diktis1.jpg

Minggu, 28 Juni 2026 10:50:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Raih DIKTIS Award, Pengakuan atas Komitmen Membangun Kampus Berkelanjutan Berkelas Dunia

Komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kampus yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan kembali memperoleh pengakuan nasional. Pada ajang PENDIS Award 2026, UIN Sunan Kalijaga menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atas capaian terbaik pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, setelah berhasil menempati peringkat 601–800 dunia pada kategori Overall Sustainability Impact Rating dan menempati posisi 26 di level nasional.


Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, pada malam penganugerahan PENDIS Award, Sabtu (27/6/2026).

Bagi UIN Sunan Kalijaga, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas capaian pemeringkatan internasional, tetapi juga menjadi afirmasi bahwa transformasi kampus yang berlandaskan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) telah memberikan dampak nyata. Integrasi pendidikan, penelitian, inovasi, tata kelola institusi, dan pengabdian kepada masyarakat terus diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan global secara berkelanjutan.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

"Pengakuan ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun bersama oleh seluruh sivitas akademika. Kami bersyukur atas apresiasi ini, sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperkuat kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan," ujarnya.


Menurut Prof. Noorhaidi, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan global. Semangat Empowering Knowledge, Shaping the Future menjadi pijakan UIN Sunan Kalijaga dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari penguatan ketahanan sosial, keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga tata kelola kelembagaan yang akuntabel.

Pendekatan tersebut, menurut Koordinator Pusat Tim Pemeringkatan dan SDGs UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ir. Trio Yonathan, tidak dibangun secara parsial, melainkan melalui kolaborasi lintas unit di lingkungan universitas. Karena itu, capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mengarusutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai program dan kebijakan institusi.

"Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga. Pusat Pemeringkatan dan SDGs berperan mengoordinasikan pengumpulan data, mendokumentasikan berbagai program yang mendukung SDGs, serta memastikan seluruh praktik baik kampus terdokumentasi dan terlaporkan secara optimal sesuai indikator THE Impact Rankings," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemeringkatan internasional tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga mengukur sejauh mana kebijakan, program, dan inovasi perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut tecermin pada sejumlah capaian indikator SDGs. Pada SDG 15, Life on Land, UIN Sunan Kalijaga berhasil menempati peringkat 101–200, menunjukkan kuatnya komitmen kampus dalam pelestarian ekosistem daratan melalui pengelolaan ruang terbuka hijau, penelitian biodiversitas, serta berbagai kebijakan konservasi lingkungan.

Di bidang tata kelola, UIN Sunan Kalijaga juga meraih peringkat 101–200 dunia pada SDG 16, Peace, Justice and Strong Institutions. Capaian ini mencerminkan penguatan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus kontribusi kampus dalam mempromosikan perdamaian, keadilan, kebebasan akademik, dan masyarakat yang inklusif.

Pada SDG 4 (Quality Education), UIN Sunan Kalijaga menempatkan akses pendidikan yang inklusif sebagai salah satu prioritas utama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang memperluas kesempatan belajar bagi beragam kelompok masyarakat. Selain menghadirkan layanan akademik dan nonakademik yang komprehensif melalui Pusat Layanan Difabel (PLD) yang telah berkiprah hampir dua dekade, UIN Sunan Kalijaga juga membuka jalur afirmasi bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas, memberikan akses bagi peserta didik dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), menyediakan jalur keberagaman bagi calon mahasiswa nonmuslim, serta memperluas jejaring internasional melalui penerimaan mahasiswa dari berbagai negara.

Kontribusi UIN Sunan Kalijaga terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan juga tercermin pada SDG 8, Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kompetensi lulusan, pengembangan kewirausahaan, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, serta berbagai program yang mendorong terciptanya sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing global.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan di UIN Sunan Kalijaga bukan sekadar upaya memenuhi indikator pemeringkatan internasional, melainkan telah diupayakan menjadi bagian dari budaya institusi. Nilai-nilai SDGs diintegrasikan ke dalam kebijakan, proses pembelajaran, riset multidisipliner, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kampus sebagai wujud komitmen menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah pengakuan, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi unggul bereputasi global. Melalui penguatan tridarma dan tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan, kampus terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional maupun agenda pembangunan global.