WhatsApp Image 2026-06-30 at 15.43.53.jpeg

Selasa, 30 Juni 2026 12:21:00 WIB

0

Infrastruktur IT PTIPD UIN Sunan Kalijaga Jadi Penopang Tes Bakat Skolastik BIB yang Diselenggarakan APC FISHUM

Di era transformasi digital, keberhasilan sebuah ujian berskala nasional tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas soal atau kesiapan penyelenggara. Di balik layar, terdapat sistem teknologi informasi yang harus mampu menjamin ribuan peserta dapat mengakses ujian secara bersamaan tanpa hambatan. Infrastruktur digital yang andal menjadi salah satu fondasi penting agar proses asesmen berlangsung adil, aman, dan nyaman.

Komitmen itulah yang ditunjukkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat dipercaya kembali menjadi mitra penyelenggara Tes Bakat Skolastik (TBS) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 melalui Applied Psychology Center (APC) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM). Selain menghadirkan layanan asesmen psikologis yang profesional, keberhasilan penyelenggaraan juga ditopang oleh kesiapan sistem teknologi informasi yang dikembangkan secara khusus untuk mengakomodasi ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Di bawah koordinasi Kepala UPT Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Kalijaga, Siti Mutmainah, S.Kom., M.Cs., Ph.D., tim teknologi informasi bekerja sejak jauh hari untuk memastikan seluruh proses ujian daring berjalan stabil, mulai dari pengembangan aplikasi, penguatan kapasitas server, hingga penyediaan layanan bantuan teknis (helpdesk) bagi peserta.


Salah satu pengembang aplikasi tes, Ervan Yogi Arifianto, M.Kom., menjelaskan bahwa pekerjaan tim tidak berhenti pada pembuatan aplikasi semata. Mereka juga mendampingi peserta agar mampu mempersiapkan perangkat yang digunakan selama ujian.

"Kami tidak hanya mengembangkan aplikasi, tetapi juga menyediakan layanan helpdesk untuk membantu peserta memastikan perangkat yang digunakan siap mengikuti ujian. Semua kami siapkan agar peserta dapat mengikuti asesmen dengan lancar," ujarnya.

Menurut Ervan, pengembangan aplikasi dilakukan dengan mempertimbangkan skala pelaksanaan ujian yang melibatkan ribuan peserta secara serentak. Karena itu, kapasitas server menjadi perhatian utama sejak tahap perancangan sistem.

Pengalaman menyelenggarakan asesmen daring pada tahun sebelumnya menjadi modal penting bagi tim untuk terus menyempurnakan platform yang digunakan. Berbagai algoritme sistem dimodifikasi agar mampu menangani beban akses yang lebih besar sekaligus menjaga stabilitas selama pelaksanaan ujian.

"Kami menyesuaikan pengembangan aplikasi dengan jumlah peserta. Kapasitas server menjadi salah satu pertimbangan terbesar karena harus mampu melayani ribuan pengguna dalam waktu yang bersamaan," jelasnya.

Sebagai bentuk mitigasi risiko, tim PTIPD bersama APC bersama 104 pengawas yang disiapkan, juga melaksanakan serangkaian simulasi dan uji coba sistem 2 hari sebelum hari pelaksanaan. Simulasi tersebut tidak hanya bertujuan menguji fungsi aplikasi, tetapi juga mengukur kemampuan server dalam menghadapi lonjakan trafik serta mengevaluasi performa algoritme yang digunakan.

Melalui proses tersebut, berbagai penyempurnaan dilakukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya sehingga sistem menjadi semakin adaptif terhadap kebutuhan pelaksanaan ujian nasional secara daring.

Ervan mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukanlah membangun aplikasinya, melainkan memastikan peserta memahami kebutuhan teknis yang telah ditetapkan. "Kalau pengembangan aplikasi sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana spesifikasi perangkat yang dipersyaratkan dapat dipahami dan dipenuhi oleh peserta, karena pada pelaksanaan daring mereka menggunakan perangkat masing-masing," ujarnya.

Tetapi di sisi lain, model ujian daring memberikan kemudahan yang lebih besar bagi peserta. Mereka tidak lagi harus melakukan perjalanan ke lokasi ujian, melainkan dapat mengikuti asesmen dari tempat masing-masing selama memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

"Pengalaman selama pandemi membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan berbagai platform digital, termasuk untuk kegiatan pembelajaran maupun asesmen. Hal itu menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan ujian secara daring saat ini," katanya.

Keberhasilan penyelenggaraan Tes Bakat Skolastik BIB 2026 menjadi bukti bahwa transformasi digital di perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui layanan akademik, tetapi juga melalui kemampuan membangun sistem informasi yang andal untuk mendukung program-program strategis nasional.

Kepercayaan yang diberikan kepada  APC Fishum UIN Sunan Kalijaga sebagai mitra penyelenggara kembali menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia, pengalaman dalam pengembangan teknologi informasi, serta kolaborasi lintas unit menjadi modal penting dalam menghadirkan layanan asesmen digital yang profesional, aman, dan berstandar nasional.(humassk)