WhatsApp Image 2026-08-06 at 16.02.10.jpeg

Kamis, 06 Agustus 2026 14:00:00 WIB

0

Topang Transisi Mahasiswa Baru, CTSD UIN Sunan Kalijaga Perkuat Fasilitator Sospem melalui ToT

Peralihan dari bangku sekolah menuju perguruan tinggi bukan sekadar perubahan jenjang pendidikan. Mahasiswa baru akan berhadapan dengan pola belajar yang lebih mandiri, lingkungan sosial yang semakin beragam, hingga tuntutan menjaga integritas sebagai bagian dari komunitas akademik.

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Center for Teaching Staff Development (CTSD) menggelar Training of Trainers (TOT) Fasilitator Sosialisasi Pembelajaran (Sospem) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu (5/8/2026) dan Kamis (6/8/2026) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tersebut diikuti secara bergantian oleh lebih dari 350 dosen dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.


Ketua CTSD UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muqowim, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai penyegaran bagi para dosen yang sebelumnya telah mengikuti TOT dan bertugas sebagai fasilitator Sospem.

“Para fasilitator perlu memperoleh penyamaan persepsi, baik dari sisi konten yang berfokus pada soft skill maupun pendekatan penyampaian yang menyenangkan. Mahasiswa baru perlu dipersiapkan agar tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga memiliki kompetensi yang baik dan kelak mampu memberikan dampak di lingkungannya,” ungkapnya.

Sospem, lanjut Dr. Muqowim, akan membekali mahasiswa dengan tiga kluster utama, yakni regulasi diri, relasi sosial, dan integritas akademik. Ketiganya dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali perubahan yang akan mereka hadapi sekaligus membangun kecakapan dasar selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.


“Kluster regulasi diri mencakup kemampuan beradaptasi, menetapkan tujuan, mengelola waktu, dan membangun resiliensi. Keterampilan tersebut menjadi penting karena mahasiswa akan menghadapi pola belajar dan kultur yang berbeda dibandingkan ketika masih berada di sekolah,” katanya.

Jika di sekolah sebagian besar kegiatan telah diatur melalui jadwal yang terstruktur, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan cara belajar dan mengelola waktunya. Kebebasan tersebut sekaligus menuntut kesadaran, kemandirian, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Kluster kedua, relasi sosial, menitikberatkan pada kemampuan berkomunikasi dan berempati. Mahasiswa akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang sosial, budaya, serta cara pandang yang beragam. Karena itu, menurutnya, mereka perlu memahami cara berkomunikasi secara positif dan asertif, termasuk ketika menyampaikan ketidaksetujuan.

Empati juga, lanjut Ketua CTSD, diperlukan agar mahasiswa mampu menempatkan diri dari sudut pandang orang lain. Keterampilan ini menjadi dasar untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif, saling menghargai, dan terbuka terhadap perbedaan.

Sementara itu, kluster integritas akademik memperkenalkan mahasiswa pada etika sebagai bagian dari komunitas ilmiah. Hal tersebut mencakup cara mengerjakan tugas, menulis karya akademik, serta mengembangkan diri secara bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.

Meskipun kemampuan dasar yang dikembangkan sama, Dr, Muqowim menegaskan, bahwa penerapan ketiga kluster tersebut dapat disesuaikan dengan karakter setiap program studi dan fakultas. Konteks yang dihadapi mahasiswa kedokteran, misalnya, dapat berbeda dengan mahasiswa dari program studi lainnya. Namun, kemampuan beradaptasi, membangun relasi, menetapkan tujuan, mengelola waktu, dan menjaga daya tahan tetap menjadi fondasi yang dibutuhkan seluruh mahasiswa.

Untuk itu, Fasilitator memiliki peran penting tidak berhenti sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi model dalam membangun komunikasi, menunjukkan empati, mengelola diri, dan menjaga integritas. Dengan pendekatan tersebut, Sospem yang nanti akan diikuti mahasiswa baru dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali dirinya, memahami lingkungan akademik, dan merancang perjalanan studinya. Bekal itu akan membantu mahasiswa menjalani perkuliahan dengan lebih terarah sekaligus bertumbuh menjadi lulusan yang kompeten dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.(humassk)