IMG_4677.JPG.jpeg

Senin, 19 Oktober 2026 14:21:00 WIB

0

Tarbiyah Suka Mengajar, Cara Mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga Mengajak Anak di Lereng Merapi–Merbabu Merawat Bumi

Menjaga lingkungan dapat mulai dipelajari dari sampah yang dijumpai di jalan. Bagi anak-anak Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, kegiatan berjalan kaki sambil memungut sampah menjadi kesempatan untuk mengenali lingkungan sekaligus belajar mengambil tanggung jawab atas kebersihannya.

Pengalaman itu dihadirkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui kegiatan “Pahlawan Bumi”, Minggu (18/10/2026). Bagian dari program Tarbiyah Suka Mengajar 2026 ini mengajak puluhan anak dari berbagai usia belajar bahwa merawat alam dapat dilakukan melalui tindakan yang dekat dengan keseharian mereka.

Pagi itu, anak-anak diajak berjalan menyusuri lingkungan dusun sambil mengumpulkan sampah yang berserakan. Dalam pendampingan mahasiswa, mereka juga belajar mengenali sampah yang dapat didaur ulang. Lingkungan tempat tinggal pun menjadi ruang belajar, yakni apa yang mereka temukan di sepanjang perjalanan menjadi bahan untuk memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Di dusun yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut, pembelajaran ini memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan anak-anak. Keasrian alam yang mengelilingi tempat tinggal mereka menjadi sesuatu yang perlu dirawat melalui kebiasaan sehari-hari.

Antusiasme mengikuti kegiatan itu disampaikan salah seorang anak, Alviano. Ia mengaku senang karena memperoleh pengetahuan tentang sampah sekaligus terdorong untuk menjaga kebersihan.

“Kak, aku suka dengan kegiatan ini. Aku jadi tahu mana sampah-sampah yang bisa didaur ulang dan akan selalu membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.


Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, mengungkapkan bahwa Tarbiyah Suka Mengajar merupakan program pengabdian dan pengajaran yang digagas FITK UIN Sunan Kalijaga dengan dukungan Bank BPD DIY sejak 2019. Tahun ini, program tersebut mengusung tema “Belajar Ceria, Mengabdi Bersama”.

Selama 14 hari, lanjutnya, tujuh mahasiswa dari berbagai program studi menjalankan pengabdian di Dusun Sepi. Mereka membawa pengetahuan dari bangku kuliah untuk dibagikan melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Ketujuh mahasiswa tersebut ialah Muhammad Rasyid Fajarputra dari Pendidikan Agama Islam selaku ketua kelompok; Nurul Laela Apriliani dari Pendidikan Bahasa Arab; Nayla Mufida dari Pendidikan Fisika; Eka Zahrotun Ni’mah dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah; Sahla Maulidatus Sa’idah dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini; Rifki Khoirun Nizam dari Manajemen Pendidikan Islam; serta Safira Syafa Kamila dari Pendidikan Biologi. Mereka didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Rachmad Resmiyanto, S.Si., M.Sc.

Melalui “Pahlawan Bumi”, pengabdian mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga mengambil bentuk yang konkret, yakni mendampingi anak-anak memahami persoalan di sekitarnya dan mencoba melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Sebutan “pahlawan” diperkenalkan melalui tindakan yang dapat mereka lakukan sendiri, mulai dari memungut sampah hingga menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Melalui Tarbiyah Suka Mengajar, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berupaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Pengalaman belajar di Dusun Sepi diharapkan terus hidup dalam kebiasaan anak-anak merawat tempat tinggalnya. Dari kebiasaan itulah, pengetahuan yang dibagikan selama pengabdian dapat tumbuh menjadi tanggung jawab terhadap lingkungan yang mereka huni bersama. (humassk)