UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) PTKIN se-Indonesia yang diikuti 141 peserta dari 46 PTKIN, Senin (5/10/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 8 Oktober 2026 ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarfakultas sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan hukum dan syari’ah di lingkungan PTKIN.
Rangkaian Rakernas diawali dengan ramah tamah bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., di FSH UIN Sunan Kalijaga. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan FSH UIN Sunan Kalijaga, Ketua Forum Dekan FSH PTKIN se-Indonesia, serta para dekan dan wakil dekan FSH PTKIN dari berbagai daerah, dari Banda Aceh hingga Sorong.
Dengan keterlibatan 46 PTKIN dan 141 peserta, pertemuan ini menjadi salah satu forum Forum Dekan FSH PTKIN dengan jumlah peserta terbanyak. Kehadiran para pimpinan FSH dari berbagai wilayah sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai ruang perjumpaan dan kolaborasi akademik bagi perguruan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional.
Dekan FSH UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Ali Sodiqin, M.Ag., mengatakan Rakernas akan diisi sejumlah agenda strategis, mulai dari seminar nasional hingga Forum Dekan. Seminar yang berlangsung pada 6 Oktober menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, di antaranya Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Amin Abdullah, dan Prof. Sahiron.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan merumuskan langkah-langkah strategis bagi pengembangan Fakultas Syari’ah dan Hukum PTKIN,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Dekan FSH PTKIN se-Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menilai forum tersebut penting untuk menghasilkan langkah konkret atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi FSH PTKIN.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan dan pembukaan Program Studi Ilmu Hukum di lingkungan FSH PTKIN. Menurutnya, kebutuhan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui komitmen bersama agar FSH PTKIN memiliki ruang yang lebih luas dalam mengembangkan rumpun keilmuan hukum.
“Kita berharap kegiatan ini membawa hasil-hasil positif sesuai dengan agenda dan harapan kita semua, terutama terkait akreditasi program studi dan pembukaan Program Studi Ilmu Hukum di masing-masing Fakultas Syari’ah dan Hukum PTKIN se-Indonesia,” ujarnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa pertemuan Forum Dekan tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk membaca perubahan dan menentukan arah pengembangan FSH PTKIN agar semakin adaptif terhadap perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan FSH perlu diarahkan pada perluasan rumpun keilmuan hukum, termasuk pengembangan Program Studi Ilmu Hukum pada jenjang sarjana hingga doktoral, program profesi, serta bidang-bidang hukum yang futuristik dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“Fakultas Syari’ah dan Hukum seluruh Indonesia harus diberikan ruang yang lebar untuk membuka Program Studi S1 Ilmu Hukum, S2 Ilmu Hukum, S3 Ilmu Hukum, kemudian program studi profesi, atau program-program studi dalam rumpun ilmu hukum yang bersifat futuristik dan bisa merespons perkembangan kekinian,” ungkapnya.
Prof. Noorhaidi juga mendorong FSH PTKIN untuk semakin percaya diri dalam membangun daya saing akademik. Menurutnya, capaian mahasiswa FSH PTKIN dalam berbagai kompetisi hukum, konstitusi, moot court, dan bidang akademik lainnya menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki kapasitas yang setara untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita sudah saatnya mengabaikan dikotomi yang terlalu tajam antara PTKIN dengan non-PTKIN. Kita bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, bahkan di dunia,” tegasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus memperkuat integrasi keilmuan, meningkatkan daya saing akademik, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menjawab persoalan masyarakat.
Rakernas Forum Dekan FSH PTKIN se-Indonesia di UIN Sunan Kalijaga diharapkan menghasilkan langkah strategis yang dapat ditindaklanjuti bersama, baik dalam pengembangan program studi, penguatan mutu dan akreditasi, maupun peningkatan kolaborasi antarfakultas. Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya FSH PTKIN untuk terus bergerak dari keunggulan akademik menuju kontribusi yang lebih luas bagi bangsa dan perkembangan keilmuan hukum di masa depan. (humassk)