download (38).jpg

Selasa, 15 September 2026 18:49:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Raih Penghargaan UI GreenMetric, Korpus Pemeringkatan dan SDGs Dorong Integrasi SDGs dalam Tata Kelola dan Budaya Kampus

Keberlanjutan merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur kampus. Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, komitmen tersebut diperkuat melalui langkah kelembagaan yang konkret. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Noorhaidi Hasan, UIN Sunan Kalijaga menghadirkan Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs di bawah LPPM sebagai penggerak serta penghubung berbagai program keberlanjutan lintas unit.

Sejak bergabung dalam pemeringkatan UI GreenMetric pada 2025, UIN Sunan Kalijaga terus membenahi pengelolaan ruang hijau, energi, air, transportasi, dan sampah, sekaligus mengintegrasikan SDGs dalam kegiatan kampus. Kerja bersama tersebut mulai memperlihatkan hasil, dalam satu tahun, UIN Sunan Kalijaga melesat 26 tingkat, dari posisi ke-57 menjadi peringkat ke-31 nasional.


Perkembangan itu mengantarkan UIN Sunan Kalijaga meraih tiga penghargaan dalam Pemeringkatan UI GreenMetric 2026 yang digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Selasa (15/9/2026). Selain menempati peringkat ke-31 nasional, UIN Sunan Kalijaga menerima Trees Rating & Compliance kategori 3,5–4, serta penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik se-Indonesia.


Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Mochamad Sodik, bersama Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, beserta tim hadir menerima penghargaan tersebut secara langsung.

Yonathan mengungkapkan, tiga penghargaan tersebut menunjukkan bahwa komitmen UIN Sunan Kalijaga terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) mulai diterjemahkan ke dalam capaian yang konkret dan dapat diukur.

“Kenaikan peringkat tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan. Penghargaan Trees Rating & Compliance serta Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik juga menjadi pengakuan atas proses tersebut,” ujarnya.

Perubahan itu dibangun melalui kerja bersama lintas unit. UIN Sunan Kalijaga secara bertahap, lanjut Yonathan, terus berupaya memperkuat program Green Campus, memperluas ruang terbuka hijau dan pepohonan, serta mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya.

Konservasi air turut menjadi bagian dari langkah tersebut, termasuk melalui pemanfaatan kembali air wudhu. Pada aspek mobilitas, kata Yonathan, kampus mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, pengelolaan sampah diperkuat melalui pemilahan, pengurangan timbulan sampah, dan pengembangan bank sampah.

Langkah-langkah berbasis infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan edukasi serta integrasi nilai-nilai SDGs dalam berbagai kegiatan kampus. Dengan demikian, keberlanjutan tumbuh sebagai gerakan kelembagaan sekaligus budaya yang melibatkan seluruh sivitas akademika.

Yonathan berharap manfaat dari transformasi tersebut semakin dirasakan melalui lingkungan kampus yang lebih hijau, nyaman, sehat, inklusif, dan efisien. Pada saat yang sama, kesadaran sivitas akademika untuk menerapkan perilaku berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari juga semakin kuat.

Tiga penghargaan UI GreenMetric 2026 menjadi pijakan bagi UIN Sunan Kalijaga untuk melanjutkan transformasi dari Green Campus menuju Sustainable University. Keberlanjutan diintegrasikan dalam tata kelola, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan budaya kampus.

Melalui langkah tersebut, UIN Sunan Kalijaga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan universitas. Peringkat dapat menjadi penanda kemajuan, tetapi perubahan yang sesungguhnya hadir ketika kebijakan kampus membentuk ruang belajar yang lebih sehat, penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab, serta pengetahuan yang memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat.(humassk)