Ketika pendidikan dan kepedulian lingkungan dipertemukan dalam satu gerakan kolaboratif, pengabdian masyarakat tidak lagi sekadar menjadi program jangka pendek, melainkan investasi bagi masa depan. Semangat inilah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat menjalin kemitraan dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Sintang sebagai bagian dari Program KKN Bentang Sintang.
Melalui rangkaian kunjungan koordinasi ke MAN 1 Sintang, SMAN 3 Sintang, dan SMAN 1 Sintang pada Senin (13/7/2026), mahasiswa KKN membangun sinergi dengan pihak sekolah untuk mengembangkan program yang mengintegrasikan penguatan akses informasi pendidikan tinggi dengan pendidikan lingkungan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi KKN Bentang Sintang yang dirancang berlangsung selama tiga tahun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, hingga komunitas lingkungan.
Perwakilan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, Mufid, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa di sekolah bukan semata-mata untuk memperkenalkan kampus, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi yang dapat memberikan motivasi kepada siswa agar berani melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami ingin memberikan wawasan tentang dunia perkuliahan sekaligus membangun semangat melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta berbagai pegiat lingkungan di Sintang agar gerakan yang dilakukan dapat berjalan secara bersama-sama. Fokus kami adalah edukasi dan kolaborasi," jelas Mufid.
Di MAN 1 Sintang, inisiatif tersebut memperoleh sambutan positif. Pihak sekolah menilai kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan informasi yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa. Kesempatan seperti ini tidak selalu kami dapatkan karena keterbatasan waktu dan mobilitas. Informasi mengenai dunia perkuliahan yang disampaikan langsung oleh mahasiswa terasa lebih dekat, lebih nyata, dan mampu memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi," ungkapnya.
Tidak berhenti pada penguatan akses informasi pendidikan tinggi, pertemuan tersebut juga membuka ruang kolaborasi di bidang lingkungan. Berbekal pengalaman MAN 1 Sintang sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, kedua belah pihak sepakat memperkuat program pendidikan lingkungan yang telah berjalan. Dalam kolaborasi tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam pendampingan pengelolaan sampah plastik menjadi karya seni, edukasi pemilahan sampah, pendampingan administrasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, serta mendukung berbagai agenda lingkungan di sekolah.
Komitmen serupa juga dibangun bersama SMAN 3 Sintang. Bersama pihak sekolah, mahasiswa KKN akan mengaktivasi kembali Program PELITA (Peduli Lingkungan SMANTA) sebagai gerakan berkelanjutan untuk memperkuat edukasi dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Wakil Kepala SMAN 3 Sintang, Astuti Winarti, menilai program yang dibawa mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga selaras dengan program pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan. Kehadiran mahasiswa KKN juga menjadi penguat bagi berbagai inisiatif lingkungan yang telah dirintis sekolah.
"Kehadiran adik-adik KKN seperti jawaban atas doa-doa kami. Semoga kolaborasi ini dapat membantu menyukseskan gerakan peduli lingkungan sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik mengenai pentingnya pendidikan tinggi," tambah Astuti.
Penguatan kolaborasi juga dilakukan melalui kunjungan ke SMAN 1 Sintang. Tim KKN Bentang Sintang diterima langsung oleh Kepala Sekolah Hardianto bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Robert, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sulis, dan jajaran guru.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan edukatif serta penguatan literasi lingkungan yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Berbeda dengan program pengabdian yang bersifat sesaat, KKN dirancang berlangsung selama tiga tahun dengan melibatkan tim KKN yang berbeda setiap tahunnya sehingga program yang telah dibangun dapat terus dikembangkan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Bentang Sintang, Rika Lusri Virga, menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan menjadi salah satu fokus utama program pengabdian yang akan terus diperkuat selama tiga tahun pelaksanaan KKN.
"Kita ingin mengadakan edukasi terkait sampah di sekolah-sekolah karena menjadi program utama yang akan berjalan selama tiga tahun ke depan. Jadi, tahun pertama akan fokus kepada edukasi, sosialisasi, serta pembangunan sistemnya," ujarnya.
Melalui pengabdian yang dijalankan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga bersama sekolah dan berbagai mitra di Kabupaten Sintang, kolaborasi lintas sektor terus dibangun untuk menumbuhkan generasi muda yang berorientasi pada pendidikan sekaligus peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat tersebut, sekolah menjadi ruang tumbuhnya karakter, sedangkan pengabdian mahasiswa menghadirkan jembatan kolaborasi yang mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.(humassk)