Keberlanjutan merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur kampus. Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, komitmen tersebut diperkuat melalui langkah kelembagaan yang konkret. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Noorhaidi Hasan, UIN Sunan Kalijaga menghadirkan Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs di bawah LPPM sebagai penggerak serta penghubung berbagai program keberlanjutan lintas unit.
Sejak
bergabung dalam pemeringkatan UI GreenMetric pada 2025, UIN Sunan Kalijaga
terus membenahi pengelolaan ruang hijau, energi, air, transportasi, dan sampah,
sekaligus mengintegrasikan SDGs dalam kegiatan kampus. Kerja bersama tersebut
mulai memperlihatkan hasil, dalam satu tahun, UIN Sunan Kalijaga melesat 26
tingkat, dari posisi ke-57 menjadi peringkat ke-31 nasional.
Perkembangan
itu mengantarkan UIN Sunan Kalijaga meraih tiga penghargaan dalam Pemeringkatan
UI GreenMetric 2026 yang digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada,
Selasa (15/9/2026). Selain menempati peringkat ke-31 nasional, UIN Sunan
Kalijaga menerima Trees Rating & Compliance kategori 3,5–4, serta
penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan
Substantif Terbaik se-Indonesia.
Wakil
Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga,
Prof. Mochamad Sodik, bersama Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs LPPM UIN
Sunan Kalijaga, Dr. Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, beserta tim hadir menerima
penghargaan tersebut secara langsung.
Yonathan
mengungkapkan, tiga penghargaan tersebut menunjukkan bahwa komitmen UIN Sunan
Kalijaga terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) mulai diterjemahkan
ke dalam capaian yang konkret dan dapat diukur.
“Kenaikan
peringkat tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan. Penghargaan
Trees Rating & Compliance serta Peningkatan Kinerja Keberlanjutan
Substantif Terbaik juga menjadi pengakuan atas proses tersebut,” ujarnya.
Perubahan
itu dibangun melalui kerja bersama lintas unit. UIN Sunan Kalijaga secara
bertahap, lanjut Yonathan, terus berupaya memperkuat program Green Campus,
memperluas ruang terbuka hijau dan pepohonan, serta mengembangkan pemanfaatan
energi terbarukan melalui pemasangan panel surya.
Konservasi
air turut menjadi bagian dari langkah tersebut, termasuk melalui pemanfaatan
kembali air wudhu. Pada aspek mobilitas, kata Yonathan, kampus mendorong
penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, pengelolaan
sampah diperkuat melalui pemilahan, pengurangan timbulan sampah, dan
pengembangan bank sampah.
Langkah-langkah
berbasis infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan edukasi serta
integrasi nilai-nilai SDGs dalam berbagai kegiatan kampus. Dengan demikian,
keberlanjutan tumbuh sebagai gerakan kelembagaan sekaligus budaya yang
melibatkan seluruh sivitas akademika.
Yonathan
berharap manfaat dari transformasi tersebut semakin dirasakan melalui
lingkungan kampus yang lebih hijau, nyaman, sehat, inklusif, dan efisien. Pada
saat yang sama, kesadaran sivitas akademika untuk menerapkan perilaku
berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari juga semakin kuat.
Tiga
penghargaan UI GreenMetric 2026 menjadi pijakan bagi UIN Sunan Kalijaga untuk
melanjutkan transformasi dari Green Campus menuju Sustainable
University. Keberlanjutan diintegrasikan dalam tata kelola, pendidikan,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan budaya
kampus.
Melalui
langkah tersebut, UIN Sunan Kalijaga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian
dari arah pengembangan universitas. Peringkat dapat menjadi penanda kemajuan,
tetapi perubahan yang sesungguhnya hadir ketika kebijakan kampus membentuk
ruang belajar yang lebih sehat, penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung
jawab, serta pengetahuan yang memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat.(humassk)