WhatsApp Image 2026-03-27 at 12.37.44.jpeg

Selasa, 24 Maret 2026 20:30:00 WIB

0

UIN Sunan Kalijaga Berduka, Pendiri Fakultas Saintek Prof. Dr. Maizer Said Nahdi Wafat

Kabar duka menyelimuti civitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu tokoh penting sekaligus pendiri Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Maizer Said Nahdi, wafat pada Selasa, 24 Maret 2026. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik, khususnya bagi kampus yang telah menjadi ladang pengabdian beliau sejak dekade 1980-an.

Prof. Maizer dikenal sebagai sosok pelita ilmu yang mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Perjalanan panjangnya di UIN Sunan Kalijaga menjadi fondasi penting lahirnya Fakultas Sains dan Teknologi, yang kini berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar utama transformasi kampus.

Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan kepergian almarhumah. Jejak kebaikan dan pengabdian beliau tergambar kuat dalam buku Rumahku Surgaku, sebuah karya yang merekam keteladanan dan dedikasi Prof. Maizer sebagai warisan keilmuan yang akan terus hidup lintas generasi.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, Ph.D., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Prof. Maizer. Ia menegaskan bahwa almarhumah merupakan pelita yang menerangi transformasi kampus dari IAIN menjadi UIN. “Selamat jalan, semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT,” ujarnya.

Rektor juga mengenang perjuangan Prof. Maizer dalam merintis gagasan integrasi sains dan tradisi keilmuan Islam di masa awal yang penuh tantangan. “Beliau hadir dengan keyakinan yang kuat, membangun fondasi yang kini menjelma menjadi bangunan ilmu yang hidup,” tuturnya.

Menurutnya, Fakultas Sains dan Teknologi yang dirintis Prof. Maizer kini menjadi cikal bakal pengembangan Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. “Itu adalah buah dari ketulusan, kesabaran, bahkan air mata beliau,” tambahnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Khurul Wardati, M.Si., turut menyampaikan rasa kehilangan sekaligus penghormatan. Ia menegaskan bahwa Prof. Maizer adalah pendiri sekaligus penjaga nilai yang meletakkan dasar fakultas dengan cinta dan integritas. Ia juga mengingat kembali pesan almarhumah saat purna tugas, “Teruslah menanam ilmu, karena ia akan tumbuh menjadi pohon yang menaungi generasi mendatang.”

Prof. Maizer mungkin telah berpulang, namun jejak keilmuannya tetap hidup—dalam setiap ruang kelas, dalam semangat akademik yang terus menyala, dan dalam doa yang dipanjatkan setiap kali nama Fakultas Sains dan Teknologi disebut.

Selamat jalan, Prof. Maizer Said Nahdi. Warisan ilmu dan keteladananmu akan terus menjadi cahaya bagi generasi mendatang.(humassk)