Setelah memperoleh izin pembukaan Prodi Kedokteran melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 490/B/O/2026 serta memulai perkuliahan bagi 50 mahasiswa angkatan pertama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melanjutkan pengembangan keilmuan di bidang kesehatan. Universitas kini sedang dalam proses pendirian Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Gizi, serta Fisioterapi untuk memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan pimpinan UIN Sunan Kalijaga ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (23/9/2026). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Istiningsih serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., hadir dalam pertemuan yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponogoro.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan landasan akademik untuk rencana pembukaan tiga prodi dimaksud. Pengembangan program studi kesehatan membutuhkan kesiapan yang menyeluruh agar pendidikan yang diselenggarakan memiliki mutu keilmuan yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi yang memiliki pengalaman di bidang terkait menjadi bagian penting dari proses persiapannya.
Hubungan UIN Sunan Kalijaga dengan Undip telah terjalin dalam pengembangan pendidikan kesehatan sebelumnya. Saat UIN Sunan Kalijaga mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran, Undip berperan sebagai universitas pendamping. Kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip kali ini melanjutkan kemitraan tersebut sekaligus membuka ruang penguatan bagi bidang keilmuan kesehatan lainnya.
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi UIN Sunan Kalijaga. Izin penyelenggaraan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter telah terbit, dan Fakultas Kedokteran mulai menerima 50 mahasiswa angkatan pertama. Kehadiran pendidikan kedokteran menambah cakupan keilmuan universitas serta memperluas peluang bagi UIN Sunan Kalijaga untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan.
Penjajakan Prodi K3, Gizi, dan Fisioterapi merupakan kelanjutan dari arah pengembangan tersebut. Masing-masing bidang memiliki peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat: keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, pemenuhan gizi, serta pemeliharaan dan pemulihan fungsi tubuh. Melalui pengembangan bidang-bidang ini, UIN Sunan Kalijaga berupaya mempertemukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian dengan kebutuhan nyata yang terus berkembang.
Perluasan keilmuan itu juga berjalan seiring dengan penyiapan ruang pertumbuhan universitas. UIN Sunan Kalijaga telah memulai pekerjaan awal pembangunan Kampus II di Pajangan, yang saat ini berada pada tahap pengerasan jalan. Pengembangan kawasan kampus dan penguatan kerja sama akademik menjadi bagian dari persiapan jangka panjang untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan pada masa mendatang.
Di balik rencana pendirian Prodi K3, Gizi, dan Fisioterapi, terdapat kebutuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: bekerja dengan aman, memperoleh gizi yang baik, dan mendapatkan dukungan untuk pulih. Melalui kerja sama dengan Undip, UIN Sunan Kalijaga menyiapkan fondasi akademik agar bidang-bidang ilmu tersebut kelak memberi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.