WhatsApp Image 2026-10-07 at 16.12.41(1).jpeg

Rabu, 07 Oktober 2026 16:05:00 WIB

0

Rawat Silaturahmi dengan Anjangsana ke Sesepuh Para Perintis dan Keluarga Besar UIN Sunan Kalijaga

Kemajuan sebuah universitas bertumpu pada pengabdian banyak orang, dari para perintis keilmuan hingga mereka yang merawat lingkungan kampus setiap hari. Penghargaan terhadap kontribusi itulah yang dibawa Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui anjangsana dalam rangka Dies Natalis ke-75.


Kunjungan tersebut menjangkau para sesepuh, pensiunan dosen dan pegawai, keluarga tokoh yang telah berpulang, bahkan tenaga kebersihan. DWP juga menyambangi anggota keluarga besar universitas yang tengah menjalani pemulihan untuk menyampaikan perhatian, doa, dan bingkisan.


Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Mochamad Sodik serta Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Prof. Muhammad Lutfi Hamid.

Prof. Noorhaidi menegaskan bahwa anjangsana merupakan bagian dari tanggung jawab universitas untuk merawat hubungan dengan para pendahulu. Pengabdian mereka menjadi fondasi bagi perkembangan UIN Sunan Kalijaga yang diteruskan oleh generasi berikutnya.


“Kita menjalankan satu misi penting, yakni anjangsana, bersilaturahmi sekaligus menyampaikan sedikit taliasih kepada sesepuh, orang tua, dan guru kita yang telah memberikan pengabdian terbaik,” ujarnya.

Menurut Rektor, menjaga kesinambungan universitas juga berarti mendengar pengalaman para purna yang telah mengabdi lebih dulu, serta memohon doa dan restu mereka. Berbagai kemajuan yang diraih UIN Sunan Kalijaga, termasuk berhasil menduduki peringkat 2 nasional THE WUR 2027 merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun dari waktu ke waktu.

“Dengan anjangsana, kita bisa bertukar rasa, bertukar pikiran, sekaligus menyapa mereka agar melangkah ke depan dengan kekokohan semangat dalam memajukan UIN Sunan Kalijaga,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua DWP UIN Sunan Kalijaga Prof. Euis Nurlaelawati, berharap kunjungan menjadi kesempatan untuk membawa kabar baik tentang universitas, memberikan dukungan kepada mereka yang sedang sakit, dan mempererat hubungan dengan para pensiunan beserta keluarganya.


Rombongan DWP dibagi menjadi lima tim untuk menjangkau sejumlah kediaman. Tim yang dipimpin Ketua DWP mengunjungi Prof. Amin Abdullah, rektor dua periode yang berperan penting dalam transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga; Prof. Syihabuddin, figur yang pernah menjabat Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya; serta keluarga almarhum Dr. Fakhri Husein, sosok yang pernah menjabat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, serta sejumlah keluar besar UIN Sunan Klaijaga lainnya.


Tim Ibu Ida Sodik mengunjungi Dr. Malik Madani, tokoh yang pernah menjabat Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, serta keluarga almarhumah Dr. Sulistyaningsih, yang pernah menjabat sebagai Wakil Dekan I dan III Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dan keluarga besar lainnya. Sementara itu, Tim Ibu Sulastri Rozaki menyambangi ibu Yusron Asrofie dan sejumlah tokoh lainnya. Adapun, tim Ibu Dinna Misnen mengunjungi keluarga almarhum Prof. Minhaji, mantan Rektor dan Dekan Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga, serta keluarga Prof. Hamim Ilyas, dan tokoh lainnya.

Dalam pertemuan dengan tim anjangsana DWP, Prof. Amin Abdullah berharap kunjungan tersebut membawa manfaat sekaligus menjaga tali silaturahmi dengan keluarga besar kampus. Prof. Amin juga mengapresiasi perkembangan UIN Sunan Kalijaga yang dinilainya menunjukkan lompatan kemajuan. Ia menuturkan bahwa dirinya tetap mengikuti kabar universitas melalui grup komunikasi keluarga besar UIN. Kedekatan itu menjadi bagian dari dukungannya terhadap kelanjutan pengembangan kampus yang pernah dipimpinnya.


Pesan tentang penghargaan terhadap beragam bentuk pengabdian juga mengemuka dalam pertemuan dengan Dr. Malik Madani.


“Pegawai apapunperlu kita perhatikan. Jangan sampai menengok ke atas, melupakan yang di bawah. Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh yang di atas,” tuturnya.

Dr. Malik mengingatkan pentingnya kepedulian kepada mereka yang bekerja dalam keseharian kampus. Kontribusi setiap orang, termasuk mereka yang jarang mendapat sorotan, turut menopang keberhasilan institusi.

“Saya hanya bisa mendoakan, mudah-mudahan UIN ke depan semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka menyebarkan ilmu kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, di kediaman keluarga almarhum Fakhri Husein, percakapan mengangkat kembali kontribusinya dalam penguatan mutu universitas. Prof. Euis mengenang Dr.Fakhri sebagai salah satu sosok yang berjasa dalam perjalanan akreditasi internasional program studi UIN Sunan Kalijaga.


Menanggapi penuturan tersebut, istri almarhum, dengan mata berkaca-kaca, mengenang kebanggaan suaminya menjadi bagian dari UIN Sunan Kalijaga. Ikatan itu terjaga hingga akhir hayatnya, ketika almarhum dishalatkan di masjid kampus.

Kunjungan ke berbagai kediaman itu mempertemukan kembali pengalaman, kenangan, dan harapan bagi masa depan universitas. Bagi para penerima angjangsana, kehadiran DWP menjadi tanda bahwa hubungan dengan kampus terus terpelihara. Bagi UIN Sunan Kalijaga, doa dan pesan para purna tugas dengan ribuan jasa dan pengabdiannya menjadi penguat untuk meneruskan pengabdian serta memperluas manfaat ilmu pengetahuan bagi masyarakat.(humassk)