Kalijaga Lolos Pendanaan LPDP AIR Funds 2025
Tim Peneliti Pusat Layanan Difabel (PLD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih pendanaan kompetitif dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skiema The AIR Funds untuk riset bertajuk “Organizational Development and Inclusive Governance: Developing a Disability Service Unit Model for Indonesian Higher Education”. Proposal ini diterima setelah melalui proses seleksi sangat kompetitif dan dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi pengembangan pendidikan tinggi inklusif di Indonesia.
Sebagai ketua tim, Ro’fah, M.A., Ph.D. beserta Jamil Suprihatiningrum, Suharto, Andayani, Fera Puspo, mengungkapkan, riset ini lahir sebagai solusi atas kebutuhan mendesak institusi pendidikan tinggi di Indonesia dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta peraturan turunannya, yang mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD). Meskipun masyarakat perguruan tinggi telah memiliki kesadaran untuk menjalankan amanah ini, sebagian besar masih memerlukan panduan teknis yang komprehensif tentang bagaimana membangun, mengelola, dan mengevaluasi ULD secara berkelanjutan.
“UIN Sunan Kalijaga melalui PLD telah mengakumulasi pengalaman operasional dan kelembagaan selama hampir 20 tahun dalam melayani mahasiswa difabel. Pengalaman empiris yang telah terdokumentasi ini kini kami transformasikan melalui penelitian ini menjadi sebuah model kelembagaan yang sistematis, siap pakai, dan dapat diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.
Figur yang juga merupakan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut melanjutkan, riset yang akan berlangsung selama dua tahun (2026–2027) ini bertujuan mengembangkan model kelembagaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) berbasis Organizational Development (OD) dan Inclusive Governance (IG) yang kontekstual dengan karakteristik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan siap diadopsi secara nasional. Model ini dirancang tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai katalis transformasi kelembagaan menuju kampus yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Riset ini, kata Ro’fah, akan melibatkan kolaborasi dengan tiga PTKI mitra, yaitu UIN Cirebon, UIN Bengkulu, dan UIN Mataram, sebagai lokasi uji coba dan implementasi model. Selain itu, penelitian ini didukung oleh jaringan mitra nasional dan internasional, antara lain BRIN, SIGAB, Mitra Netra, University of Sydney, University of Glasgow, dan jaringan Erasmus+.
Sosok yang juga merupakan salah satu perintis PLD ini melanjutkan, bahwa luaran yang diharapkan mencakup pengembangan Model ULD Nasional berbasis OD–IG, beserta panduan teknis implementasinya, pengembangan Sistem Informasi Akomodasi (SIA) berbasis digital untuk mendukung layanan yang terintegrasi, serta penyusunan modul pelatihan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk menghasilkan policy brief dan rekomendasi kebijakan bagi Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sekaligus publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
Menanggapi keberhasilan Ro’fah bersama tim Pusat Layanan Difabel (PLD), Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyatakan bahwa riset tersebut sejalan dengan visi UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus rahmatan lil ‘alamin sekaligus mendukung kebijakan nasional tentang pendidikan inklusif. Ia berharap, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan strategis bagi penguatan tata kelola pendidikan tinggi yang inklusif di Indonesia.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga dampak sosial yang nyata, yaitu meningkatnya akses dan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, serta terwujudnya ekosistem kampus yang lebih inklusif dan setara.
Capaian ini semakin mempertegas peran dan kontribusi Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga, yang sejak didirikan pada tahun 2007 telah menjadi unit pelopor layanan disabilitas di perguruan tinggi Indonesia. (humassk)