WhatsApp Image 2026-10-15 at 14.16.30(1).jpeg

Kamis, 15 Oktober 2026 09:00:00 WIB

0

Siap Menjadi Tuan Rumah OASE III PTKIN, UIN Sunan Kalijaga Dorong Prestasi Mahasiswa Berdampak bagi Masyarakat

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta siap menjadi tuan rumah Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026 yang akan digelar pada 3–7 November mendatang. Rangkaian persiapan matang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan OASE III yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 di Yogyakarta.

Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh para Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, official, dan staf bidang kemahasiswaan PTKIN dari seluruh Indonesia.


Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, menekankan bahwa OASE bukan sekadar menjadi ajang kompetisi menang atau kalah, melainkan harus menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan talenta mahasiswa.

"Output dari kegiatan ini harus terukur dan memberi dampak positif. Substansinya perlu kita pikirkan bersama. Ini bukan sekadar lomba, melainkan bagaimana langkah dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia," tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, yang hadir secara daring via Zoom Meeting, mendorong seluruh PTKIN untuk memperkuat pembinaan talenta mahasiswa. Ia juga mengimbau kampus agar membuka akses seluas-luasnya bagi siswa madrasah berprestasi agar potensinya terus terasah hingga ke jenjang perguruan tinggi.


"Mahasiswa memiliki potensi yang sangat beragam, mulai dari riset, seni, hingga olahraga. Perguruan tinggi perlu menyediakan fasilitas dan pendampingan yang memadai. Pembinaan ini juga harus terhubung langsung dengan penjaringan talenta dari tingkat madrasah," ujar Suyitno.

Di samping itu, Prof. Amien Suyitno mengingatkan para pimpinan kampus untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran nasional. Ia berpesan agar seluruh proses pendidikan—mulai dari penerimaan mahasiswa hingga capaian lulusan—dikawal dengan ketat, sembari menjaga reputasi institusi melalui mekanisme internal yang produktif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Wakil Rektor III PTKIN se-Indonesia sekaligus pihak tuan rumah, Prof. Dr. Abdur Rozaki, melaporkan bahwa OASE III dirancang untuk memperluas partisipasi sekaligus menjaga kualitas kompetisi. Untuk mengatasi kendala anggaran dan jarak, skema hybrid telah disiapkan bagi kontingen dari daerah pelosok, seperti Papua, Merauke, dan Sorong. Integritas penjurian pun dijamin dengan melibatkan tim profesional dari berbagai bidang.

Mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, OASE III menjadi ruang pengembangan inovasi mahasiswa dalam bidang agama, sains, dan riset, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Linimasa kegiatan telah ditetapkan, yakni: penyampaian hasil verifikasi kontingen pada 16 Oktober, pengiriman karya 17–20 Oktober, penilaian 21–25 Oktober, pengumuman karya lolos 26–27 Oktober, dan pertemuan teknis daring pada 28 Oktober. Kontingen dijadwalkan tiba di Yogyakarta pada 3 November, dengan pembukaan OASE III dan ekspo pada 4 November, perlombaan 5–6 November, serta penutupan pada 7 November.


Pemaparan kesiapan dukungan teknologi informasi serta teknis perlombaan turut menjadi agenda penting dalam rapat koordinasi tersebut. Kepala UPT PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Siti Mutmainah, Ph.D., memaparkan kesiapan sistem IT untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan OASE III PTKIN.

"Koneksi internet kampus, aplikasi pendaftaran lomba, serta aplikasi Computer Based Test (CBT) sudah kami siapkan. Penilaian CBT dilakukan secara otomatis dan langsung (real-time). Nilai total langsung ditampilkan di layar peserta setelah menekan tombol submit atau saat timer habis. Pengawasan CBT nantinya dipusatkan di gedung training PTIPD," ungkapnya.

Olimpiade Sains (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) dan Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) pada tahap penyisihan akan menggunakan mode CBT yang dapat diikuti peserta secara daring dari lokasi masing-masing.

Salah satu panitia lomba, Muhammad Wahyudi Azzukhruf, menjelaskan bahwa penggunaan mode CBT pada tahap penyisihan sangat diperlukan mengingat jumlah peserta OASE dari seluruh Indonesia yang amat banyak.

"Untuk efisiensi waktu,  tahap penyisihan cabang lomba MFQ diselenggarakan dengan model CBT secara daring. Setelah tahap penyisihan, akan terpilih 12 tim terbaik yang akan mengikuti tahap semifinal secara luring di Yogyakarta. Melalui tiga sesi pertandingan, akan dihasilkan tiga tim terbaik yang berhak melaju ke babak final MFQ," terang Wahyudi.

Melalui perannya sebagai tuan rumah, UIN Sunan Kalijaga berharap pengalaman penyelenggaraan OASE III dapat menjadi pijakan untuk memperkuat pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan. Pertemuan dengan kontingen dari berbagai PTKIN juga membuka kesempatan bagi kampus untuk bertukar praktik pembinaan dan menjajaki kerja sama pengembangan karya mahasiswa setelah kompetisi berakhir.(humassk)