Ruang belajar yang mudah dijangkau menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya literasi anak. Hal ini semakin relevan bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk gampong di Aceh, yang membutuhkan ruang belajar sebagai supporting pendidikan formal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan Teras Rencong, sebuah rumah belajar yang dirancang sebagai ruang edukasi nonformal sekaligus pusat kegiatan literasi di Gampong Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, yang diresmikan pada Minggu (19/7/2026) dalam rangkaian kegiatan Senam Sehat Uteun Gathom.
Peresmian Teras Rencong diikuti masyarakat Gampong Uteun Gathom dari berbagai kelompok usia. Keterlibatan warga sejak awal menjadi langkah penting agar rumah belajar tersebut tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi terus dimanfaatkan sebagai ruang membaca, pendampingan belajar, dan aktivitas edukatif bagi anak-anak di tingkat gampong.
Keuchik Gampong Uteun Gathom, Juhari, yang meresmikan Teras Rencong menilai rumah belajar tersebut memberikan ruang baru bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan kreativitas. Menurutnya, keberadaan fasilitas itu juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam mendukung pendidikan anak di lingkungan gampong.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator KKN Tanah Rencong, Nazira Niswah, menjelaskan bahwa Teras Rencong merupakan salah satu program unggulan yang lahir dari hasil pemetaan kebutuhan masyarakat terhadap ruang belajar nonformal. Selain menyediakan sarana belajar, program ini dirancang untuk memperkuat budaya membaca sekaligus menghadirkan aktivitas edukatif yang mendorong tumbuhnya kreativitas dan potensi anak-anak.
"Teras Rencong bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh, berkreasi, dan mengembangkan potensi mereka. Kami berharap keberadaan Teras Rencong dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini serta menjadi wadah pembelajaran yang terus dimanfaatkan oleh masyarakat meskipun masa pengabdian KKN telah berakhir," ungkap Nazira.
Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga mengisi Teras Rencong dengan pendampingan belajar, kegiatan membaca bersama, permainan edukatif, serta aktivitas yang mendorong kreativitas anak. Pola tersebut sekaligus menjadi pengenalan bagi masyarakat terhadap pemanfaatan rumah belajar sebagai bagian dari aktivitas pendidikan di gampong..
Teras Rencong merepresentasikan arah pengembangan KKN UIN Sunan Kalijaga yang menempatkan pengabdian masyarakat sebagai proses pemberdayaan, bukan sekadar pelaksanaan program kerja. Setiap inisiatif dirancang bersama pemerintah gampong berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga menghasilkan ruang belajar yang dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui skema KKN berkelanjutan. UIN Sunan Kalijaga merencanakan penempatan kembali mahasiswa di Gampong Uteun Gathom pada periode berikutnya untuk mengembangkan program yang telah dirintis, melakukan evaluasi bersama pemerintah gampong, serta memperkuat dampaknya sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, setiap periode KKN menjadi tahapan yang saling melengkapi dalam membangun inovasi pengabdian yang berkelanjutan.(humassk)