1002244592.jpg

Senin, 13 Juli 2026 13:13:00 WIB

0

Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Sintang

Pengelolaan sampah yang masih menjadi persoalan nasional memerlukan penyelesaian yang tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat sejak dari sumbernya. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bentang Sintang Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggagas kolaborasi bersama Komunitas Bowara Sintang dan Forum Anak Sintang (FAKSIN) untuk memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Kolaborasi tersebut diawali melalui Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026) di kawasan tepian Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pertemuan menjadi ruang dialog untuk memetakan persoalan pengelolaan sampah sekaligus merumuskan langkah bersama dalam membangun budaya peduli lingkungan yang lebih berkelanjutan.


Ketua Tim KKN Bentang Sintang, Mufid, menjelaskan bahwa mahasiswa hadir bukan untuk menggantikan gerakan yang telah tumbuh di masyarakat, melainkan memperkuatnya melalui pendekatan akademik, edukasi, dan kolaborasi.

"Kami melihat Bowara telah memiliki semangat dan gerakan yang luar biasa dalam mengedukasi masyarakat. Selama 40 hari pengabdian, kami akan mendukung melalui penyusunan konten edukasi mengenai pemilahan sampah, jadwal pembuangan sampah, kampanye pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, pendampingan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai mitra agar gerakan ini dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan," ujar Mufid.


Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan menggelar aksi bersih-bersih atau sepenuhnya mengandalkan pemerintah. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya melalui edukasi yang berkelanjutan, didukung kolaborasi antara komunitas, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat..

Founder Bowara Sintang, Naufal, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Bowara merupakan komunitas yang bergerak secara sukarela dalam aksi peduli lingkungan dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

"Kami adalah komunitas yang ingin menggerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan melalui aksi bersih-bersih yang dibarengi edukasi. Harapan kami, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sintang. Di antaranya keterbatasan akses perizinan untuk memperluas gerakan ke wilayah lain, kapasitas pengangkutan sampah yang belum mampu menjangkau seluruh kawasan, hingga belum optimalnya sistem pengelolaan sampah setelah dikumpulkan. 

Karena itu, pengelolaan sampah dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui penguatan edukasi masyarakat, dukungan kebijakan pemerintah, serta pengembangan sistem yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan bank sampah.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Tim KKN Bentang Sintang bersama Bowara dan FAKSIN sepakat membangun sinergi dengan pembagian peran yang saling melengkapi. Bowara akan menjadi motor penggerak aksi di lapangan, pemerintah diharapkan memperkuat dukungan melalui kebijakan dan fasilitasi, sementara mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga berkontribusi melalui edukasi masyarakat, penguatan komunikasi publik, pendampingan inovasi, serta membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan program lingkungan yang lebih luas.

Sinergi antara komunitas, pemerintah, mahasiswa, dan warga Adalah Langkah strategis untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus menciptakan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Sintang. (humassk)