WhatsApp Image 2026-04-27 at 17.33.59.jpeg

Selasa, 28 April 2026 08:12:00 WIB

0

KKN UIN SUNAN KALIJAGA 2026: Datang untuk Belajar, Tinggal untuk Memberi Dampak

KKN Reguler di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selalu menghadirkan cerita tersendiri. Di saat sebagian mahasiswa memanfaatkan libur semester untuk kembali ke rumah, ribuan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga justru bergerak keluar dari kampus, menyebar ke berbagai wilayah, menjumpai masyarakat, dan menghidupkan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Di titik inilah, perguruan tinggi menemukan makna kehadirannya, bukan sebagai menara gading, melainkan ruang ilmu yang hadir, menyapa, dan memberi dampak nyata. Komitmen tersebut terus dijaga UIN Sunan Kalijaga melalui berbagai ikhtiar, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Tahun 2026 ini, langkah pengabdian itu kembali dimulai melalui Pembukaan Pembekalan KKN Angkatan 120 yang digelar pada Selasa (28/4/2026) di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga.

Kali ini, KKN hadir dengan semangat yang terasa berbeda. Dirancang tidak sekadar untuk menjalankan program rutin, tetapi dibangun sistemnya untuk membawa arah baru, yakni berupaya berdampak nyata, berkolaborasi, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa berbagai penataan dilakukan secara serius untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN. “Regulasi KKN kami perkuat agar seluruh proses berjalan berbasis aturan. Timeline juga kami perbaiki, termasuk pembentukan kelompok yang sudah dimulai sejak H-90 sebelum keberangkatan. Selain itu, kami melakukan penataan pada sistem SIA KKN serta memperluas sebaran lokasi KKN agar lebih beragam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perbaikan juga menyasar aspek layanan dan perlengkapan, termasuk jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. “Kami juga merancang sistem pembekalan yang lebih komprehensif dengan 10 kali pertemuan klasikal, agar mahasiswa benar-benar memiliki program yang matang dan siap saat diterjunkan ke lokasi KKN,” lanjutnya.

KKN model baru ini, lanjut Dr. Qoyum,. dilakukan dengan pendekatan mahasiswa bukan datang sebagai kelompok yang serba tahu, tapi mereka hadir sebagai sahabat belajar bagi masyarakat. Mereka didorong untuk mendengarkan kebutuhan warga, memahami kenyataan lapangan, belajar dari lapangan, lalu bergerak bersama masyarakat. Dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah, mereka akan menanam jejak perubahan yang bisa terus tumbuh minimal selama 3 tahun ke depan.

 “Pimpinan kampus meyakini bahwa perubahan sosial tidak bisa lahir dalam waktu singkat. Desa membutuhkan pendampingan yang konsisten, program yang berlanjut, serta hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, Dengan pola ini, mahasiswa setiap angkatan dapat melanjutkan capaian angkatan sebelumnya.” ujarnya.

Pelaksanaan KKN 2026 dirancang selaras dengan arah kebijakan nasional serta agenda global pembangunan berkelanjutan. “KKN tahun ini kami arahkan sejalan dengan empat Asta Protas Kementerian Agama, yakni Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi; Ekoteologi; Pemberdayaan Ekonomi Umat; serta Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Ini sekaligus kami hubungkan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KKN tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan pengabdian yang berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan ekosistem akademik kampus. “KKN tahun ini juga kami desain terhubung dengan sistem pemeringkatan global seperti QS Sustainability dan THE Impact Rankings. Selain itu, KKN akan terintegrasi dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis program studi, serta mendorong hilirisasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi agar benar-benar memberi dampak nyata di masyarakat,” jelasnya.

Ia berkomitmen pelaksanaan KKN tahun ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang transformatif bagi mahasiswa. “KKN ini dapat menjadi jalan lahirnya banyak manfaat. Bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa yang pulang dengan hati lebih matang, pikiran lebih luas, dan kepedulian yang lebih dalam,” tutupnya.(humassk)