WhatsApp Image 2026-03-27 at 13.29.33.jpeg

Jumat, 27 Maret 2026 13:17:00 WIB

0

Meneguhkan Studi Keagamaan di Level Global, UIN Sunan Kalijaga Tembus Peringkat 37 Dunia QS WUR by Subject

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga menorehkan capaian penting di panggung global. Kampus ini berhasil menembus peringkat 37 dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies.

Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga dalam jajaran terbatas perguruan tinggi dunia yang mampu bersaing pada bidang keagamaan, sekaligus menjadi penanda bahwa tradisi akademik yang dibangun tidak hanya berakar kuat pada khazanah keilmuan, tetapi juga diakui dalam lanskap global. Posisi ini juga menempatkan UIN Sunan Kalijaga di antara sedikit perguruan tinggi di Indonesia dan Asia yang mampu menembus 50 besar dunia pada setiap bidangnya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan capaian ini sebagai kebanggaan sekaligus peneguhan posisi keilmuan keagamaan UIN di level global.

“Ini bukan sekadar capaian peringkat, tetapi sebuah kebanggaan bahwa studi keagamaan sebagai pilar utama UIN Sunan Kalijaga mampu menembus pengakuan dunia. Ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan yang kita bangun memiliki daya saing dan relevansi global, serta mampu berkontribusi dalam percakapan akademik internasional.” ungkapnya.

Prof. Noorhaidi melanjutkan, bahwa capaian ini juga membawa dampak penting, tidak hanya bagi reputasi institusi, tetapi juga dalam membuka ruang kolaborasi global, memperkuat kepercayaan internasional, dan memperluas kontribusi keilmuan UIN bagi masyarakat yang lebih luas.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika, yakni para dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah hasil kerja bersama yang patut kita syukuri dan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Abdul Qoyum, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan ekosistem riset dan publikasi internasional yang dibangun secara berkelanjutan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

“Capaian ini tidak datang secara instan, tetapi merupakan akumulasi dari konsistensi dalam mendorong produktivitas riset, peningkatan kualitas publikasi, serta penguatan jejaring akademik internasional,” tegasnya.

Dalam konteks pemeringkatan QS, indikator seperti reputasi akademik, sitasi, dan h-index menjadi cerminan dari kinerja tersebut. “Posisi ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan UIN tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memiliki dampak dan pengakuan di tingkat global,” tambahnya.

Selain capaian pada bidang keagamaan, UIN Sunan Kalijaga juga menunjukkan penguatan kapasitas akademik pada sejumlah disiplin ilmu lainnya. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Pusat Pemeringkatan dan SDGs yang dikoordinatori oleh Dr. Ir. Trio Yonathan Teja Kusuma, beberapa bidang dinilai memiliki potensi kuat untuk menembus pemeringkatan QS World University Rankings by Subject dalam waktu dekat.

Bidang Ilmu Hukum, misalnya, dipandang sebagai kandidat paling siap berikutnya, dengan kekuatan pada produktivitas publikasi dan dampak ilmiah yang terus meningkat. Sementara itu, bidang Ekonomi juga menunjukkan performa yang stabil, dengan penguatan kolaborasi internasional yang terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik di tingkat global.

Di sisi lain, lanjut Dr. Qoyum, bidang Bisnis dan Manajemen serta Komunikasi terus menunjukkan perkembangan pada output riset, seiring dengan peningkatan visibilitas dan penguatan jejaring akademik di tingkat internasional. Adapun bidang Pendidikan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, seiring dengan peningkatan kualitas publikasi dan perluasan jejaring akademik global.

Capaian ini sekaligus mempertegas arah pengembangan UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus yang mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan tersebut tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga membuka ruang kontribusi yang lebih luas dalam menjawab tantangan kemanusiaan kontemporer.

Di tengah dinamika pendidikan tinggi global, UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa studi keagamaan tidak berada di pinggiran, melainkan mampu menjadi pusat produksi pengetahuan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing internasional.(humassk).