reave, 2005)
Kepemimpinan Spiritual adalah kepemimpinan yang menggunakan kecerdasan spiritual. Terdapat beberapa ciri (sifat) kepemimpinan spiritual, yaitu: jujur, fairness, mengenali diri, amal saleh, spiritualisme, efisien, terbuka, visioner, cerdas, rendah, dan lain-lain hati.(Tobroni, 2010) Pemimpin spiritual memiliki karakter dominan yaitu menjunjung tinggi kebenaran tauhid dan akhlak Rasul. (Toto Tasmara, 2006)
Penelitian kami menemukan bahwa kepemimpinan spiritual pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, memiliki tiga otoritas utama -meminjam teori otoritas (Max Weber, 1968), yaitu tradisional, karismatik, dan rasional. Pertama, otoritas tradisional diperkuat dengan tradisi pendidikan Islam di pesantren yang menempatkan kiai sebagai pemimpin pesantren yang sangat dihormati santri dan masyarakat.(Rohmaniyah & Woodward, 2012) Kedua, Otoritas karismatik bersumber pada kekuatan karisma yang muncul dari kualitas individual kiai, kebersihan hati dan rohani, pengalaman spiritual, ilmu agama yang mendalam, sikap istikamah dalam beragama.(Bryan S. Turner, 1974) Ketiga, otoritas rasional bersumber pada legal-formal di mana kiai sebagai pemimpin lembaga pendidikan formal yang didirikan, seperti rektor (ketua), kepala madrasah/sekolah, pemimpin yayasan.(Arifin, 2017b, 2017a; Arifin et al., 2021; Nadlifah et al., 2020)
Teori Self-Transcendence Abraham Maslow
Dalam hidup ini, manusia selalu didorong motif untuk berkehendak. Banyak teori yang menjelaskan tentang motivasi manusia. Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong untuk berbuat secara sadar dan mengendalikan perilaku manusia.(Juliansyah Noor, 2013) Motivasi adalah keinginan untuk melakukan perbuatan. Adapun motif merupakan kebutuhan, keinginan, dan dorongan. (Abdus Salam Dz, 2014) Terdapat dua motif yang mendorong manusia melakukan sesuatu, yaitu (1) fisiologis atau dorongan karena naluri untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan (2) psikis dan spiritual untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bersifat psikis dan spiritual. (Muhammad Utsman Najati, 2010)
Aliran Behavioristik mengkategorikan perilaku manusia sebagai tanggapan (responses) dan lingkungan sebagai “rangsangan” (stimuli)(Endin Nasrudin, 2010), artinya bahwa motif perilaku manusia dipengaruhi adanya stimulus dan respon. Sedangkan Aliran Kognitif memandang manusia tidak tunduk (pasif) dengan lingkungan tapi dapat mengolah informasi serta memecahkan masalah. (Mahmud, 2012), artinya motif perilaku manusia dipengaruhi oleh proses berpikir yang melibatkan akal, tidak karena faktor stimulus-respon. Adakah motif lain yang mendorong perilaku manusia daripada kedua teori ini? Salah satu teori yang akan dikaji di sini adalah Self-Transcendence Abraham Maslow sebagai motivasi level enam.
Menurut Koltko-Rivera bahwa deskripsi konvensional (Abraham Maslow, 1943), (Abraham Maslow, 1954) tentang hierarki kebutuhan sudah tidak akurat sebagai deskripsi pemikiran Maslow yang terakhir. Maslow mengamandemen modelnya (1969) dengan menempatkan “Self-Transcendence” sebagai level motivasi yang melampaui aktualisasi diri (self-actualization). Berikut revisi teori “Maslow’s Hierarchy of Needs”: (Mark E. Koltko-Rivera, 2006)
|
Level Motivasi |
Deskripsi seseorang pada level ini |
|
Transendensi Diri (Self-Transcendence) |
Usaha untuk menggapai apa yang melampaui diri manusia (beyond the self) dan pengalaman yang melebihi batasan diri manusia hingga pengalaman puncak (peak experiences) |
|
Aktualisasi Diri (Self-Actualization) |
Usaha untuk memenuhi potensi pribadi |
|
Harga Diri (Esteem) |
Usaha untuk mencari harga diri melalui pengakuan atau prestasi |
|
Memiliki dan Mencintai (Belongingness and Love) |
Usaha untuk mencari afiliasi dengan kelompok |
|
Keamanan (Safety) |
Usaha untuk mendapatkan keamanan melalui ketertiban dan hukum |
|
Fisiologis (Physiological/ Survival) |
Usaha untuk mendapatkan kebutuhan dasar dalam kehidupan |
Koltko-Rivera menegaskan bahwa seseorang yang memiliki motivasi pada level “Transendensi Diri” memiliki dua karakter, yaitu (1) melakukan sesuatu untuk kepentingan yang melampui kepentingan dirinya (beyond the self), contohnya demi melayani orang lain, menaati kebenaran, menegakkan keadilan sosial, menjaga lingkungan hidup, mengembangkan sains, dan didorong oleh keyakinan beragama (Tuhan), dan (2) memiliki pengalaman puncak (peak experiences).(baca Abraham Maslow, 1964) Artinya, motivasi ini didorong oleh pengalaman-pengalaman mistik, alam, estetika, seksual, atau transpersonal lainnya, di mana setiap pengalaman seseorang mengindentifikasikan pada transenden atau yang melampaui diri seseorang (beyond the personal self). (Mark E. Koltko-Rivera, 2006)
Ihsan dan Self-Transcendence
Konsep Self-Transcendence Maslow menekankan bahwa puncak motivasi manusia dalam berperilaku didorong oleh dua hal: (1) keinginan melakukan sesuatu untuk mewujudkan kebaikan (maslahat) di luar dirinya (beyond the self) dan (2) keinginan ini didorong oleh pengalaman-pengalaman puncak (peak experiences). Konsep Self-Transcendence ini dalam Islam bisa disejajarkan dengan konsep ihsan. Menurut Shihab, ihsan adalah memperlakukan orang lain lebih baik daripada dia memperlakukannya kepadamu. Perilaku ihsan mendorong seseorang untuk memberi lebih banyak daripada yang ia terima dan mengambil lebih sedikit. Karakter ihsan berbeda dengan adil. Perilaku adil mendorong orang untuk memperlakukan orang lain sama dengan perlakuannya dengan Anda. Perbedaan ini berdasarkan pada tafsir Q.S. al-Maidah [5]: 85.(Shihab, 2017d)
Ihsan adalah melakukan kebaikan kepada orang lain dengan cara paling indah atau paling sempurna karena Allah Swt. Muara perilaku ihsan adalah akhlak yang indah, sebagaimana doa Nabi Muhammad Saw. “Ya Tuhan, Engkau telah membuat ciptaanku indah (khalqi), maka jadikanlah karakterku (khuluqi) juga indah.” (Haidar Bagir, 2019). Terdapat dua hadis yang menjelaskan kesempurnaan Islam dan iman seseorang harus dibuktikan dengan akhlak (ihsan) yang baik: “Tidaklah beriman (tidak sempurna keimanan) salah seorang di antara kamu sampai ia menyukai buat saudaranya apa yang ia sukai buat dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) “Seorang Muslim adalah siapa yang selamat kamu muslim lainnya dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain)”(Shihab, 2016)
Dari kedua hadis ini dapat disimpulkan bahwa perilaku ihsan sebagai bentuk puncak keberagamaan seseorang harus menyeimbangkan ketaatan kepada Allah (teosentris) dan akhlak mulia kepada manusia (antroposentris).(Arifin & Umar, 2020) Seorang Muhsin (pelaku ihsan) memiliki kesadaran diri akan kehadiran atau pengawasan Tuhan, sehingga manusia terdorong untuk berperilaku (beribadah) untuk menggapai ridla-Nya.(Arifin, 2020) Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis ketika Nabi Muhammad saw ditanya oleh Malaikat Jibril as. dalam sebuah majlis tentang makna ihsan: “Jika engkau beribadah kepada Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak mampu melihat-Nya, maka (yakinlah) bawa Allah selalu melihatmu”. (HR Bukhari) (Shihab, 2016)
Perbedaan istilah “ihsan” dengan “transendensi diri Maslow” terletak pada pemaknaan “Yang Transenden”. Dalam Islam, sesuatu “Yang Transenden” merujuk kepada Allah Swt. yang hanya bisa diimani secara supra-rasional melalui keimanan, bukan rasional.(Shihab, 2017a) Sehingga, motivasi ihsan menghadirkan kesadaran yang transenden yang merasa selalu diamati (disaksikan) oleh Allah, sehingga ibadahnya hanya mengharapkan rida-Nya. Sedangkan “Yang Transenden” dalam teori Maslow berkaitan dengan pelampauan diri (beyond the self) dan pengalaman puncak (peak experience) dan tidak harus selalu berhubungan dengan Tuhan. Akhir dari perilaku ihsan adalah humanis-religius, sedangkan “transendensi diri” adalah humanis-sekuler.
