WhatsApp Image 2026-01-02 at 15.55.06.jpeg

Jumat, 02 Januari 2026 15:44:00 WIB

0

Perkuat Tradisi Riset, Lima Dosen UIN Sunan Kalijaga Raih Hibah MoRA The AIR Funds 2025

Di tengah tantangan global yang kian kompleks, mulai dari isu disabilitas, kekerasan seksual, keadilan gender, hingga kebencanaan, riset tidak lagi cukup hadir sebagai wacana akademik. Perguruan tinggi dituntut keluar dari menara gading dan menjadi bagian dari solusi. Komitmen itulah yang ditunjukkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui keberhasilan lima dosennya menembus pendanaan bergengsi MoRA The Awakened and Indonesia Research (AIR) Funds 2025.

Salah satu penerima hibah adalah Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ro’fah, M.A., Ph.D.  Melalui riset berjudul “Organizational Development and Inclusive Governance: Developing a Disability Service Unit Model for Indonesian Higher Education”, Ro’fah dan tim menawarkan model Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang sistematis dan berkelanjutan bagi perguruan tinggi di Indonesia.

 “UIN Sunan Kalijaga melalui PLD telah mengakumulasi pengalaman hampir 20 tahun dalam melayani mahasiswa difabel. Pengalaman empiris ini kami transformasikan menjadi model kelembagaan yang siap pakai dan dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain,” ujar figur yang merupakah salah satu perintis PLD kampus ini.

Dari Pascasarjana, dosen Interdisciplinary Islamic Studies, Dr. Suhadi, S.Ag., M.A., bersama tim mengusung riset berjudul “Implementasi Eko-Teologi Pertanian: Pendekatan Holistik-Spiritualistik Inovasi Regenerative Agriculture Berbasis Rumput Gama Umami dan Chicory di Pondok Pesantren Al-Imdad dan Lumbung Pangan Mataraman Guwosari, Pajangan, Bantul, DIY.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem pertanian dan peternakan berkelanjutan berbasis pesantren dan komunitas desa untuk mendukung swasembada pangan dan pakan nasional, dengan menawarkan inovasi pemanfaatan tanaman hijauan unggul Gama Umami dan Chicory guna mengatasi keterbatasan pakan, rendahnya kesuburan tanah, serta mengoptimalkan lahan tidak produktif.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D., mengusung riset bertajuk “Model Inovatif Pencegahan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Berbasis Sexual Intelligence di Indonesia dan Tunisia: Kajian Integratif Nalar Bayani, Burhani, dan Irfani”. Ia Bersama tim dari  Pusat Studi Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (P2GHA) menyoroti kecenderungan penanganan kekerasan seksual yang selama ini bersifat reaktif dan normatif.

“Kekerasan seksual adalah persoalan kemanusiaan yang sangat kompleks. Pendekatan hukum saja tidak cukup. Melalui konsep Sexual Intelligence yang terintegrasi dengan nalar Bayani, Burhani, dan Irfani, kami ingin membangun kesadaran seksualitas yang sehat, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai agama,” ungkap Prof. Alim.

Adapun dari Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, M.A., bersama tim terdiri dari Prof. Lindra Darnela, Dr. Muhrisun,mengajukan riset berjudul “Legal Advocacy and Pursuit of Justice on Gender and Religion: Roles of Mediators, Lawyers, and Legal Experts at Indonesia's Islamic Courts”. Projek ini menekankan pada advokasi hukum dengan melihat pemahaman dan cara kerja para pengacara, mediator dan saksi ahli, terkait dengan penyelesaian isu-isu hukum keluarga atau realisasi keadilan dalam keluarga berbasis keadilan jender dan perlindungan agama

“Riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis sekaligus bukti empiris yang kuat sebagai dasar pengembangan kebijakan hukum keluarga yang lebih berkeadilan dan sensitif terhadap isu gender dan agama,” ungkap Prof. Euis.

Penerima hibah lainnya Adalah Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Astri Hanjarwati, S.Sos., M.A., bersama timnya mengangkat riset Inovasi Media Literasi Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pengetahuan lokal dalam pengurangan risiko bencana yang kontekstual dan inklusif.

Menanggapi keberhasilan lima tim peneliti dari UIN Sunan Kalijaga, Rektor Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap, riset yang didanai melalui MoRA The AIR Funds 2025 mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan publik, serta memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan dalam menjawab tantangan zaman.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kualitas dan daya saing riset dosen UIN Sunan Kalijaga.

“Lebih dari sekadar pendanaan, MoRA The AIR Funds merupakan bentuk pengakuan atas keseriusan UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan riset yang relevan dengan isu-isu keagamaan, sosial, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Capaian ini juga sekaligus meneguhkan langkah UIN Sunan Kalijaga menuju visi sebagai universitas unggul dan berdaya saing global, dengan riset sebagai fondasi utama transformasi keilmuan dan kontribusi sosial.(humassk)