Menjaga lingkungan dapat mulai dipelajari dari sampah yang dijumpai di jalan. Bagi anak-anak Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, kegiatan berjalan kaki sambil memungut sampah menjadi kesempatan untuk mengenali lingkungan sekaligus belajar mengambil tanggung jawab atas kebersihannya.
Pengalaman itu dihadirkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
(FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui kegiatan “Pahlawan Bumi”, Minggu
(18/10/2026). Bagian dari program Tarbiyah Suka Mengajar 2026 ini mengajak
puluhan anak dari berbagai usia belajar bahwa merawat alam dapat dilakukan
melalui tindakan yang dekat dengan keseharian mereka.
Pagi itu, anak-anak diajak berjalan menyusuri lingkungan dusun sambil
mengumpulkan sampah yang berserakan. Dalam pendampingan mahasiswa, mereka juga
belajar mengenali sampah yang dapat didaur ulang. Lingkungan tempat tinggal pun
menjadi ruang belajar, yakni apa yang mereka temukan di sepanjang perjalanan
menjadi bahan untuk memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Di dusun yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut,
pembelajaran ini memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan anak-anak.
Keasrian alam yang mengelilingi tempat tinggal mereka menjadi sesuatu yang
perlu dirawat melalui kebiasaan sehari-hari.
Antusiasme mengikuti kegiatan itu disampaikan salah seorang anak, Alviano.
Ia mengaku senang karena memperoleh pengetahuan tentang sampah sekaligus
terdorong untuk menjaga kebersihan.
“Kak, aku suka dengan kegiatan ini. Aku jadi tahu mana sampah-sampah yang
bisa didaur ulang dan akan selalu membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr.
Sigit Purnama, mengungkapkan bahwa Tarbiyah Suka Mengajar merupakan program
pengabdian dan pengajaran yang digagas FITK UIN Sunan Kalijaga dengan dukungan
Bank BPD DIY sejak 2019. Tahun ini, program tersebut mengusung tema “Belajar
Ceria, Mengabdi Bersama”.
Selama 14 hari, lanjutnya, tujuh mahasiswa dari berbagai program studi
menjalankan pengabdian di Dusun Sepi. Mereka membawa pengetahuan dari bangku
kuliah untuk dibagikan melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan dekat
dengan keseharian masyarakat.
Ketujuh mahasiswa tersebut ialah Muhammad Rasyid Fajarputra dari Pendidikan
Agama Islam selaku ketua kelompok; Nurul Laela Apriliani dari Pendidikan Bahasa
Arab; Nayla Mufida dari Pendidikan Fisika; Eka Zahrotun Ni’mah dari Pendidikan
Guru Madrasah Ibtidaiyah; Sahla Maulidatus Sa’idah dari Pendidikan Islam Anak
Usia Dini; Rifki Khoirun Nizam dari Manajemen Pendidikan Islam; serta Safira
Syafa Kamila dari Pendidikan Biologi. Mereka didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Rachmad Resmiyanto,
S.Si., M.Sc.
Melalui
“Pahlawan Bumi”, pengabdian mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga mengambil bentuk
yang konkret, yakni mendampingi anak-anak memahami persoalan di sekitarnya dan
mencoba melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Sebutan “pahlawan”
diperkenalkan melalui tindakan yang dapat mereka lakukan sendiri, mulai dari
memungut sampah hingga menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Melalui
Tarbiyah Suka Mengajar, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berupaya menanamkan
kepedulian lingkungan sejak usia dini. Pengalaman belajar di Dusun Sepi
diharapkan terus hidup dalam kebiasaan anak-anak merawat tempat tinggalnya.
Dari kebiasaan itulah, pengetahuan yang dibagikan selama pengabdian dapat
tumbuh menjadi tanggung jawab terhadap lingkungan yang mereka huni bersama. (humassk)