Landasan Perilaku Ihsan adalah Ikhlas karena Allah
Landasan perilaku ihsan adalah ikhlas karena Allah Swt. Firman-Nya dalam Q.S. An-Nisa’ [4]: 125:
وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًاۗ وَاتَّخَذَ اللّٰهُ اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلًا ١٢٥
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang Ikhlas menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang dia pun Muhsin, dan telah mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah menjadikan Ibrahim kesayangan(-Nya).”
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang lebih baik agamanya (ahsanu diinan) adalah orang yang Ikhlas menyerahkan wajahnya kepada Allah atau totalitas kepada Allah dan muhsin, yaitu dia selalu mawas diri dan merasakan kehadiran Allah. Kata “wajah” pada ayat ini sebagai simbol totalitas manusia karena wajah merupakan bagian paling nampak (menonjol) dari sisi luar dan paling jelas menggambarkan identitas manusia. Wajah juga menggambarkan sisi dalam manusia ketika dia senang dan gembira terlihat wajahnya ceria dan selalu senyum.(Shihab, 2017b) Shihab menjelaskan makna ikhlas lebih detail ketika menafsirkan Q.S. al-Bayyinah [98]: 5, bahwa makna ikhlas pada kata (مُخۡلِصِينَ) mukhlishin diambil dari kata (خلص) khalusha yang artinya murni setelah sebelumnya keruh. Berdasarkan makna ini, perilaku Ikhlas merupakan usaha seseorang untuk memurnikan dan membersihkan hatinya hanya untuk Allah bukan karena pamrih. (Shihab, 2017e)
Orang yang ikhlas senantiasa berbuat untuk mengharapkan rida Allah dengan melakukan perbuatan itu secara terbaik. Orang ikhlas tidak terbebani harus selalu memuaskan semua manusia, karena hal itu tidak mungkin. Sebagaimana pepatah Arab: “Memuaskan orang adalah adalah tujuan yang sulit dicapai.” (Djalaluddin, 2014). Ikhlas di sini mencakup totalitas perbuatan manusia semata-mata karena Allah Swt. Firman-Nya:
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. (Q.S. Al-An’am [6]: 162) Ayat ini menjelaskan bahwa salat, ibadah, hidup dan mati seseorang, semuanya dilakukan secara ikhlas dan murni hanya untuk Allah. (Shihab, 2017c)
Dalam bukunya "Quantum Ikhlas", Erbe Sentanu menjelaskan bahwa ikhlas akan mendorong Positive Feeling. Selama ini manusia hanya mengandalkan Positive Thinking. Keduanya berbeda. Positive Thinking artinya Anda akan mendapat apa yang paling sering Anda pikirkan, sedangkan Positive Feeling berarti Anda akan mendapat apa yang sering Anda rasakan ketika Anda memikirkannya. (Erbe Sentanu, 2017) Sikap Positive Thinking dan Positive Feeling harus seiring sejalan menjadi motivasi dalam menjalankan rencana-rencana. Positive Thinking mendorong sikap optimis untuk mewujudkan rencana-rencana dengan baik, sebagaimana Ibrahim Elfiky mengutip sabda Rasulullah, "Bersikap optimislah terhadap kebaikan, niscaya kalian mendapatkannya."(Ibrahim el-Fiky, 2011) Sedangkan Positive Feeling mendorong kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan memiliki kemampuan terbatas, sehingga membutuhkan pertolongan Tuhan untuk mewujudkan rencananya. Dengan Positive Feeling, seseorang juga bisa lebih ikhlas menerima kondisi kegagalan atas usaha (rencana)nya.(Arifin, 2020)
Ihsan adalah bentuk kinerja yang berkualitas dan profesional
Ihsan selain bermakna sebagai puncak keberagamaan, pada dunia kerja dapat diartikan sebagai bentuk perilaku (kinerja) yang berkualitas dan profesional.(Luthfiah et al., 2025) Ihsan merupakan salah satu konsep mutu dalam perspektif Islam. (A. Faosiy Ogunbado dan A. Mus’ad Al-Otaibi, 2013); (Firman Shakti Firdaus, 2015).Dalam al-Qur’an, perilaku ihsan sebagai bentuk puncak tindakan terbaik dalam merespon kesalahan manusia. Sebagaimana firman Allah swt: “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (133) (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (134)”. (QS. Ali Imran [3]: 133-134).
Shihab menafsirkan ayat di atas sebagai dasar sikap manusia saat menghadapi kesalahan ada tiga, yaitu: (1) mampu menahan amarah. Kata “al-Khadhimiin” bermakna “penuh dan menutupnya dengan rapat”. Kata ini sebagai isyarat perasaan seseorang yang menahan amarah masih belum bersahabat, pikiran ingin menuntut balas, akan tetapi dia tidak melakukannya. Dia menahan diri tidak berkata buruk dan melakukan perbuatan negatif, (2) memaafkan. Kata “Al-‘Aafiina” diambil dari kata “al-‘Afn” artinya maaf atau menghapus. Orang yang memaafkan berarti dia menghapus luka hatinya akibat kesalahan orang lain, (3) orang-orang yang berbuat kebajikan, adalah sikap ihsan. Seorang Muhsin tidak hanya menahan amarah (emosi) atau memaaf, akan tetapi membalas kesalahan yang dilakukan orang lain dengan perbuatan baik.(Shihab, 2017b)
Membalas perbuatan baik kepada orang yang telah melakukan kesalahan kepada kita merupakan perbuatan ihsan. Pelaku ihsan selalu mencoba merespon perbuatan-perbuatan dengan cara (akhlak) terbaik sehingga akan melahirkan hasil terbaik. Terdapat nilai-nilai dalam perilaku ihsan, yaitu ketulusan (keikhlasan), keadilan, kebaikan dan kesempurnaan, serta tanggungjawab. (Tri Yugo & Surana, 2024) Nilai-nilai inilah yang dapat mendorong pelaku ihsan untuk melakukan pekerjaan secara berkualitas, profesional, serta amanah.
Perilaku Ihsan untuk Mewujudkan Maslahat
Dampak akhir perilaku ihsan adalah maslahat (kebaikan) dan menghindari madharat (keburukan). Dalam hadis Nabi Muhammad saw yang juga menjadi salah satu kaidah fikih adalah “Tidak boleh membahayakan diri dan orang lain/laa dharar wa laa dhirar”.(Jalaluddin A. As-Suyuthi, 1983) Oleh karena itu, maslahat di sini tidak hanya buat dirinya tapi juga orang lain, bahkan alam semesta. Dalam teori Maqashid Asy-Syari’ah, minimal ada lima elemen maslahat, yaitu maslahat agama, jiwa, akal, keturuan dan harta atau dikenal dengan istilah al-ḍarūriyyāt al-khams. (A. al-Hasan Al-Amiri, 1988; A. H. M. bin M. al-Ghazali, n.d.; Hameed & Yusuf, 2014; Jasser Auda, 2008; Yudian Wahyudi, 2007)
Arif Maftuhin merinci ada tiga kriteria maslahat ini, yaitu (1) maslahat bersifat umum, bukan individu atau kelompok tertentu, (2) tidak boleh bertentangan dengan Maqashid asy-Syari’ah, dan (3) harus mendesak secara sosial, seperti menyangkut keselamatan jiwa, akal, atau tatanan umum. Mafthun mengkritik, seringkali maslahat didefinisikan dari atas, bukan dari bawah, lebih mementingkan maslahat untuk penguasa (para elit), bukan rakyat atau minoritas. Seperti kebijakan negara terkait izin pertambangan sering abai terhadap dampak lingkungan, hilangnya lahan hidup masyarakat adat, serta potensi konflik kepentingan yang sangat tinggi.(Arif Maftuhin, 2025)
Begitu pun penerapan maslahat pada lembaga pendidikan Islam. Kebijakan atau program kerja seharusnya tidak hanya berdasarkan pada kepentingan "maslahat" versi pimpinan atau institusi tapi juga kepentingan "maslahat" mahasiswa (peserta didik) atau dosen (guru/tenaga kependidikan), di mana keduanya merupakan pelanggan eksternal dan internal paling utama yang harus mendapatkan layanan terbaik dari institusi.(Edward Sallis, 2002).Atas dasar ini, seorang pemimpin spiritual yang memiliki motivasi ihsan dalam merumuskan kebijakan dan program kerja perlu melibatkan semua stakeholders serta melihat dampak maslahat lebih komprehensif.
Motivasi Ihsan Pemimpin Spiritual di Lembaga Pendidikan Islam
Teori kepemimpinan spiritual mencakup pendekatan kepemimpinan yang berbasis agama serta etika dan nilai-nilai. Bagi Fry, kepemimpinan spiritual dikembangkan dalam kerangka model intrinsik yang mengintegrasikan visi, harapan/ iman, dan cinta altruistik. (Fry, 2003) (Jeon et al., 2013), sedangkan dalam Islam, kepemimpinan spiritual sebagai model kepemimpinan Islam bersumberkan pada al-Qur’an dan as-Sunnah.(Egel & Fry, 2017) dan ihsan menjadi basis moral dalam kepemimpinan spiritual.(Fadle et al., 2025)
Dalam artikel ini, ihsan juga menjadi puncak motivasi pemimpin spiritual. Seorang pemimpin spiritual yang memiliki motivasi ihsan di lembaga pendidikan Islam setidaknya memiliki tiga karakter utama, yaitu : (1) melandasi pekerjaannya ikhlas karena Allah swt, (2) melakukan pekerjannya dengan kualitas dan profesional, (3) dan hasil pekerjaannya untuk mewujudkan kebaikan (maslahat). Berikut penjelasanya lebih detail :
1. Melakukan Perbuatan Ikhlas karena Allah Swt.
Pemimpin spiritual melakukan pekerjaannya dilandasi ikhlas karena Allah Swt. Visi kepemimpinannya untuk mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan moral (akhlak). Dalam melakukan pekerjaan, senantiasa merasa diawasi oleh Allah swt, sehingga dalam kondisi apa pun, dia akan mencoba untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, karena hanya mengharap ridla Allah, bukan manusia.
