Komitmen UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, pengabdian kepada
masyarakat, serta tata kelola kampus yang berorientasi pada pembangunan
berkelanjutan kembali memperoleh pengakuan nasional. Pada ajang PENDIS Award
2026, UIN Sunan Kalijaga menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atas capaian terbaik pada Times Higher
Education (THE) Impact Rankings 2026, setelah berhasil menempati
peringkat 601–800 dunia pada kategori Overall Sustainability Impact Rating dan
menempati posisi 26 di level nasional.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof.
Noorhaidi Hasan, menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri
Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, pada malam penganugerahan
PENDIS Award, Sabtu (27/6/2026).
Bagi UIN Sunan Kalijaga,
penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas capaian pemeringkatan internasional,
tetapi juga menjadi afirmasi bahwa transformasi kampus yang berlandaskan
nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) telah memberikan dampak
nyata. Integrasi pendidikan, penelitian, inovasi, tata kelola institusi, dan
pengabdian kepada masyarakat terus diarahkan untuk menjawab tantangan
pembangunan global secara berkelanjutan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof.
Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja
kolektif seluruh sivitas akademika.
"Pengakuan ini merupakan hasil
dari proses panjang yang dibangun bersama oleh seluruh sivitas akademika. Kami
bersyukur atas apresiasi ini, sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk
terus memperkuat kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam mewujudkan pendidikan
tinggi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Prof. Noorhaidi, perguruan
tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara
akademik, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan global.
Semangat Empowering Knowledge, Shaping the Future menjadi pijakan UIN
Sunan Kalijaga dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian yang
berdampak terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai
dari penguatan ketahanan sosial, keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan
ekonomi, hingga tata kelola kelembagaan yang akuntabel.
Pendekatan tersebut, menurut
Koordinator Pusat Tim Pemeringkatan dan SDGs UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ir. Trio
Yonathan, tidak dibangun secara parsial, melainkan melalui kolaborasi lintas
unit di lingkungan universitas. Karena itu, capaian yang diraih merupakan hasil
kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mengarusutamakan prinsip-prinsip
keberlanjutan ke dalam berbagai program dan kebijakan institusi.
"Capaian ini adalah hasil
kerja bersama seluruh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga. Pusat Pemeringkatan
dan SDGs berperan mengoordinasikan pengumpulan data, mendokumentasikan berbagai
program yang mendukung SDGs, serta memastikan seluruh praktik baik kampus
terdokumentasi dan terlaporkan secara optimal sesuai indikator THE Impact
Rankings," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemeringkatan
internasional tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga mengukur
sejauh mana kebijakan, program, dan inovasi perguruan tinggi mampu memberikan
dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut tecermin pada
sejumlah capaian indikator SDGs. Pada SDG 15, Life on Land, UIN Sunan
Kalijaga berhasil menempati peringkat 101–200, menunjukkan kuatnya
komitmen kampus dalam pelestarian ekosistem daratan melalui pengelolaan ruang
terbuka hijau, penelitian biodiversitas, serta berbagai kebijakan konservasi
lingkungan.
Di bidang tata kelola, UIN Sunan
Kalijaga juga meraih peringkat 101–200 dunia pada SDG 16, Peace, Justice and
Strong Institutions. Capaian ini mencerminkan penguatan tata kelola
institusi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus kontribusi
kampus dalam mempromosikan perdamaian, keadilan, kebebasan akademik, dan
masyarakat yang inklusif.
Pada SDG 4 (Quality Education), UIN
Sunan Kalijaga menempatkan akses pendidikan yang inklusif sebagai salah satu
prioritas utama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang
memperluas kesempatan belajar bagi beragam kelompok masyarakat. Selain
menghadirkan layanan akademik dan nonakademik yang komprehensif melalui Pusat
Layanan Difabel (PLD) yang telah berkiprah hampir dua dekade, UIN Sunan
Kalijaga juga membuka jalur afirmasi bagi calon mahasiswa penyandang
disabilitas, memberikan akses bagi peserta didik dari wilayah terdepan,
terluar, dan tertinggal (3T), menyediakan jalur keberagaman bagi calon
mahasiswa nonmuslim, serta memperluas jejaring internasional melalui penerimaan
mahasiswa dari berbagai negara.
Kontribusi UIN Sunan Kalijaga
terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan juga tercermin pada SDG 8, Decent
Work and Economic Growth melalui penguatan kompetensi lulusan, pengembangan
kewirausahaan, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, serta berbagai
program yang mendorong terciptanya sumber daya manusia yang adaptif,
berintegritas, dan berdaya saing global.
Berbagai capaian tersebut
menunjukkan bahwa keberlanjutan di UIN Sunan Kalijaga bukan sekadar upaya
memenuhi indikator pemeringkatan internasional, melainkan telah diupayakan
menjadi bagian dari budaya institusi. Nilai-nilai SDGs diintegrasikan ke dalam
kebijakan, proses pembelajaran, riset multidisipliner, pengabdian kepada
masyarakat, hingga tata kelola kampus sebagai wujud komitmen menghadirkan
manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian
ini tidak berhenti sebagai sebuah pengakuan, melainkan menjadi pijakan untuk
memperkuat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi unggul bereputasi
global. Melalui penguatan tridarma dan tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan,
kampus terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional
maupun agenda pembangunan global.