Kabar duka menyelimuti civitas akademika UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta. Salah satu tokoh penting sekaligus pendiri Fakultas Sains dan
Teknologi, Prof. Dr. Maizer Said Nahdi, wafat pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik, khususnya
bagi kampus yang telah menjadi ladang pengabdian beliau sejak dekade 1980-an.
Prof. Maizer dikenal sebagai sosok pelita ilmu yang
mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan sains yang terintegrasi dengan
nilai-nilai keislaman. Perjalanan panjangnya di UIN Sunan Kalijaga menjadi
fondasi penting lahirnya Fakultas Sains dan Teknologi, yang kini berkembang
pesat dan menjadi salah satu pilar utama transformasi kampus.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan kepergian
almarhumah. Jejak kebaikan dan pengabdian beliau tergambar kuat dalam buku
Rumahku Surgaku, sebuah karya yang merekam keteladanan dan dedikasi Prof.
Maizer sebagai warisan keilmuan yang akan terus hidup lintas generasi.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, Ph.D.,
menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Prof. Maizer. Ia menegaskan
bahwa almarhumah merupakan pelita yang menerangi transformasi kampus dari IAIN
menjadi UIN. “Selamat jalan, semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima
Allah SWT,” ujarnya.
Rektor juga mengenang perjuangan Prof. Maizer dalam merintis
gagasan integrasi sains dan tradisi keilmuan Islam di masa awal yang penuh
tantangan. “Beliau hadir dengan keyakinan yang kuat, membangun fondasi yang
kini menjelma menjadi bangunan ilmu yang hidup,” tuturnya.
Menurutnya, Fakultas Sains dan Teknologi yang dirintis Prof.
Maizer kini menjadi cikal bakal pengembangan Fakultas Kedokteran di UIN Sunan
Kalijaga. “Itu adalah buah dari ketulusan, kesabaran, bahkan air mata beliau,”
tambahnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Khurul Wardati, M.Si.,
turut menyampaikan rasa kehilangan sekaligus penghormatan. Ia menegaskan bahwa
Prof. Maizer adalah pendiri sekaligus penjaga nilai yang meletakkan dasar
fakultas dengan cinta dan integritas. Ia juga mengingat kembali pesan
almarhumah saat purna tugas, “Teruslah menanam ilmu, karena ia akan tumbuh
menjadi pohon yang menaungi generasi mendatang.”
Prof. Maizer mungkin telah berpulang, namun jejak
keilmuannya tetap hidup—dalam setiap ruang kelas, dalam semangat akademik yang
terus menyala, dan dalam doa yang dipanjatkan setiap kali nama Fakultas Sains
dan Teknologi disebut.
Selamat jalan, Prof. Maizer Said Nahdi. Warisan ilmu dan
keteladananmu akan terus menjadi cahaya bagi generasi mendatang.(humassk)