Keikhlasan seorang pemimpin diwujudkan dalam melakukan pekerjaan secara berkualitas dan profesional, tanpa harus menunggu penghargaan dan pujian manusia. Dia melakukan pekerjaan tidak untuk pencitraan, akan tetapi karena kesadaran transenden untuk selalu mencoba berbuat kebaikan. Motivasinya ikhlas karena Allah dan untuk kepentingan maslahat manusia.
2. Melakukan Pekerjaan secara Berkualitas dan Profesional
Pemimpin spiritual selalu berkomitmen untuk bekerja secara berkualitas dan profesional serta memperhatikan nilai (norma) agama, undang-undang, dan adat istiadat yang mengatur. Menurut Jeffery Ferguson dan John Milliman bahwa kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip spiritual merupakan salah satu kunci penting bagi keberhasilan program nilai-nilai organisasi. Hal ini karena dibutuhkan komitmen filosofis yang sejati untuk merumuskan nilai-nilai yang bermakna, menghayati nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata, serta memiliki komitmen untuk melibatkan para karyawan dalam proses pembentukan dan penerapan nilai-nilai tersebut. (Ferguson & Milliman, 2008).Hal sama disampaikan oleh William D. Hunsaker bahwa pengaruh kepemimpinan spiritual dalam mendorong perilaku organisasi yang positif.(Hunsaker, 2016)
Dalam mewujudkan kualitas dan profesionalisme pekerjaan, pemimpin spiritual selalu berusaha untuk mensejahterakan semua warganya, baik secara jasmani maupun rohani, bukan melakukan eksploitasi. Banyak pemimpin lembaga pendidikan Islam, yang mengatasnamakan "pengabdian" menuntut warganya untuk bekerja secara berkualitas dan profesional akan tetapi mengabaikan kesejahteraan dan kenyamanan dalam bekerja. Sehingga, "terkesan" mengeksploitasi atas nama "pengabdian".
3. Hasil perbuatan untuk mewujudkan maslahat (kebaikan)
Pemimpin spiritual selalu mencoba melakukan pekerjaannya untuk mewujudkan maslahat bagi seluruh warganya. Kebijakan yang dibuat untuk kepentingan maslahat tersebut. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih bahwa "Tasharafu al-imam ‘ala al-ra’iyyah manuthun bi al-maslahah/Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus dikaitkan dengan kemaslahatan. "(Jalaluddin A. As-Suyuthi, 1983) Maslahat tersebut dalam perspektif Maqashid Asy-Syariah, maka seorang pemimpin spiritual perlu mewujudkan al-ḍarūriyyāt al-khams (lima maslahat), yang dalam penelitian kami disebut dengan "Kepemimpinan Maqashid."(Ismail et al., 2020)
Berikut contoh implementasi kepemimpinan spiritual dalam mewujudkan lima maslahat di madrasah:
a. Maslahat Agama, pemimpin spiritual memastikan ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar bagi warga madrasah, misalnya: (1) menciptakan lingkungan madrasah yang islami, (2) menyelenggarakan pembiasaan ibadah (salat berjamaah, tadarus al-Qur’an, doa sebelum belajar/bekerja, dan lain sebagainya), (3) mengajarkan Pendidikan Agama Islam (PAI) secara moderat (moderasi beragama) untuk menanamkan sikap toleran dan menghargai perbedaan, dan lain sebagainya
b. Maslahat Jiwa, pemimpin spiritual menjamin keamanan fisik dan kesehatan mental serta perlindungan dari perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi bagi warga madrasah, misalnya : (1) menciptakan lingkungan madrasah yang aman, ramah anak, dan bebas kekerasan, (2) menyediakan layanan bimbingan konseling berbasis nilai spiritual, (3) menumbuhkan budaya empati, saling menghargai, dan kepedulian sosial bagi warga madrasah, dan lain sebagainya
c. Maslahat Akal, pemimpin spiritual memberikan layanan dalam pemenuhan hak-hak pendidikan bagi warga madrasah, misalnya : (1) memberikan pendidikan yang holistik bagi peserta didik melalui pendidikan agama, sains, humaniora, dan seni sesuai dengan potensinya, (2) mendorong serta memfasilitasi warga madrasah untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan melalui studi lanjut, diklat, seminar/webinar, publikasi ilmiah, dan lain sebagainya.
d. Maslahat Keturunan, pemimpin spiritual berperan dalam pembinaan akhlak bagi warga madrasah, misalnya : (1) bekerja sama dengan orangtua dalam pembinaan akhlak, (2) memberikan panduan dalam etika pergaulan, digital, dan akademik, (3) pembinaan akhlak yang diintegrasikan dengan budaya madrasah, (4) memberikan pendidikan seks perspektif Islam, dan lain sebagainya.
e. Maslahat Harta (sumber daya), pemimpin spiritual memastikan pengelolaan sumber daya madrasah secara amanah, adil, dan transparan, misalnya : (1) mendorong program filantropi sebagai pembiayaan pendidikan alternatif bagi warga madrasah yang membutuhkan, (2) menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung kegiatan akademik yang dapat diakses oleh semua warga madrasah, khususnya penyandang disabilitas dan kaum minoritas beragama, (3) menyediakan layanan beasiswa bagi semua warga madrasah, (4) memberikan pendidikan dalam pengelolaan harta dengan baik perspektif Islam, dan lain sebagainya.
Referensi
A. al-Hasan Al-Amiri. (1988). Al-I’lam Bi Manaqib al-Islam. Dar al-Isholah Li-Tsaqafah wa an-Nasyr wa al-I’lam,.
A. Faosiy Ogunbado dan A. Mus’ad Al-Otaibi. (2013). Is Quality Management an Islamic Value? IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM), 8(3), 6–13.
A. H. M. bin M. al-Ghazali. (n.d.). Al-Mustasfa Min ’Ilm al-Ushul Tahqiq Dr. Hamzah Bin Zuhair Hafidz.
Abdul Munir Mulkhan. (2004). Kecerdasan Makrifat, Jalan Pembebasan Manusia dari Mekanisme Konflik. UIN Sunan Kalijaga.
Abdus Salam Dz. (2014). Manajemen Insani dalam Pendidikan. Pustaka Pelajar.
Abraham Maslow. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Abraham Maslow. (1954). Motivation And Personality. Harper & Brothers.
Abraham Maslow. (1964). Religions, Values, and Peak Experiences. Ohio State University.
Arif Maftuhin. (2025). Paradigma Fikih Sosial Dari Otoritas ke Solidaritas. Gading.
Arifin, Z. (2017a). Authority of Spiritual Leadership at Pesantren Temboro Based on Jamaah Tabligh Ideology. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 265–292.
Arifin, Z. (2017b). Kepemimpinan Spiritual Pesantren Temboro; Strategi Kebudayaan Kiai dalam Membentuk Perilaku Religius.
Arifin, Z. (2020). Tafsir Ayat-Ayat Manajemen Hikmah Idariyah dalam Al-Qur’an. PT Remaja Rosdakarya.
Arifin, Z., Maragustam, M., Muqowim, M., & ’Aziz, H. (2021). The Kiai’s Cultural Strategy in Shaping the Religious Culture of the Community of Temboro Magetan Village, East Java. Dinamika Ilmu, 21(2), 369–381. https://doi.org/10.21093/DI.V21I2.3657
Arifin, Z., & Umar, M. (2020). Islam Rahmatan Lil’alamin Mengenalkan Kelembutan dan Kasih Sayang Islam Kepada Generasi Milenial. Omah Ilmu.
Bryan S. Turner. (1974). Weber and Islam, a Critical Study. Routledge & Kegan Paul.
Charles L. Wilson. (2008). A Relational Study of Leadership Spirituality and Organizational Performance in Home Health Care Agencies. Doctoral Diss., University of Phoenix.
Danah Zohar, & Ian Marshall. (2001). Spiritual Intelligence The Ultimate Intelligence. Bloomsbury Publishing.
Djalaluddin, A. (2014). Manajemen Qur’ani Menerjemahkan Idarah Ilahiyah dalam Kehidupan Insaniyah. UIN-Maliki Press.
Edward Sallis. (2002). Total Quality Management (3rd ed.). Kogan Page Ltd.
Egel, E., & Fry, L. W. (2017). Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Public Integrity, 19(1), 77–95. https://doi.org/10.1080/10999922.2016.1200411
Endin Nasrudin. (2010). Psikologi Manajemen. CV Pustaka Setia.
