Sebanyak 410 lulusan dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 hari kedua, Kamis (12/2/2026), di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Senat Universitas, Prof. Dr. Maragustam.
Mereka berasal dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebanyak 83 orang, terdiri atas 73 lulusan S1 dan 10 lulusan S2. Fakultas Syariah dan Hukum meluluskan 132 orang dengan rincian 77 lulusan S1, 50 lulusan S2, dan 5 lulusan S3. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora meluluskan 90 orang. Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengukuhkan 105 lulusan, terdiri atas 81 lulusan S1 dan 24 lulusan S2.
Di antara ratusan lulusan itu, sejumlah nama mencatatkan diri sebagai wisudawan terbaik tercepat. Pada jenjang sarjana, Heni Engelica (Ekonomi Syariah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam lulus dalam 3 tahun 3 bulan 17 hari dengan IPK 3,85. Muthia Meilani (Ilmu Komunikasi) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora menuntaskan studi 3 tahun 2 bulan 28 hari dengan IPK 3,86. Arrohman Bintang Putra Agus Alhanif (Hukum Keluarga Islam) Fakultas Syariah dan Hukum meraih IPK 3,90. Helfa Nurunnajma (Bimbingan dan Konseling Islam) Fakultas Dakwah dan Komunikasi mencatat IPK 3,92.
Di jenjang magister, Imas Hasanah (Magister Ekonomi Syariah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelesaikan studi dalam 1 tahun 10 bulan 15 hari dengan IPK 3,95. Shinta Ath Thariq Apriari (Magister Bimbingan dan Konseling Islam) Fakultas Dakwah dan Komunikasi, lulus dalam 1 tahun 10 bulan 12 hari dengan IPK 3,98. Hanin Yumna (Magister Ilmu Syariah) Fakultas Syariah dan Hukum mencatat IPK 4,00 dalam 1 tahun 8 bulan 15 hari. Sementara Orien Effendi meraih gelar Doktor Ilmu Syariah Fakultas Syariah dan Hukum dalam 2 tahun 11 bulan 29 hari dengan IPK 3,98.
Dalam pidatonya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa jejak para alumni kampus ini telah tersebar di berbagai lini kehidupan, mulai dari birokrasi, pendidikan, riset, hingga sektor sosial-keagamaan, dan lebih penting lagi memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata hasil kecerdasan akademik, melainkan buah dari semangat perjuangan dan kerja keras yang terus dirawat sejak menjadi mahasiswa.
Menurutnya, asal-usul tidak pernah menjadi batas bagi masa depan. Tumbuh jauh dari pusat-pusat kemajuan, bahkan dari daerah yang berjarak ratusan kilometer dari kota besar, bukanlah alasan untuk merasa rendah diri. Keterbatasan geografis maupun sosial justru dapat menjadi titik tolak untuk bertumbuh. Dengan ketekunan, kesungguhan, dan konsistensi dalam belajar serta bekerja, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk mengubah jalan hidupnya, melampaui sekat-sekat geografis, dan menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus bertransformasi menjadi kampus terkemuka dan bereputasi global. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembaruan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan zaman, sehingga mampu menjawab problem sains serta fenomena keilmuan kontemporer.
Ia juga mengingatkan bahwa capaian akademik tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan personal atau tersimpan di “menara gading”. Ilmu dan kerja keras yang ditempa selama studi, tegasnya, harus diturunkan ke masyarakat dalam bentuk kontribusi nyata.
Di tengah perubahan dunia yang bergerak begitu cepat, Prof. Noorhaidi berpesan agar para lulusan tidak pernah berhenti berikhtiar dan terus menumbuhkan inisiatif, bahkan dari langkah-langkah sederhana. Pasalnya, keberhasilan besar yang terlihat hari ini kerap berawal dari upaya kecil yang dijalankan dengan konsisten dan penuh kesungguhan. Meski dunia penuh tantangan, kata Rektor, dengan inisiatif dan kerja keras kita akan tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menunjukkan eksistensi.
“Kalian adalah generasi yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Indonesia masih membutuhkan kontribusi nyata di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Di tangan kalian, arah dan kualitas masa depan negeri ini akan ditentukan,” katanya.
Karena itu, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen bergerak searah dengan agenda pembangunan nasional, memastikan lulusannya hadir sebagai bagian dari solusi bagi masa depan bangsa.
Mewakili wisudawan, Shinta Ath Thariq Apriari menyampaikan bahwa wisuda bukan semata soal kelulusan, tetapi tentang proses. “Wisuda ini adalah tentang kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah. Dari keraguanlah ilmu pengetahuan tumbuh. Bukan dari merasa paling tahu, tetapi dari kemauan untuk mendengarkan dan mencari,” katanya.
Sebanyak 410 lulusan itu kini kembali ke tengah masyarakat dengan gelar baru dan tanggung jawab yang lebih besar. Bagi kampus, wisuda menjadi penanda akhir proses akademik. Bagi para lulusan, justru menjadi awal peran berikutnya.(humassk)