Semangat berprestasi terus tumbuh di kalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sepanjang Agustus 2026, kontingen UIN Sunan Kalijaga menjalani latihan intensif sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Jawa Madura (PORSI JAWARA) II Tahun 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, September mendatang.
Sebanyak
100 mahasiswa yang tergabung dalam 25
cabang lomba dipersiapkan melalui pendampingan dosen, alumni, dan
pelatih profesional. Latihan berlangsung di berbagai fasilitas kampus, mulai
dari Sport Center, Student Center, ruang fakultas, hingga secara daring.
Bagi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, persiapan PORSI JAWARA tidak semata-mata
berorientasi pada kompetisi. Proses ini menjadi bagian dari komitmen kampus
dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara utuh, baik dalam bidang olahraga,
seni, maupun keilmuan.
“Pelatihan
ini penting bukan hanya untuk mempersiapkan teknis perlombaan, tetapi juga
mental dan spirit para atlet. Hal
teknis dan nonteknis kita perhatikan semua,” ujar Muhammad Mahyudin, Katim
Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (31/8/2026).
Keragaman
cabang yang diikuti menunjukkan luasnya ruang pengembangan talenta mahasiswa
UIN Sunan Kalijaga. Cabang olahraga yang dipersiapkan antara lain futsal, bola
voli, tenis meja, bulu tangkis, karate, pencak silat, taekwondo, panjat
dinding, dan catur. Di bidang seni dan keagamaan terdapat pop solo Islami, MHQ,
MTQ, MSQ, MFQ, serta kaligrafi. Sementara itu, bidang ilmiah dan akademik
mencakup debat bahasa Inggris dan Arab, debat konstitusi, peradilan semu, business plan, LKTI, inovasi media
pembelajaran, da’i, hingga film pendek.
Persiapan
tersebut juga memperlihatkan kuatnya ekosistem pembinaan mahasiswa di UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Sejumlah alumni turut kembali ke kampus untuk berbagi
pengalaman dan mendampingi mahasiswa yang akan bertanding.
Ketua
Komunitas Pemerhati Konstitusi (KPK) Fakultas Syariah dan Hukum, Aziz Abdullah,
mengatakan tim debat konstitusi tidak hanya mematangkan materi dan mosi, tetapi
juga mendapatkan pembinaan dari para alumni dan dosen.
“Selain
memantapkan penguasaan materi dan mosi debat, alumni juga menularkan mental
bertanding. Para dosen FSH turut memberikan masukan dan dukungan,” ujarnya,
Kamis (27/8/2026).
Hal
serupa dilakukan pada cabang debat bahasa Inggris. Alumni Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) Studi dan Pengembangan Bahasa Asing (SPBA), Arya Putra
Bagaskara, ikut mendampingi mahasiswa melalui latihan tatap muka maupun daring.
“Secara
materi sudah cukup, tinggal sharing pengalaman English Debate dan pemantapan mental,” tuturnya, Rabu (26/8/2026).
Sinergi
mahasiswa, dosen, alumni, dan pelatih tersebut menjadi kekuatan penting dalam
perjalanan kontingen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuju PORSI JAWARA II 2026.
Lebih dari sekadar mengejar podium, ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa
untuk mengasah kompetensi, membangun kepercayaan diri, dan membawa nama UIN
Sunan Kalijaga melalui prestasi di tingkat nasional.
Dengan
persiapan yang matang dan semangat juang yang terus dibangun, kontingen UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta siap menunjukkan bahwa kampus berbasis keislaman juga
memiliki talenta unggul di berbagai bidang, olahraga, seni, dan keilmuan. (humassk)