Erbe Sentanu. (2017). Quantum Ikhlas Update (Cetakan ke-42). PT Gramedia.
Fadle, M., Isa, M., Aizuddin, A., Rami, M., & Razali, F. (2025). Exploring Ihsan Values in School Leadership A Spiritual Leadership Approach Among Headmasters in Negeri Sembilan. Journal of Advanced Research in Social and Behavioural Sciences, 40(1), 129–140. https://doi.org/10.37934/arsbs.40.1.129140
Fairholm, Gilbert. W. (1997). Capturing the Heart of Leadership: Spirituality and Community in the New American Workplace. Westport, CT: Prager.
Ferguson, J., & Milliman, J. (2008). Creating effective core organizational values: A spiritual leadership approach. International Journal of Public Administration, 31(4), 439–459. https://doi.org/10.1080/01900690701590835
Firman Shakti Firdaus, M. N. Md. H. M. N. M. A. and R. Z. Y. (2015). Quality Management Concept Based on Islamic Worldview. International Academic Research Journal of Business and Technology , 1(2), 208–213.
Fry, L. W. (2003). Toward a theory of spiritual leadership. The Leadership Quarterly, 14(6), 693–727. https://doi.org/10.1016/J.LEAQUA.2003.09.001
Fuad Nashori. (2010). Agenda Psikologi Islami (Cetakan II). Pustaka Pelajar.
Haidar Bagir. (2019). Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan. Noura Books.
Hameed, A., & Yusuf, B. (2014). A Study of Evolution of Maqâshid as-Syari’ah as A Legal Theory. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 19(1). https://doi.org/10.29300/ MADANIA.V19I1.21
Hunsaker, W. D. (2016). Spiritual leadership and organizational citizenship behavior: relationship with Confucian values. Journal of Management, Spirituality and Religion, 13(3), 206–225. https://doi.org/10.1080/14766086.2016.1159974
Ibrahim el-Fiky. (2011). Terapi Berpikir Positif, (terj.) oleh Khalifurrahman Fath & M. Taufik Damas (Cetakan VII). Zaman.
Ismail, F., Arifin, Z., & Rahmi UIN ar-Raniry Banda Aceh Indonesia, S. (2020). Maqasidi Leadership of Minority Religions Figure for Maintaining Tolerance in Manado, Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 149–172. https://doi.org/10.14421/ JPI.2020.92.149-172
Jalaluddin A. As-Suyuthi. (1983). Asybah wan Nadhair, al-Asybah wa al-Nadzair. Dar al-Kutub al-’Ilmiyah.
Jasser Auda. (2008). Maqasid Al-Shariah: A Beginner’s Guide (Vol. 14). International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Jeon, K. S., Passmore, D. L., Lee, C., & Hunsaker, W. (2013). Spiritual leadership: A validation study in a Korean context. Journal of Management, Spirituality and Religion, 10(4), 342–357. https://doi.org/10.1080/14766086.2013.801026
Juliansyah Noor. (2013). Penelitian Ilmu Manajemen Tinjauan Filosofis dan Praktis. Kencana Prenada Media Group.
Lean, E. R., & Ganster, D. C. (2017). Is there a common understanding of spiritual leader behaviors? Journal of Management, Spirituality & Religion, 14(4), 295–317. https://doi.org/10.1080/14766086.2017.1315316
Luk Bouckaert & Laszlo Zsolnai (Eds.). (2007). Spirituality as a Public Good. Antwerpen-Apeldoom.
Luthfiah, I., Astuti, I., & Faridah, F. (2025). The Concept of Ihsan in Al-Munir’s Tafsir and Its Implications in the Workplace. FiTUA: Jurnal Studi Islam, 6(2), 140–149. https://doi.org/10.47625/FITUA.V6I2.1070
Mahmud. (2012). Psikologi Pendidikan. CV Pustaka Setia.
Margaret Jablonski. (2005). Hidden Wholeness: Spiritual Leadership: Journal of College and Character: Vol 6, No 8. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.2202/1940-1639.1490
Mark E. Koltko-Rivera. (2006). “Rediscovering the Later Version of Maslow’s Hierarchy of Needs: Self-Transcendence and Opportunities for Theory, Research, and Unification” . Review of General Psychology, The American Psychological Association, 10(4), 302–317.
Max Weber. (1968). Economy and Society. Bedminter Press.
Muhammad Utsman Najati. (2010). Psikologi Qurani dari Jiwa hingga Ilmu Laduni, (terj.) oleh Hedi Fajar dan Abdullah. Marja.
Nadlifah, N., Arifin, Z., & Rahmi, S. (2020). Charismatic-Visionary Leadership of Teungku in Developing The Role of Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireun, Aceh. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 18(1), 139–154. https://doi.org/10.21154/ CENDEKIA.V1I1.1899
Reave, L. (2005). Spiritual values and practices related to leadership effectiveness. The Leadership Quarterly, 16(5), 655–687. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2005.07.003
Robert Frager. (1999). Heart, Self, & Soul, The Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony. Quest Books.
Rohmaniyah, I., & Woodward, M. (2012). Wahhabism, Identity, and Secular Ritual: Graduation at an Indonesian High School. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 50(1), 119–145. https://doi.org/10.14421/AJIS.2012.501.119-145
Seyyed Hossein Nasr. (1987). Islamic Art and Spirituality. State University of New York Press.
Seyyed Hossein Nasr. (1990). Man and Nature The Spiritual Crisis of Modern Man. Unwin Paperbacks.
Shihab, M. Q. (2016). Yang Hilang dari Kita: Akhlak. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2017a). Islam yang Saya Anut Dasar-Dasar Ajaran Islam. PT Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2017b). Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Volume 2, Ed. Revisi. PT Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2017c). Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Volume 3. PT Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2017d). Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Volume 4, Ed. Revisi. PT. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2017e). Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Volume 15. PT. Lentera Hati.
Tobroni. (2010). The Spiritual Leadership Pengefektifan Organisasi Noble Industry Melalui Prinsip-prinsip Spiritual Etis. UMM Pres.
Toto Tasmara. (2006). Spiritual Centered Leadership Kepemimpinan Berbasis Spiritual. Gema Insani.
Tri Yugo, & Surana, D. (2024). Ihsan Dalam Tinjauan Aksiologi Filsafat Islam. Tamadduna: Jurnal Peradaban. https://doi.org/10.29313/tamadduna.v1i2.4833
Yudian Wahyudi. (2007). Ushul Fikih Versus Hermeneutika: Membaca Islam dari Kanada dan Amerika. Pesantren Nawasea Press.
Sidang Senat dan Hadirin yang Kami Muliakan
Pada kesempatan yang mulia ini, perkenakan saya menyampaikan banyak terima kasih kepada kepada semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, bimbingan, serta bantuannya dalam proses pencapaian guru besar ini.
Saya haturkan banyak terima kasih kepada Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., (Menteri Agama RI), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., (Sekjen Kemenag), Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag (Dirjen Pendis), Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Direktur PTKI) yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menerima gelar guru besar pada bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam serta kepada mas M. Aziz Hakim, M.H beserta tim Kasubdit Ketenagaan pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis Kementerian Agama RI yang telah membantu dalam proses administrasi pengusulan guru besar.
Saya juga sangat berterima kasih kepada Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D yang telah memberikan persetujuan dalam pengajuan GB saya pada bidang keahlian Kepemimpinan Pendidikan Islam. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd., Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si., dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si., atas segala dukungan dan bantuan dalam pengusulan guru besar.
Saya juga haturkan banyak terima kasih kepada Prof. Dr. H. Kamsi, M.A. dan Prof. Dr. H. Maragustam, M.A., selaku Ketua dan Sekretaris Senat UIN Sunan Kalijaga yang telah memberikan bimbingan serta bantuannya dalam proses pengusulan guru besar. Begitu pun saya ucapkan banyak terima kasih kepada Prof. Dr. Ibnu Burdah, M.A., ketua Tim beserta anggota Komite Integritas Akademik UIN Sunan Kalijaga.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Dekan, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., para wakil dekan, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I (WD I), Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. (WD II), dan Dr. Winarti, M.Pd.Si (WD III), Ratna Eryani, S.Ag. (Kabag TU), Suharyanto, SE (Kasubag Akademik), teman-teman pengelola program studi S1, S2, PPG, dan S3 dan para tenaga kependidikan yang telah memberikan dukungannya selama ini. Terima kasih juga kepada teman-teman pengeloa Rumah Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman asosiasi MPI Indonesia yang bergabung dari Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia, Perkumpulan Manager Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia, dan Perkumpulan Sarjana Manajemen Pendidikan Islam (Persmapi) Indonesia, khususnya kepada Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A (Ketum PPMPI), Dr. Feiby Ismail, M.Pd. (Bendum PPMPI), Prof. Dr. Badrudin, M.Ag (Ketum Perma Pendis), Dr. Irawan, M.Pd (Ketum Persmapii), dan lain-lain.
Saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada kiai, guru, ustadz, serta teman-teman yang selama ini telah mendoakan saya, baik teman-teman di TK ABA, SDN Ngawonggo, MTs Al-Mujahidin Surakarta, MAKN Surakarta, S1 Pendidikan Agaam Islam (PAI), S2 Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam (MKPI), dan S3 Studi Islam Konsentrasi Kependidikan Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Saya menyampaikan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orangtua saya, bapak Mukti Raharjo (alm) dan ibu Sri Widodo (alm) yang telah mendidik, menyayangi, dan mengarahkan, dan mendoakan saya untuk menempuh pendidikan di pesantren hingga perguruan tinggi. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau berdua di alam kuburnya. Saya juga banyak terima kasih kepada kedua mertua saya, bapak Drs. H. Tukimin Musthofa (alm) dan Ibu Sunik Wariyatik, serta keluarga trah Drs. H. Tukimin Musthofa (alm), keluarga mas Mas Jamadi, S.IP., Mas Isnaini Musthofa, Mas Misbah Hasanun Musthofa, SE, M.AP., dan Mas Haris Fauzan Musthofa, S.E., S.S.T., Ak., M.P.P.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara-saudara saya, keluarga mas Ikhwanul Hakim: mbak Nur, Alya (alm) dan Naila, mas Nurul Ikhsan: mbak Ryan, Rahma dan Izzatunnisa, dik Al-Faruq: dik Tri, Zidan dan Fanya, dan dik Alfi Nur Hayati dan Eko Setyanto (alm). Kepada sedulur trah mbah Ahmad Irsam: keluarga mas Nurhadi, Mas Zuhri, Mas Slamet, dll. Kepada sedulur trah Mbah Hadi Prayitno (alm): keluarga Lik Rowi (alm) dan Lik Siti Sabariyah (alm), Lik Tri dan Lik Sri Lestari, Lik Muslim dan Lik Karni, Lik Bejo (alm) dan Lik Murtanti, Lik Sri Rejeki dan Lik Harjanto, dll, dan sedulur trah mbah Hariyanto Raharjo: keluarga ibu Suwarni, mas Munjalin, mbak lis, dll yang telah mendukung dan mendoakan atas kesuksesan saya.
Terakhir, saya sampaikan terima kasih tak terhingga kepada istri saya, Harisah Kurniawati, S.Pd.I dan Muhammad Rizky Arifin yang telah menemani, mendoakan dan mendukung karir saya, serta selalu setia menunggu kedatanganku. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya, sehingga menjadi keluarga sakinnah, mawadah, wa rohmah, aamiin.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
|
IDENTITAS DIRI |
|
|
Nama |
Prof. Dr. Zainal Arifin, S.Pd.I, M.S.I |
|
NIP |
198003242009121002 |
|
Tempat dan Tanggal Lahir |
Klaten, 24 Maret 1980 |
|
Jabatan Akademik |
Guru Besar |
|
Golongan |
IV/C |
|
Email/HP |
zainal.arifin@uin-suka.ac.id / 08154 2222 480 |
|
PT |
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jln. Marsda Adisucipto Depok, Sleman, Yogyakarta, 55281 |
|
Alamat Rumah (KTP) |
Mantren Rt 09, Rw 03 Karangrejo Mageta Jawa Timur |
|
Alamat Rumah Yogyakarta |
Bayen Rt 03 Rw 01 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta |
|
Id Google Scholar |
cCAkkuIAAAAJ |
|
Id Orcid |
|
|
Id Scopus |
59769228400 |
|
Id Sinta |
5991984 |
|
Id Web of Science |
AEP-0945-2022 |
|
RIWAYAT PENDIDIKAN |
||
|
Tahun Lulus |
Program Studi |
Universitas |
|
2005 |
Pendidikan Agama Islam (S1) Fakultas Tarbiyah |
UIN Sunan Kalijaga |
|
2009 |
Pendidikan Islam (S2) Konsentrasi Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam |
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga |
|
2017 |
Studi Islam (S3) Konsentrasi Kependidikan Islam |
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga |
|
PENGALAMAN JABATAN (PROFESIONAL) |
||
|
PERIODE |
JABATAN |
TEMPAT |
|
2024-2028 |
Sekretaris Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
UIN Sunan Kalijaga |
|
2020-2024 |
Ketua Program Studi (S1) Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
UIN Sunan Kalijaga |
|
2015-2020 |
Sekretaris Program Studi (S1) Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
UIN Sunan Kalijaga |
|
2022-2027 |
Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) bidang Manajemen Pendidikan Islam |
Indonesia |
|
2022-sekarang |
Asesor PPG Prajabatan Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) |
Indonesia |
|
2023-sekarang |
Trainer Moderasi Beragama Kementerian Agama |
Indonesia |
|
PELATIHAN PROFESIONAL |
||
|
TAHUN |
KEGIATAN |
PENYELENGGARA |
|
2024 |
Pendidikan dan Pelatihan Satgas PPKS Se-Indonesia, 12-14 Desember 2024 |
Pusat Layanan Terpadu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
2023 |
Training of Trainer Penguatan Moderasi Beragama, 31 Juli 2023-5 Agustus 2023 |
Pusdiklat Tenaga Administrasi BP4 Kementerian Agama bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga |
|
2022 |
Pelatihan Asesor Lamdik, 21, 22, dan 28 April 2022 |
Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) |
|
2022 |
Pelatihan Targeted Selection Interview untuk Asesor Seleksi PPG Prajabatan, 11-14 Juli 2022 |
Kemendikbudristek bekerjasama dengan Daya Dimensi Indonesia |
|
2022-2023 |
Kader Pemikir Islam Indonesia (KPII) Angkatan ke-2, September 2022-Januari 2023 |
Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) dan Prodi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina |
|
PENGAJARAN DI DALAM INSTITUSI |
||
|
TAHUN |
MATA KULIAH |
PT |
|
2012-2013 |
MK Al-Hadis, MK Administrasi Perkantoran, dll di Program Studi (S1) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2012-2013 |
MK Bahasa Arab di Program Studi (S1) Pendidikan Agama Islam |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2013-sekarang |
MK Manajemen Perpustakaan, MK Filsafat Manajemen, MK Manajemen Pesantren dan Luar Sekolah, MK Leadership, MK Tafsir Ayat-Ayat Manajemen, dll di Program Studi (S1) Manajemen Pendidikan Islam |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2017 |
MK Analisis Kebijakan Pendidikan MI di Program Studi (S2) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2018-sekarang |
MK Pengembangan Teori MPI dan Kepemimpinan Pendidikan Islam di Program Studi (S2) Manajemen Pendidikan Islam |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2018-2025 |
MK Studi Al-Quran dan Hadits Perspektif Pendidikan dan MK Studi Al-Quran dan Hadits Perspektif Pendidikan di Program Studi (S2) Pendidikan Bahasa Arab |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2018-2025 |
MK Teori Pembelajaran dan Perkembangan Peserta Didik dan MK Pendekatan dalam Pengkajian Islam di Program Studi (S2) Pendidikan Agama Islam |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2024 |
MK Isu Lembaga Pendidikan Dasar di Program Studi (S3) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2024-sekarang |
MK Pendekatan dalam Pengkajian Islam dan MK Penyusunan Proposal Disertasi di Program Studi (S3) Pendidikan Agama Islam |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
PENGAJARAN DI LUAR INSTITUSI |
||
|
TAHUN |
MATA KULIAH |
PT |
|
2018 - 2026 |
MK Wajib Kurikulum (MKWK) “Pendidikan Agama Islam (PAI)” di Universitas Gadjah Mada (UGM). |
Fakultas Filsafat UGM |
|
2024 |
MK Analisis Pendekatan Sistem Pendidikan di S2 MPI IAIN Takengon. |
PPs IAIN Takengon Aceh Tengah |
|
2024 |
MK Pendidikan Sistem dalam Pendidikan di S2 MPI UIN Raden Intan Lampung. |
PPs UIN Raden Intan Lampung |
|
2020- 2022 |
MK Sistem Akreditasi Lembaga Pendidikan, MK Marketing Pendidikan, MK Model-Model Quality Manajemen Pendidikan di S2 MPI. |
IAINU Kebumen Jawa Tengah |
|
2022 |
Mata Kuliah “Dasar-Dasar Manajemen” di S1 Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. |
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung |
|
PENGALAMAN SEBAGAI PENGUJI DISERTASI (S3) |
||
|
TAHUN |
MATA KULIAH |
PT |
|
2020-sekarang |
Program Studi Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga |
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga |
|
2024-sekarang |
Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) |
FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2024 |
Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung |
Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung |
|
2024, 2026 |
Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan |
Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan |
|
2025 |
Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta |
Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta |
|
2026 |
Program Studi (S3) Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Salatiga |
Pascasarjana UIN Salatiga |
|
PENGALAMAN PENELITIAN |
||
|
TAHUN |
JUDUL PENELITIAN |
SUMBER DANA |
|
2025 |
Analisis Gaya Kepemimpinan dan Dampaknya Terhadap Mutu Akademik PTKIN (Studi Kasus di UIN Raden Intan Lampung dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) |
