UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan informasi publik yang transparan, mudah diakses, dan inovatif. Melalui Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Website PPID yang digelar Senin (13/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU), berbagai langkah strategis disusun untuk menyempurnakan layanan PPID sekaligus mempersiapkan evaluasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (e-Monev KIP) Tahun 2026.
FGD diikuti oleh segenap Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi UIN Sunan Kalijaga, di antaranya Satuan Pengawasan Internal (SPI) selaku pendamping, Tim Humas, serta Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik yang tidak hanya memenuhi standar kepatuhan, tetapi juga menghadirkan pengalaman layanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Ketua SPI UIN Sunan Kalijaga , Dr. Shaleh, yang juga selaku pendamping PPID, menegaskan bahwa tantangan penyelenggaraan PPID tahun ini tidak lagi sekadar mempertahankan predikat Informatif, tetapi juga menghadirkan inovasi yang berdampak pada kualitas layanan.
"Tahun ini tantangannya lebih besar. Jika sebelumnya kita berupaya meraih predikat Informatif, maka sekarang bagaimana mempertahankannya melalui berbagai inovasi, sekaligus memastikan kelengkapan data di setiap PPID Pelaksana," ujarnya.
Menurutnya, inovasi harus dibangun secara sistematis mulai dari penyediaan informasi, penguatan layanan, hingga peningkatan kualitas website sebagai wajah utama layanan keterbukaan informasi UIN Sunan Kalijaga.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah langkah penguatan layanan, di antaranya penyusunan mekanisme helpdesk PPID. Beberapa alternatif yang mengemuka adalah optimalisasi petugas front office atau resepsionis sebagai petugas layanan informasi, maupun melibatkan mahasiswa paruh waktu yang secara khusus bertugas di helpdesk PPID.
Selain itu, tim juga menyepakati pentingnya penyajian data statistik permohonan informasi secara real time melalui website PPID. Statistik tersebut akan menampilkan perkembangan permohonan informasi setiap bulan sehingga masyarakat dapat melihat secara terbuka kinerja pelayanan informasi publik di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Forum juga membahas implementasi 17 rencana aksi inovasi PPID yang disiapkan sebagai bagian dari strategi menghadapi evaluasi nasional keterbukaan informasi publik. Inovasi tersebut bagian dari komitmen memperkuat kualitas layanan sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam mengakses informasi.
Sementara itu, Sekretaris SPI, Syaifullahi Maslul, memaparkan tahapan penyempurnaan website PPID yang akan menjadi fokus beberapa waktu ke depan. Berbagai aspek seperti estetika antarmuka, navigasi menu, kemudahan akses tautan, hingga penyajian informasi yang lebih ramah pengguna akan terus disempurnakan agar website PPID mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih optimal.
FGD ini menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui sinergi antara PPID, SPI, PTIPD, dan Tim Humas, pengembangan website ini tidak hanya memenuhi indikator penilaian e-Monev KIP, tetapi juga menghadirkan layanan informasi publik yang semakin responsif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.(humassk)