Upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat kapasitas mahasiswa terus dilakukan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satunya melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Bank Indonesia, guna memastikan mahasiswa dapat menjalani perkuliahan secara optimal, sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia pasca perkuliahan.
Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, dalam kegiatan Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa yang memiliki pemahaman kuat di bidang kebanksentralan.
“Kita perlu menyiapkan mahasiswa sebagai calon penerus. Ini bagian dari upaya meningkatkan literasi kebanksentralan, sekaligus mendukung kualitas pendidikan sumber daya manusia dan penguatan riset di Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama ini mencakup tiga aspek utama, yakni peningkatan literasi kebanksentralan, bantuan pendidikan, dan dukungan penelitian. Menurutnya, literasi kebanksentralan menjadi penting karena pengelolaan negara memiliki irisan dengan prinsip-prinsip pengelolaan korporasi, terutama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi.
“Suatu negara, sebagaimana korporasi, membutuhkan sumber pemasukan yang tercermin dalam pertumbuhan ekonomi. Di sinilah peran kebanksentralan menjadi penting untuk dipahami, termasuk bagaimana kebijakan moneter, fiskal, dan instrumen ekonomi lainnya saling berkelindan,” jelasnya.
Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat dinamika ekonomi, sekaligus membangun idealisme yang relevan saat terjun ke tengah masyarakat.
Selain aspek literasi, program ini juga membuka peluang bantuan pendidikan bagi mahasiswa, termasuk melalui skema beasiswa dan penguatan kapasitas diri. Dalam konteks ini, peran Generasi Baru Indonesia (GenBI) turut disorot sebagai contoh nyata kontribusi mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, yang jumlah di UIN Sunan Kalijaga juga cukup signifikan.
GenBI dinilai aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengabdian masyarakat, gerakan sosial, hingga pengembangan kapasitas diri. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan sosial.
“Ini ikhtiar bersama untuk membangun sumber daya manusia yang semakin berkualitas. Apa yang dilakukan GenBI menjadi contoh bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan secara langsung oleh masing-masing pimpinan perguruan tinggi bersama Bank Indonesia. Dari UIN Sunan Kalijaga, perjanjian tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor, Prof. Noorhaidi Hasan.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga turut terlibat aktif dalam rangkaian Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan. Keterlibatan ini juga menjadi indikator kuat bahwa mahasiswa mulai mengambil peran dalam ruang-ruang pengembangan kapasitas yang lebih strategis.
Partisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, melainkan juga kontekstual dan aplikatif, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkuat kesiapan menghadapi tantangan di bidang kebanksentralan dan dunia profesional ke depan.
Sejalan dengan itu, bagi UIN Sunan Kalijaga, kerja sama ini memiliki arti strategis dalam memperkuat ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Selain dukungan biaya pendidikan, dukungan pada bidang penelitian juga menjadi elemen krusial dalam kerja sama ini. Penguatan riset diharapkan mampu meningkatkan kontribusi keilmuan UIN Sunan Kalijaga sekaligus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus bergerak menuju kampus berbasis riset, dengan luaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.(humassk)