Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Muhammad Lutfi Hamid, ditunjuk sebagai Ketua Kafilah Haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 M/1447 H. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 109 Tahun 2026.
Penunjukan ini menegaskan kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas sumber daya manusia di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Dalam perannya, Ketua Kafilah bertugas melakukan koordinasi secara periodik dengan Petugas Haji Daerah DIY, menyiapkan catatan pelaksanaan ibadah sebagai bahan evaluasi, mewakili jamaah dalam agenda resmi daerah, menerima laporan serta memberikan masukan kepada petugas, hingga menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Daerah selama penyelenggaraan haji berlangsung.
Dalam acara pamitan calon jamaah haji DIY yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Rabu (15/4/2026), Lutfi menyampaikan gambaran umum komposisi jamaah haji DIY tahun ini. Dari total jamaah yang ada, sekitar 40 persen jamaah berada di atas usia produktif.
“Komposisi ini menunjukkan bahwa pelayanan dan pendampingan menjadi aspek yang sangat krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya. Data tersebut juga menjadi dasar penting dalam merancang strategi layanan yang responsif dan adaptif, baik oleh petugas haji pusat maupun daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, kata Dr. Lutfi, tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh sinergi dan kepedulian bersama. “Kami berharap seluruh petugas haji, baik pusat maupun daerah, dapat menjalankan tugas secara optimal. Di sisi lain, jamaah juga diharapkan membangun kesadaran kolektif untuk saling membantu, menjaga kebersamaan, dan memperkuat nilai guyub serta rukun selama menjalankan ibadah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Lutfi juga mewakili jamaah haji DIY menyampaikan pamit kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
“Semoga seluruh jamaah haji DIY dapat melaksanakan ibadah dengan sempurna, diberikan ketenangan dan kelancaran, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat dan memperoleh haji yang mabrur,” tuturnya.
Adapun terkait dengan posisinya sebagai Kepala Biro AAKK di PTKIN tertua, Lutfi memastikan bahwa seluruh layanan akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama di UIN Sunan Kalijaga tetap berjalan optimal.
“Seluruh sistem layanan di UIN Sunan Kalijaga telah berjalan berbasis tata kelola yang terstruktur dan kolektif. Saya memastikan bahwa pelayanan akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama tetap berjalan sebagaimana mestinya, karena didukung oleh tim yang solid dan mekanisme kerja yang sudah tertata dengan baik,” ujarnya.
Momentum ini justru menjadi bukti bahwa institusi mampu menjaga keberlanjutan layanan sekaligus berkontribusi dalam tugas-tugas publik yang lebih luas. “Ini adalah kerja tim. Kami telah menyiapkan mekanisme koordinasi internal agar seluruh layanan tetap responsif dan tidak terganggu,” imbuhnya.
Kehadiran figur pimpinan UIN Sunan Kalijaga dalam peran strategis ini menjadi representasi kontribusi perguruan tinggi dalam ruang publik yang lebih luas. Tidak hanya dalam pengembangan akademik, tetapi juga dalam pelayanan sosial-keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Peran ini sekaligus memperkuat UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan berkontribusi aktif dalam mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional.(humassk)