LPPM UIN Raden Intan Lampung |
|
2024 |
Manajemen Program Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) untuk Pengembangan Profesi Tenaga Administrasi Dalam Konteks MBKM: Studi Komparatif di Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sunan Kalijaga dan Prodi Administrasi Pendidikan UPI Bandung |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2022 |
Strategi Perguruan Tinggi Negeri dalam Mencegah Infiltrasi Radikalisme Melalui Penguatan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Syiah Kuala Aceh |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2019 |
Otoritas Kepemimpinan Teungku dalam Manajemen Dayah Modern Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah (Studi Kasus di Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya Aceh) |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2018 |
Kepemimpinan Kiai pada Masyarakat Muslim Minoritas di Pesantren Darul Istiqomah Manado Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2016 |
Konsep Pendidikan Pluralisme Agama Perspektif Islam Berkemajuan dan Islam Nusantara (Studi Komparatif di Pendidikan Tarjih Ulama Muhammadiyah Yogyakarta dan Pesantren Awaja Nusantara Yogyakarta |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2015 |
Kepemimpinan Kiai dalam Ideologisasi Pemikiran Santri di Pesantren-Pesantren Salafiyah Mlangi |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
2014 |
Epistemologi dan Ideologi Pendidikan Pesantren (Studi Kurikulum di Pesantren Krapyak Yogyakarta dan Pondok Pasir Tumboh Kelantan Malaysia |
LPPM UIN Sunan Kalijaga |
|
PENELITIAN YANG DIPUBLIKASIKAN |
|
|
TAHUN |
JUDUL |
|
Buku Referensi |
|
|
2020 |
Islam Rahmatan Lil’ Alamin Mengenalkan Kelembutan dan Kasih Sayang Islam kepada Generasi Milenial. (Yogyakarta: Omah Ilmu, 2020). ISBN : 978-623-6571-41-5. |
|
2020 |
Tafsir Ayat-Ayat Manajemen Hikmah Idariyah dalam Al-Qur'an. (Bandung: Rosdakarya, 2020). ISBN : 978-602-446-447-9. |
|
2019 |
Tafsir Ayat-Ayat Manajemen Hikmah Idariyah dalam Al-Qur'an. (Yogyakarta: Prodi MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2019). ISBN : 978-602-5968-03-7 |
|
2018 |
Manajemen Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Teori dan Praktik. (Yogyakarta: Prodi MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2018). ISBN : 978-602-51031-6-2 . |
|
2017 |
Islam di Temboro: Model Kepemimpinan dan Strategi Kebudayaan Jamaah Tabligh dalam Pembentukan Karakter, (Yogyakarta: Prodi MPI FITK UIN Sunan Kalijaga, 2017). ISBN: 978-602-61179-9-1 |
|
Jurnal Ilmiah (2021-2025) |
|
|
2025 |
Building Students’ Tolerance through Multicultural Education in Inclusive Elementary Schools. (Sinta 3). Vol. 13 No. 2 Th. 2025. pp : 215–232. Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas. Universitas Wahid Hasyim Semarang. |
|
2025 |
Mapping alumni at higher education for the curriculum development: A case study in Indonesia. (Scopus Q3). Vol. 46 No. 2 Th. 2025. ISSN : 2452-3151. Kasetsart Journal of Social Sciences (KJSS). Kasetsart University Thailand. |
|
2025 |
Implementation Of The Marketing Mix For Educational Services At Senior High School Muhammadiyah 1 Yogyakarta. (Sinta 4). Vol. 2 No. 3 Th. 2025. INTIHA: Islamic Education Journal. STAI Darul Falah. |
|
2025 |
Fostering Character And A Conducive Learning Environment Through Spiritual Leadership. (Sinta 3). Vol. 10 No. 1 Th. 2025. Jurnal Isema: Islamic Educational Management. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. |
|
2025 |
Strengthening Educational Administrator Competencies Through Internship Management: A Comparative Study in Indonesian Higher Education. (Scopus Q2). Vol. 6 No. 3 Th. 2025. pp : 358-374. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Abdul Chalim Mojokerto. |
|
2025 |
Organization of Islamic Education Curriculum to Prevent Radicalism Among Students in Indonesian Universities. (Scopus Q2). Vol. 22 No. 1 Th. 2025. ISSN : 2502-2075. pp : 81-96. Jurnal Pendidikan Agama Islam. UIN Sunan Kalijaga. |
|
2025 |
CIPP-Based Analysis of Industrial Work Practice Effectiveness at a Private Vocational High School. (Sinta 3). Vol. 10 No. 1 Th. 2025. pp : 93-114. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. UIN Sunan Kalijaga. |
|
2025 |
Paradigm of Integration of Islamic and Scientific Knowledge: Philosophical Reflection on Islamic Basic Education. (Sinta 2). Vol. 7 No. 1 Th. 2025. pp : 484–498. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme. |
|
2024 |
Quality Management in Building Quality School Branding. (Sinta 4). Vol. 6 No. 2 Th. 2024. ISSN : 2715-596x. pp : 157-172. Studia Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. UIN Raden Fatah Palembang. |
|
2024 |
Penerapan Pendekatan Sistem Pembelajaran dalam Organisasi Pendidikan Islam. (Sinta 4). Vol. 6 No. 1 Th. 2024. ISSN : 2721-5628. Dimar: Jurnal Pendidikan Islam. |
|
2024 |
Manajemen Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19: Studi Kasus Sekolah di Indonesia. (Sinta 4). Vol. 9 No. 1 Th. 2024. Jurnal Pendidikan Madrasah. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. |
|
2024 |
Hermeneutics of hadith about music: Fazlur Rahman dan Khaled M. Aboue el Fadl. (Sinta 2). Vol. 8 No. 2 Th. 2024. ISSN : 2580-3190. pp : 406–418. AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis. STAIN Curup. |
|
2024 |
Tafsir Idariah Manajemen Sumber Daya Manusia dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30-39. (Sinta 4).Vol. 9 No. 1 Th. 2024. ISSN : 2527-6794. Jurnal Pendidikan Madrasah. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. |
|
2024 |
Unlocking Success: Key Factors for International Mobility Program in Implementing the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Curriculum. (Sinta 2). Vol. 9 No. 2 Th. 2024. ISSN : 2503-1481. pp : 227-238. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Institut Pesantren KH. Abdul chalim Pacet Mojokerto. |
|
2024 |
Transforming of Moderate Character Education in Islamic Educational Institutions. (Scopus Q1). Vol. 7 No. 1 Th. 2024. ISSN : 2614-8013. pp : 171-188. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam. Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. |
|
2023 |
Gender-Based Leadership In Quality Assurance Development: A Phenomenological Study. (Scopus Q2). Vol. 10 No. 2 Th. 2023. ISSN : 2331-186X. pp : 1-11. Cogent Education. bingdon Oxfordshire UK: Cogent OA an imprint of Taylor & Francis. |
|
2023 |
Implementation of the Adiwiyata School in Improving the Quality of Public Elementary School Education. (Sinta 2). Vol. 15 No. 4 Th. 2023. ISSN : 2597-940X. Al-Ishlah Jurnal Pendidikan. LP2M STAI Hubbulwathan Riau. |
|
2023 |
Manajemen Sekolah Digital Melalui Program Smart Classroom (SCR). 204/E/KPT/2022 (Scopus Q2).Vol. 4 No. 3 Th. 2023. ISSN : 2775293. pp : 505-515. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Institut Pesantren KH. Abdul chalim Pacet Mojokerto. |
|
2023 |
Manajemen Akreditasi FIBAA di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2022. (Sinta 4). Vol. 5 No. 1 Th. 2023. Fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. |
|
2023 |
Digital Marketing: Marketing Strategy for Madrasah Education Services During The Covid-19 Pandemic. Vol. 7 No. 1 Th. 2023. ISSN : 2549-5720. pp : 1-10. Al-Tanzim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Islamic Faculty of Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia. |
|
2022 |
Religious Character Education in the Hijrah Community in Manado as a Muslim Minority Region. Sekolah Tinggi Agama Islam Hubbulwathan Duri, Riau, Indonesia.. 200/M/KPT/2020 (Sinta 2). Vol. 14 No. 1 Th. 2022. ISSN : 2597-940X. pp : 572-582. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan. Sekolah Tinggi Agama Islam Hubbulwathan Duri, Riau, Indonesia. |
|
2022 |
Strategi Kepemimpinan Profetik Dalam Mengelola Lembaga Pendidikan Islam Di Masa Krisis. 30/E/KPT/2019 (Sinta 3). Vol. 6 No. 1 Th. 2022. ISSN : 2615-2886. pp : 58-74. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. |
|
2021 |
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015 Di SMK Negeri 4 Banjarmasin. Vol. 3 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2715-596X . pp : 99-118. Studia Manageria. UIN Palembang. |
|
2021 |
Humanistic Approach in Supervision and Evaluation of Islamic Religious Education. (Sinta 3). Vol. 6 No. 3 Th. 2021. ISBN : 2503-1481. pp : 660-671. Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. |
|
2021 |
