WhatsApp Image 2026-06-30 at 08.57.31(1).jpeg

Selasa, 30 Juni 2026 08:55:00 WIB

0

Menjadi Presiden AIUA, Rektor UIN Sunan Kalijaga Usung Visi Kolaborasi, Perdamaian, dan Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Asia

Kepercayaan komunitas perguruan tinggi Islam Asia kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, untuk memimpin The Asian Islamic Universities Association (AIUA) sebagai Presiden periode 2026–2028 mencerminkan pengakuan atas kiprah kepemimpinannya dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi Islam di tingkat Asia. Amanah tersebut sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang aktif membangun jejaring akademik, riset, dan kerja sama internasional.

Pemilihan berlangsung dalam rangkaian AIUA International Seminar and Annual General Meeting (AGM) 2026 yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 23–25 Juni 2026. Forum tersebut dihadiri para pimpinan perguruan tinggi Islam anggota AIUA dari berbagai negara di Asia.


Terpilihnya Prof. Noorhaidi Hasan merupakan bentuk kepercayaan atas rekam jejak kepemimpinannya dalam mendorong transformasi dan internasionalisasi UIN Sunan Kalijaga. Di bawah kepemimpinannya, universitas terus memperluas jejaring kerja sama global, meningkatkan mutu akademik, memperkuat kolaborasi riset internasional, serta mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing internasional.

Dalam sambutannya usai terpilih, Prof. Noorhaidi menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab berbagai tantangan global.

"AIUA harus menjadi ruang kolaborasi yang semakin kuat dalam membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia, pembangunan berkelanjutan, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Ia menuturkan, kepemimpinan AIUA pada periode mendatang akan diarahkan untuk memperkuat kualitas dan daya saing perguruan tinggi Islam melalui kolaborasi yang lebih erat antarinstitusi.

"Ke depan, fokus saya ada pada beberapa hal. Pertama, memperkuat penjaminan mutu, kolaborasi akademik antar universitas Islam di Asia melalui riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah yang berdampak global. Universitas-universitas Islam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membangun ekosistem pengetahuan yang saling menguatkan," katanya.

Selain memperkuat mutu akademik, Prof. Noorhaidi juga menilai perguruan tinggi Islam perlu mengambil peran yang lebih strategis dalam merespons berbagai persoalan dunia kontemporer. Menurutnya, kampus Islam harus hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi ruang yang memperkuat perdamaian dan kohesi sosial.

"Dunia saat ini menghadapi polarisasi, konflik, dan fragmentasi sosial. Di sinilah peran kampus Islam harus tampil sebagai perekat," tegasnya.

Sebagai Presiden AIUA periode 2026–2028, Prof. Noorhaidi akan memimpin organisasi yang menghimpun perguruan tinggi Islam dari berbagai negara Asia untuk memperkuat kerja sama akademik, pengembangan kapasitas kelembagaan, pertukaran sivitas akademika, kolaborasi riset, hingga diplomasi pendidikan tinggi Islam di tingkat regional maupun global.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, amanah tersebut menjadi pencapaian strategis dalam perjalanan internasionalisasi institusi. Kepemimpinan di AIUA membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan kolaborasi lintas negara, peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa, penguatan riset bersama, serta perluasan pengakuan internasional terhadap kontribusi perguruan tinggi Islam Indonesia.

Kepercayaan ini juga melanjutkan rekam jejak historis UIN Sunan Kalijaga dalam kepemimpinan AIUA. Pada tahun 2017, Prof. Yudian Wahyudi yang saat itu menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga, terpilih sebagai Presiden AIUA. Pada periode yang sama, Dr. Muhammad Fakhry Husein, yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga, dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris AIUA.

Terpilihnya kembali pimpinan UIN Sunan Kalijaga untuk memimpin AIUA menunjukkan konsistensi kontribusi universitas dalam membangun jejaring pendidikan tinggi Islam di kawasan Asia. Lebih dari sekadar pencapaian organisasi, kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas akademik, kepemimpinan, serta komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan global.(humassk)