Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga menorehkan capaian penting di panggung global.
Kampus ini berhasil menembus peringkat 37 dunia dalam pemeringkatan QS World
University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Theology, Divinity and
Religious Studies.
Capaian
ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam jajaran terbatas perguruan tinggi
dunia yang mampu bersaing pada bidang keagamaan, sekaligus menjadi penanda
bahwa tradisi akademik yang dibangun tidak hanya berakar kuat pada khazanah
keilmuan, tetapi juga diakui dalam lanskap global. Posisi ini juga menempatkan
UIN Sunan Kalijaga di antara sedikit perguruan tinggi di Indonesia dan Asia
yang mampu menembus 50 besar dunia pada setiap bidangnya.
Rektor
UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan capaian ini sebagai
kebanggaan sekaligus peneguhan posisi keilmuan keagamaan UIN di level global.
“Ini
bukan sekadar capaian peringkat, tetapi sebuah kebanggaan bahwa studi keagamaan
sebagai pilar utama UIN Sunan Kalijaga mampu menembus pengakuan dunia. Ini
menunjukkan bahwa tradisi keilmuan yang kita bangun memiliki daya saing dan
relevansi global, serta mampu berkontribusi dalam percakapan akademik
internasional.” ungkapnya.
Prof.
Noorhaidi melanjutkan, bahwa capaian ini juga membawa dampak penting, tidak
hanya bagi reputasi institusi, tetapi juga dalam membuka ruang kolaborasi
global, memperkuat kepercayaan internasional, dan memperluas kontribusi
keilmuan UIN bagi masyarakat yang lebih luas.
“Kami
menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika, yakni para dosen,
peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah
berkontribusi. Ini adalah hasil kerja bersama yang patut kita syukuri dan
menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LPPM), Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari
penguatan ekosistem riset dan publikasi internasional yang dibangun secara
berkelanjutan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
“Capaian
ini tidak datang secara instan, tetapi merupakan akumulasi dari konsistensi
dalam mendorong produktivitas riset, peningkatan kualitas publikasi, serta
penguatan jejaring akademik internasional,” tegasnya.
Dalam
konteks pemeringkatan QS, indikator seperti reputasi akademik, sitasi, dan h-index
menjadi cerminan dari kinerja tersebut. “Posisi ini menunjukkan bahwa riset
yang dihasilkan UIN tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga
memiliki dampak dan pengakuan di tingkat global,” tambahnya.
Selain
capaian pada bidang keagamaan, UIN Sunan Kalijaga juga menunjukkan penguatan
kapasitas akademik pada sejumlah disiplin ilmu lainnya. Berdasarkan pemetaan
yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
bersama Pusat Pemeringkatan dan SDGs yang dikoordinatori oleh Dr. Ir. Trio
Yonathan Teja Kusuma, beberapa bidang dinilai memiliki potensi kuat untuk
menembus pemeringkatan QS World University Rankings by Subject dalam
waktu dekat.
Bidang
Ilmu Hukum, misalnya, dipandang sebagai kandidat paling siap berikutnya, dengan
kekuatan pada produktivitas publikasi dan dampak ilmiah yang terus meningkat.
Sementara itu, bidang Ekonomi juga menunjukkan performa yang stabil, dengan
penguatan kolaborasi internasional yang terus berkembang sebagai bagian dari
upaya memperluas kontribusi akademik di tingkat global.
Di
sisi lain, lanjut Dr. Qoyum, bidang Bisnis dan Manajemen serta Komunikasi terus
menunjukkan perkembangan pada output riset, seiring dengan peningkatan
visibilitas dan penguatan jejaring akademik di tingkat internasional. Adapun
bidang Pendidikan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, seiring dengan
peningkatan kualitas publikasi dan perluasan jejaring akademik global.
Capaian
ini sekaligus mempertegas arah pengembangan UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus
yang mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan
tersebut tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga membuka ruang
kontribusi yang lebih luas dalam menjawab tantangan kemanusiaan kontemporer.
Di
tengah dinamika pendidikan tinggi global, UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa
studi keagamaan tidak berada di pinggiran, melainkan mampu menjadi pusat
produksi pengetahuan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing internasional.(humassk).