The Kiai’s Cultural Strategy in Shaping the Religious Culture of the Community of Temboro Magetan Village, East Java. (Sinta 2). Vol. 21 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2442-9651. pp : 369-381. Dinamika Ilmu. UIN Samarinda. |
|
2021 |
Religion Teachers’ Strategies to Internalize Tolerance Values at Catholic and Islamic Schools in Bajawa Nusa Tenggara Timur. 200/M/KPT/2020 (Scopus Q2). Vol. 18 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2502-2075. pp : 295-306. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Prodi Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga. |
|
2021 |
Pendekatan Mubādalah Perspektif Faqihuddin Abdul Kodir Dalam Pemaknaan Hadis Kepemimpinan Perempuan. 85/M/KPT/2020 (Sinta 3). Vol. 7 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2502-8839. pp : 347-366. Riwayah: Jurnal Studi Hadis. Prodi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus. |
|
2021 |
Feminim -Transformational: Types of Women's Leadership in Adiwiyata School Development at SDN Bhayangkara Yogyakarta. (Sinta 3). Vol. 7 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2579-9282. pp : 189-200. Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar . IAIN Metro. |
|
2021 |
Otoritas Kepemimpinan Karismatik Tuan Guru Dalam Membentuk Budaya Religius. 30/E/KPT/2019 (Sinta 3). Vol. 5 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2615-2886. pp : 311-330. Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam. STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. |
|
2021 |
Integrated School Management-Character Education Affirmation: A Case Study in Muhammadiyah Wirobrajan 3 Elementary School Yogyakarta. (Sinta 3). Vol. 5 No. 2 Th. 2021. ISSN : 2549-5720. pp : 15-26. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Islamic Faculty of Nurul Jadid University Probolinggo. |
|
2021 |
Prophetic Leadership: Examining The Prophetic Leadership Concept of The Prophet Muhammad SAW. Vol. 21 No. 1 Th. 2021. ISSN : 2541-2167,. pp : 62-74. INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies.. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. |
|
2021 |
Nahdlatul 'Ulama's Philanthropy: The Aid For Strategy Education Financial. 28/E/KPT/2019 (Sinta 3). Vol. 6 No. 1 Th. 2021. ISSN : 2503-4383. pp : 1-15. MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Prodi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. |
|
2021 |
The Impact of Masturah Program on The Families of Tablighi Jamaat at Temboro Village in Indonesia. 28/E/KPT/2019 (Sinta 3). Vol. 4 No. 1 Th. 2021. ISSN : 2614-8013. pp : 136-149. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam. Program Studi Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto. |
|
PENGABDIAN MASYARAKAT |
||
|
TAHUN |
JUDUL |
SUMBER DANA |
|
Berperan serta aktif dalam pengelolaan jurnal ilmiah |
||
|
2020-2024 |
Editor in Chief Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
- |
|
Memberi latihan / penyuluhan / penataran / ceramah kepada masyarakat |
||
|
2025 |
Pengajian Ahad Pagi tema “Menanamkan Cinta pada Pendidikan” di Masjid Baiturrahman Bayen Purwomartani, 21 September 2025 |
- |
|
2023 |
Pembekalan “Pemuda Berdampak” di Yayasan Andre Tjipto Cendekia (YATC) Indonesia, 23 Oktober 2023 |
- |
|
2023 |
Membangun Budaya Kerja Berkualitas dan Lingkungan Keberagamaan yang Moderat kerja sama antara Prodi MPI FITK UIN Sunan Kalijaga dengan MTs Muhammadiyah Bantul dan MGMP Fikih MTs Kabupaten Bantul, 25-26 Mei 2023 |
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
2023 |
Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Pascasarjana IAIN Palangkaraya, 23 Maret 2023 |
IAIN Palangkaraya |
|
2023 |
Capacity Building Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, 18 Maret 2023 |
UIN Suska Riau |
|
2022 |
Evaluasi Sistem Pendidikan Madrasah Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Madrasah (PTM), 17 November 2022 |
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
|
PENUNJANG |
||
|
TAHUN |
JUDUL |
TEMPAT |
|
Menjadi Pengurus Asosiasi |
||
|
2017-2029 |
Sekretaris Umum Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia Periode 2017-2021, Periode 2021-2025, Periode 2025-2029 |
Indonesia |
|
Mendapat Tanda Jasa dan Penghargaan |
||
|
2024 |
Academic Leader Bidang Pendidikan Islam pada Anugerah Dosen Parma Pendis Award 2024. |
Bandung |
|
2020 |
Keputusan Presiden RI No. 37/TK/Tahun 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Saytalancana Karya Satya (Satya Lancana Karya Satya 10 tahun |
Indonesia |
|
Menjadi Anggota Organisasi Profesi |
||
|
2019- 2029 |
Ketua Divisi Kelembagaan & Keanggotaan Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perm Pendis) Periode 2019-2023, Periode 2024-2029. |
Indonesia |
|
Menjadi Dosen Tamu (2021-2025) |
||
|
2025 |
MK Pemikiran Pendidikan Islam, 11 Desember 2025 |
Prodi MPI STAI Nurul Falah Airmolek |
|
2025 |
Penguatan Kapasitas Keilmuan Mahasiswa S3 MPI dengan Pendekatan Digitalisasi dan Artificial Intelegency, 23 Oktober 2025 |
Prodi S3 MPI UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi |
|
2023 |
Mata Kuliah Kualifikasi Program Magister Prodi MPI, 8 Juni 2023 |
Prodi S2 MPI Pascasarjana IAIN Ponorogo |
|
2022 |
Penelitian dan Pengembangan Dalam Bidang Manajemen Pendidikan Islam di Era Society 5.0, 21 Juli 2022. |
Prodi MPI IAIN Palangka Raya |
|
2022 |
Profesi Kependidikan Bidang Manajemen Pendidikan Islam, 11 Januari 2022 |
MPI STAI Sangatta Kutai Timur |
|
2021 |
Manajemen PAUD dalam Perspektif Total Quality Management (TQM), 30 Maret 2021 |
STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang |
|
2021 |
Teori Hermeneutika Perspektif Khaled Abou El Fadl dalam Studi Islam, 22 Maret 2021 |
Prodi MPI UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi |
|
Menjadi Mitra Bestari/Reviewer (2021-2026) |
||
|
2026 |
Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus Q2), Jurnal Pendidikan Agama Islam (J-PAI), judul: “Catalys for Leadership Transformation as an Influencer in The Revitalization of Vocational Secondary Education in Java”. |
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. |
|
2026 |
Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus Q2) Munaddhomah: Journal of Islamic Education Management, Judul: "Empowering Student Voices: Enhancing Engagement in University Policy-Making to Prevent Campus Violence". |
Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto |
|
2025 |
Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus Q2), judul: “Electronic management implementation by school principals and impact on administrative and technical performance in Riyadh”. |
Frontiers in Education Switzerland |
|
2025 |
Jurnal Abdi Insani LPPM Universitas Mataram (Sinta 4). |
Universitas Mataram |
|
2025 |
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (J-MPI) Vol. 9 N0. 1 Januari-Juni 2025 (Sinta 3). |
FITK UIN Malik Ibrahim Malang |
|
2024 |
Dinamika Ilmu: Journal of Education UIN Sultan Aji Samarinda (Sinta 2). |
UIN Sultan Aji Samarinda |
|
2024 |
Jurnal Al Fahim Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta (Sinta 4). |
Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta |
|
2024 |
Jurnal Internasional Bereputas (Scopus Q1) Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam. Judul: The Socio-Physical and Spiritual Environment (SPaSE) Model for Religious Moderation in Madrasa, 4 September 2024 |
Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto |
|
2023 |
Jurnal Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Vol. 18 No.1 |
Universitas Muhammadiyah Surakarta |
|
2023 |
Tadbir Jurnal Studi Manajemen Pendidikan IAIN Curup Vol. 7 No.1 Mei 2023 |
IAIN Curup |
|
2023 |
Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram, Mei-Desember 2023. (Sinta 4) |
Universitas Mataram |
|
2022 |
Dinamika Ilmu: Journal of Education UIN Sultan Aji Samarinda, Vol. 22 No. 1 (Sinta 2). |
UIN Sultan Aji Samarinda |
|
2022 |
Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram, 1 Juli 2022. (Sinta 4) |
Universitas Mataram |
|
2022 |
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (J-MPI) Vol. 7 No.1 Januari-Juni 2022 |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang |
|
2022 |
Jurnal Al Fahim Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta (Sinta 4). |
Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta |
|
2022 |
Jurnal Tadbir Muwahhid, 31 Maret 2022 |
Universitas Djuanda Bogor |
|
2021 |
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, 26 Desember 2021 [Sinta 3]. |
Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto |
|
2021 |
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 5 November 2021 [Sinta 2]. |
STAI Hubbulwathan Duri Riau |
|
2021 |
al-Rabwah: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1 November 2021. |
MPI STAI Sangatta Kutai Timur |
|
2021 |
al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Universitasi Nurul Jadid Probolinggo, 1 November 2021 (Sinta 3). |
Universitasi Nurul Jadid Probolinggo |
|
2021 |
Ar-Rosikhun: Jurnal MPI UIN Maliki Malang, 29 Oktober 2021. (Sinta 3) |
Pascasarjana UIN Maliki Malang |
|
2021 |
Dinamika Ilmu: Journal of Education IAIN Samarinda (Terakredtasi Sinta 2), 20 Agustus 2021. |
IAIN Samarinda |
|
2021 |
Jurnal Tadbir Muwahhid FKIP Universitas Djuanda Bogor, November 2021. |
FKIP Universitas Djuanda Bogor |
|
2021 |
J-MPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 5 No. 1 Tahun 2021 (Sinta 5). UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. |
|
Narasumber (2021-2026) |
||
|
2026 |
“Workshop Bedah Draft Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis OBE”, 2 Maret 2026 |
STAI Syubbanul Wathon Magelang |
|
2026 |
Review LED PAI STAI Syubbanul Wathon Magelang, 11 Februari 2026 |
STAI Syubbanul Wathon Magelang |
|
2025 |
“Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penulisan Ilmiah Untuk Mahasiswa dan Dosen”, 4 Desember 2025 |
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau |
|
2025 |
Review LED PAI STAIM Baluk Magetan, 29 November 2025 |
Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) |
|
2025 |
Review LED PAI STIT Insan Kamil Bogor, 18 November 2025 |
STIT Insan Kamil Bogor |
|
2025 |
Review LED Prodi PBA STAIYO, 17 November 2025 |
Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) |
|
2025 |
Seminar Ilmiah Nasional HMPS PAI, 26 Oktober 2025 |
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi |
|
2025 |
Webinar “Penguatan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam Era 5.0”, 21 Oktober 2025 |
Prodi S2 MPI UIN Sultan Syarif Kasim Riau |
|
2025 |
Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE, 16 Oktober 2025 |
Prodi MPI FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau |
|
2025 |
Review Kurikulum Program Magister MPI dan S1 PAI, 11 Oktober 2025 |
IAI An-Nawawi Purworejo |
|
2025 |
Seminar “Implementasi Instrumen Akreditasi 2.0” pada Munas IV Asosiasi Pengelola Program Doktor PAI, 9 Oktober 2025 |
FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang |
|
2025 |
Review Kurikulum Prodi MPI, 8 Oktober 2025 |
STAI Nurul Falah Airmolek Riau |
|
2025 |
Redesign Kurikulum OBE Berbasis Cinta di Prodi MPI, 8 Oktober 2025 |
UIN A.M. Sangadji Ambon |
|
2025 |
Seminar Kepemimpinan HIMA Magister PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga, 19 September 2025 |
Magister PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga |
|
2025 |
Workshop Pelatihan RPS Berbasis OBE Prodi MPI, 29 Agustus 2025 |
FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau |
|
2025 |
Matrikulasi Mahasiswa Baru S2 MPI, 28 Agustus 2025 |
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau |
|
2025 |
Review Kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), 12 Juni 2025 |
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An-Nur Yogyakarta |
|
2025 |
Workshop Review Kurikulum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, 20 Februari 2025 |
STAIT Yogyakarta |
|
2025 |
FEMMAPI (Festival Edukasi Mahasiswa MPI) HMPS MPI, 6 Februari 2025 |
STAI Syubbanul Wathon Magelang |
|
2025 |
Workshop Review Kurikulum Prodi MPI, 20 Januari 2025 |
FTIK UINSI Samarinda |
|
2024 |
Workshop Pengelolaan Program Studi Berbasis Akreditasi di Prodi MPI, 30 November 2024 |
STAIN Bengkalis |
|
2024 |
Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Dirjen Pendis Kemenag RI, 5 November 2024 |
Dirjen Pendis Kemenag RI |
|
2024 |
Seminar Nasional: “Edupreneurship dalam Kelembagaan Pendidikan Islam” di Prodi MPI, 15 Oktober 2024 |
Universitas Pamulang |
|
2024 |
Workshop MPI dengan tema: “Edupreneurship dalam Kelembagaan Pendidikan Islam” pada Prodi MPI, 11 Oktober 2024 |
IAIN Manado |
|
2024 |
Penyusunan Visi Keilmuan Prodi MPI dan PAI Pascasarjana, Road Map Penelitian dan PkM di Prodi S2 MPI & S2 PAI, 10 Oktober 2024. |
Pascasarjana IAIN Manado |
|
2024 |
Revisi Kurikulum MBKM Prodi MPI, 10 Juni 2024 |
FTIK IAIN Palangka Raya |
|
2023 |
“Review Kurikulum dan Penyusunan RPS Berbasis Outcome Based Education (OBE)” di Prodi MPI, 23 Desember 2023 |
STAI Sangatta Kutai Timur |
|
2023 |
Review dan Finalisasi Dokumen Akreditasi Prodi MPI, 4-6 Desember 2023 |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang |
|
2023 |
Seminar Nasional Prodi MPI, 23 November 2023 |
STAIN Bengkalis |
|
2023 |
Workshop Pembahasan Apendiks FIBAA, 13 Oktober 2023 |
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta |
|
2023 |
Finalisasi Dokumen LED Prodi Magister ES, MPI, dan PAI, 13-15 Oktober 2023 |
Pascasarjana IAIN Ponorogo, |
|
2023 |
Penyusunan Instrumen Kurikulum OBE Terimplementasi MBKM, 20 September 2023 |
Universitas Djunada Bogor |
|
2023 |
“Workshop Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE” Prodi MPI, 23-24 Agustus 2023 |
UIN Raden Intan Lampung |
|
2023 |
Pemutakhiran Kurikulum Prodi S2 MPI, 16 Agustus 2023 |
UIN Sumatera Utara Medan |
|
2023 |
“Workshop Visitasi Akreditasi Internasional FIBAA”, 22-23 Juni 2023 |
Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung |
|
2023 |
Review Kurikulum Berstandar Internasional, 5-7 Juni 2023 |
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang |
|
2023 |
Webinar Nasional Manajemen Prodi MPI, 8 Januari 2023 |
UIN Datokarama Palu dan IAIN Manado |
|
2022 |
Be a Good Leader in Era 5.0" Prodi MPI, 2 Agustus 2022. |
STAIT Yogyakarta |
|
2022 |
Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (MBKM) Kampus Merdeka, 1 Agustus 2022. |
STAI Al-Hidayah Bogor |
|
2022 |
FGD Pemantapan dan Review Borang Akreditasi Jurusan MPI, 18-19 Juli 2022. |
IAIN Ponorogo |
|
2022 |
Workshop Penyusunan RPS berbasis KKNI, 31 Maret 2022. |
Pascasarjana UIN STS Jambi |
|
2022 |
Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka: Peluang dan Tantangan Pada Pendidikan, 28 Februari 2022. |
HMJ MPI UIN Alauddin Makasar |
|
2022 |
Workshop Penyusunan Kurikulum Prodi MPI, 06 Januari 2022 |
FITK IAI Muhammad Azami (IAIMA) Jambi. |
|
2021 |
Review Kurikulum Prodi MPI menuju MBKM, 4 Desember 2021. |
IAI Al Hikmah Tuban |
|
2021 |
Webinar Nasional dengan tema: "Manajemen Lembaga Pendidikan di Era Disrupsi", 28 November 2021. |
STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta. |
|
2021 |
Seminar Nasional MPI: "Tantangan dan Peluang Pengelolaan Lembaga Pendidikan di Era Industri 4.0" 20 November 2021 di MPI |
STAI Ma'had Aly al-Hikam Malang |
|
2021 |
Webinar Nasional: "Peluang dan Tantangan Lulusan MPI di Era Revolusi Industri 4.0", 14 Oktober 2021 |
STIT NU al-Farabi Pangandaran |
|
2021 |
Webinar Nasional: "Praktik Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Riset dalam Upaya Menyiapkan Lulusan MPI yang Unggul dan Berdaya Saing, 3 Oktober 2021. |
IAIDA Blokagung Banyuwangi |
|
2021 |
Webinar Nasional dengan tema: “Guru Nasibmu tak Seindah Namamu”, 30 September 2021. |
Perpusda Kabupaten Magetan |
|
2021 |
Studium General dan Sosialisasi IMMAPSI: "Mewujudkan SDM Unggul MPI dalan Kontelasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas, 16 September 2021. |
Universitas Hasyim Asy'ari Jombang |
|
2021 |
Webinar Nasional Prodi Manajemen Pendidikan Islam" Ruang Lingkup Bidang MPI dan Pentingnya Publikasi Ilmiah bagi Dosen dan Mahasiswa", 4 September 2021. |
STAI Sanggata Kutai Timur |
|
2021 |
Webinar Jurusan MPI: "Manajemen Pendidikan Berbasis Islam", 5 Oktober 2021. |
UIN ar-Raniry Banda Aceh |
|
2021 |
Webinar Nasional MPI "Problem dan Tantangan Pendidikan Islam Era 5.0, 17 Juli 2021. |
STAI Syubbanul Wathon Magelang |
|
2021 |
“Webinar Nasional Kepemimpinan Manajemen dan Administrasi”, 10 Juli 2021. |
FTIK IAIN Palangkaraya |
|
2021 |
Webinar Nasional Series 2 Jurusan MPI: Penelitian dalam Manajemen Pendidikan, 6 Juli 2021. |
UIN Alauddin Makasar |
|
2021 |
Gerakan Nasional Literasi Digital, 16 Juni, 22 Juni, dan 21 Juli 2021. |
Kominfo dan Siber Kreasi di Kab. Magetan |
|
2021 |
Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), 1 Juni 2021. |
Prodi MPI STAIN Mandailing Natal |
|
2021 |
"Bedah Buku "Tafsir Ayat -ayat Manajemen", 29 Mei 2021. |
HMPI IAIN Manado dan HMPS IAIN Palu |